Menu

Wednesday, 9 July 2014

[Book Review] Touché: Alchemist by Windhy Puspitadewi



Judul Buku       : Touché: Alchemist 
Pengarang         : Windhy Puspitadewi
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 224 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Hiro Morrison, anak genius keturunan Jepang-Amerika, tak sengaja berkenalan dengan Detektif Samuel Hudson dari Kepolisian New York dan putrinya, Karen, saat terjadi suatu kasus pembunuhan. Hiro yang memiliki kemampuan membaca identitas kimia dari benda apa pun yang disentuhnya akhirnya dikontrak untuk menjadi konsultan bagi Kepolisian New York.

Suatu ketika pengeboman berantai terjadi dan kemampuan Hiro dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Pada saat yang sama, muncul seseorang yang tampaknya mengetahui kemampuannya. Kasus pengeboman dan perkenalannya dengan orang itu mengubah semuanya, hingga kehidupan Hiro menjadi tidak sama lagi.


THE AUTHOR

Bernama lengkap Windhy Puspitadewi dan lahir tepat di hari Valentine (gampang diingat, jadi jangan lupa kadonya). Jika ingin tau novel apa saja yang pernah ditulisnya, silakan masukkan nama lengkapnya di paman Google. Sekarang sibuk bekerja sebagai abdi negara.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Sama seperti Indra, Riska, dan Dani di seri Touché yang sebelumnya, Hiro Morrison juga memiliki kemampuan spesial melalui sentuhannya. Ditambah otak genius dan kejeliannya dalam mengobservasi sekitar, kemampuannya membaca identitas kimia dalam sekali sentuh membuatnya menjadi lab forensik berjalan dan detektif yang handal. Ia pun akhirnya dikontrak menjadi konsultan di Kepolisian New York. Sepanjang perjalanannya memecahkan kasus-kasus, si sombong Hiro akhirnya menemukan tantangan besar yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

MY COMMENTARY

Jujur aja, kalau disuruh bikin summary novel-novelnya kak Windhy, apalagi yang terbitan Gramedia, aku sering bingung, karena di blurb-nya udah jelas, dan aku takut jadi spoiler, jadi yah, begitulah. Intinya, novel ini KECE BADAI. Bagi yang udah baca seri sebelumnya, novel ini sangat direkomendasikan, bahkan diWAJIBkan untuk dibaca. Dan ya, dua novel seri ini nggak bersambung – tokoh-tokohnya jelas beda, tapi sama-sama bercerita tentang kaum Touché yang punya kemampuan spesial melalui sentuhan. Dan oh, ada tokoh dari seri sebelumnya yang muncul, lagi. Ini bukan spoiler, kan, karna aku juga sering denger tentang ini, tapi pas baca baru ngeh, dan tetep aja kaget (sambil loncat-loncat seneng, hahaha). 
Oh, ada banyak banget yang mau kuomongin di sini, jadi maklum kalo panjang, dan mari dibahas satu-satu. Bagi yang udah baca reviewku tentang novel Touché dan Incognito, pasti tau aku suka banget sama novel bergenre ini. Bukan teenlit biasa, dan lagi-lagi settingnya bukan Jakarta (entah kenapa aku suka novel teenlit yang nggak bersetting di Jakarta, karna bosen, mungkin). Novel ini bersetting di New York, bahkan. Udah lumayan sering, sih, tapi New York itu emang (salah satu) kota favoritku, dan berhubung novel ini nggak luput dari crimes, New York emang kota yang cocok. Terus, tempat-tempat yang disebut juga yang jarang-jarang. Kak Windhy deskripsiin tempat-tempatnya kayak udah pernah pergi ke sana, lagi.
Jadi, sama kayak Touché dan Incognito, Touché: Alchemist ini juga fantasi, tapi lebih ke crimes daripada adventure kayak dua novel sebelumnya, which I also adore! Novel ini kayak paket lengkap, semacam gabungan dari CSI: New York, Detective Conan, dan Psych – semuanya favoritku. Ini menurutku, loh, ya. Kenapa? Well, CSI: New York kayaknya jelas, ya – sama-sama mecahin kasus kriminal, sama-sama di New York. Detective Conan dan Psych juga mecahin kasus kriminal, dan tokoh utamanya mirip si Hiro ini – atau terbalik, si Hiro ini genius dan good observant-nya kayak Shinichi/Conan dan Shaun Spencer di Psych. Tapi Hiro jelas menang karna kemampuan khususnya itu. Such a luck! Dan ya, bikin dia jadi makin kece. Hihihi.
Terus, kasus-kasusnya itu genius! Ini yang bikin aku jatuh cinta (cieileh) sama novel-novelnya kak Windhy. Aku jamin risetnya banyak, jadi semuanya masuk akal. Ya, aku emang nggak pinter-pinter amat, sih, jadi kalo nggak masuk akal pun aku juga kemungkinan besar nggak bakal ngeh, tapi aku tau kak Windhy itu nggak akan pernah ngebiarin ceritanya illogical – nampak banget kak Windhy rajin riset, jadi ya, aku percaya ceritanya based on facts. Dan novel ini bikin aku nostalgia sama SMAku dulu. Aku (terpaksa) ambil IPA pas SMA dulu, jadi ya, masih konek-konek dikit, lah (dan aku bangga, hehehe). Seperti biasa, endingnya nggak tertebak, dan segala hal yang ada di dalamnya. Ada beberapa hal yang bisa kutebak, sih (dan seperti biasa aku merasa bangga), tapi itu hebatnya! Tertebak pun tetep bikin aku senyum puas (dan jingkrak-jingkrak senang) pas tutup halaman terakhirnya. Dan aku selalu geleng-geleng kepala dan mikir, “Kok Kakak bisa kepikiran sejauh itu, sih?” Tokoh yang genius jelas lahir dari penulis yang genius.
Aku suka tokoh-tokohnya. Aku emang bilang hal yang sama ini berulang-ulang hampir di setiap novel yang kusuka, tapi kali ini, aku serius. Tokohnya beneran unik. Selain Hiro – yang kepedean dan sombong, yang jelas beda sama male lead chara kebanyakan (you know, yang biasanya charming and so all, dan anehnya, Hiro malah lebih menarik, padahal yang sering ditonjolkan itu kesombongan dan kemenyebalkannya, if that’s even a word), William – teman Hiro, juga unik dengan kelainan Obsessive Compulsive Disorder. Mungkin itu kelainan yang umum, soalnya adikku tau soal itu, tapi jujur aku baru tau, dan kelainan itu menarik banget di mataku. Ya, call me freak, tapi aku emang suka penyakit ato kelainan yang aneh-aneh. Dan yang aku suka dari itu adalah, kalo si penulis bisa mendeskripsikannya dengan sangat baik tanpa bikin aku bosen. Way to go, Kak! Aku juga suka sama Karen, tokoh ceweknya, dan suka chemistry di antaranya dan Hiro (Team Hiren!). Novel ini nggak banyak romantisnya. Seperti yang kita ketahui bersama, aku suka novel yang ada romance-nya, tapi aku suka novel ini, karna tetep ada romance-nya di bagian akhir (ups, spoiler alert, tapi sepertinya ini udah pada tau?). Dan yang kayak begini yang biasanya berhasil bikin aku klepek-klepek – you know, you just don’t see it coming! Hehehe.
Aku tau kak Windhy pasti sering denger permintaan ini, tapi aku cukup berharap karna ini aku yang minta, ada bedanya (alah). Ya, aku juga yakin, sih, kak Windhy pasti tau aku mau minta apa, tapi no pressure, sih. Aku berdoa aja, deh, semoga kak Windhy dapet ide buat Touché 3 terus serinya dilanjutin. And if it’s not too much to ask, kak Windhy dapet ide terus sampe Touché 7 ato mungkin 8, jadi ngalahin Harry Potter (muahaha). Tapi sekali lagi, no pressure, loh. Kalo maunya ngelanjutin Incognito juga nggak papa… *smirk*
Kayak novel-novel sebelumnya, novel ini page turner, jadi nggak makan waktu lama buat nyeleseinnya, juga mereviewnya. Dan yang bikin aku makin seneng, kak Windhy bilang dia nungguin reviewku. Jelas seneng, dong, diminta sama penulisnya langsung, padahal kan, reviewku biasa-biasa aja. Aku nggak merasa reviewku sebagus blogger-blogger lain di luar sana. Makasih ya, Kak. I’m honored, dan terharu (“:
And again, love the cover! Juga blurb-nya yang detail tapi bikin penasaran! Judulnya juga keren (kayaknya aku lupa sebut soal ini di review Touché yang pertama), dan cocok sama isinya. Alchemist! Always love that word. Dan yang juga luput dari review Touché pertamaku itu soal kutipan yang kak Windhy taruh di awal dan akhir novel. Pas banget, dan kece isinya! Kak Windhy sering bilang kalo dia nggak kayak penulis-penulis lain yang produktif – cepet banget ngehasilin novel barunya. Menurutku, itu bagus, karna liat buktinya, walaupun nulisnya lama, waktu buat risetnya banyak jadi novelnya juga kece abis! 
Aku tau, review harusnya objektif dan bisa maparin kekurangan dan kelebihan, dan itu yang bikin aku seneng bisa review seenak jidatku – aku nggak bisa nggak subjektif, dan kalo emang kusuka, jarang ada kelemahan yang bisa kusebutkan. Novel ini kayak novel-novel sebelumnya, lagi – bebas typo! Mungkin ada, tapi luput dari pengamatanku ato kelupaan, cuma ya, minim banget dan nggak fatal, makanya aku nggak ingat, dan nggak kusebut karna nggak perlu. Satu-satunya kekurangan yang ada, mungkin, kurang tebal? Hahaha. Tapi kayaknya udah pas, deh. Kalo panjang beresiko bikin bosan, walaupun aku tau aku nggak akan bosan. Yang penting aku tetep puas sepuas-puasnya!
Duh, pokoknya novel ini punya semua yang kusuka, deh. Ada lucunya juga. So, udah jelas kan, kenapa sangat kurekomendasikan? Dengan catatan, kalo selera kalian cocok denganku. Hehe. Well done again, Kak. You always amaze me. Semoga suatu hari kita bisa ketemu, walaupun aku nggak tau jelasnya mau ngapain kalo bener bisa ketemu. Mungkin ngobrol sampai mulut berbusa, tapi kayaknya kedengaran mengerikan dan mungkin kakak nggak bakal mau ketemu aku lagi, ato malah nggak pernah mau ketemu. Lol. Keep writing, Kak! Aku akan selalu menanti karyamu xD

No comments:

Post a Comment