Menu

Wednesday, 2 July 2014

[Book Review] Incognito by Windhy Puspitadewi


Judul Buku        : Incognito
Pengarang          : Windhy Puspitadewi
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 208 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Sisca dan Erik tidak pernah menyangka, perjalanan waktu yang selama ini hanya bisa mereka baca di buku akhirnya mereka alami sendiri!

Semua bermula ketika mereka harus mengambil foto di kawasan Kota Lama Semarang untuk tugas sekolah. Seorang pemuda bernama Carl tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan mengaku berasal dari masa lalu.

Sisca dan Erik mendadak terseret petualangan bersama Carl, pergi ke tempat-tempat asing, bertemu tokoh-tokoh sejarah yang selama ini cuma mereka temui dalam buku. Petualangan yang membuat mereka belajar banyak: menghargai waktu, persahabatan, dan diri mereka sendiri.


THE AUTHOR

Bernama lengkap Windhy Puspitadewi dan lahir tepat di hari Valentine (gampang diingat, jadi jangan lupa kadonya). Jika ingin tau novel apa saja yang pernah ditulisnya, silakan masukkan nama lengkapnya di paman Google. Sekarang sibuk bekerja sebagai abdi negara.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Sisca dan Erik tidak pernah akur, terutama karena ‘dendam’ Erik pada Sisca sejak hari pertama mereka masuk SMP. Sialnya, mereka malah selalu duduk di kelas yang sama, masuk ke SMA yang sama, ditugaskan dalam satu kelompok yang sama pula. Walaupun sering bertengkar setiap kali bertemu, mereka tetap mengerjakan tugas sekolah mereka itu bersama. Mereka memutuskan untuk pergi ke Kota Lama dan mengambil beberapa foto di sana. Satu kesamaan di antara mereka, mereka sama-sama tertarik dengan petualangan menjelajah waktu. Erik percaya hal itu sungguhan dapat terjadi, sedangkan Sisca tidak, tapi saat mereka mengalaminya sendiri, mereka pun menjadi sama-sama percaya, walaupun sama sekali tidak menyangka hal itu akan terjadi dalam hidup mereka.

Mereka pun berpetualang menjelajahi waktu bersama seorang cowok asing bernama Carl. Mereka bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal yang hanya mereka kenal lewat sejarah. Hal-hal yang tak pernah mereka bayangkan dapat terjadi dalam hidup mereka, tiba-tiba saja ada di depan mata untuk dihadapi. Mereka bertiga pun belajar mengenai banyak hal sepanjang perjalanan mereka bersama – mengenai pentingnya sejarah dan waktu, persahabatan, cinta, makna hidup dan juga keluarga. 


MY COMMENTARY

Dari awal aku udah tau, teenlit ini bukan sembarang teenlit, dan jelas bakal jadi salah satu favoritku. My cup of tea banget. Aku suka kisah fantasi dan petualangan. Aku juga suka romance, tapi jauh lebih suka kalo romance-nya itu di-wrap sama genre lain. Fantasy + adventure + romance = awesomeness! Belum lagi ada unsur-unsur komedinya. Kak Windhy emang kocak, sih, orangnya, jadi aku suka banget sama karya-karyanya. Di halaman ketiga aja aku udah ketawa. 
Emang dasarnya aku emang suka kisah petualangan menjelajah waktu, jadi aku klop banget sama novel ini. Aku suka sejarah, tapi karena sejarah itu sahabatan baik sama rasa bosan, jadinya aku seringan males, deh. Nah, novel ini pas banget buat aku, karena ada bawa-bawa sejarahnya, tapi nggak ngebosenin sama sekali. Justru menarik banget! Dan kayaknya novel ini novel yang paling butuh begitu banyak riset, deh. Aku nggak ingat ada novel lain yang penulisnya spent banyak waktu buat riset. Jadi, salut berat sama kak Windhy! Apalagi di ‘Writer’s Note’-nya ada dijelasin apa aja yang harus kak Windhy lakukan demi nulis novel ini. Keren banget, deh. Deskripsinya bagus dan detail, seakan-akan kak Windhy pernah menjelajah waktu beneran *kemudian jadi curiga* lol!
Selain sejarah, aku jadi bisa belajar dua bahasa, lagi – Belanda dan Jepang! Awalnya agak pusing sih, karena ngomongnya nyampur-nyampur. Tapi karena habis itu ada diterjemahin, jadi asyik juga. Sekalian belajar, gitu. Dan kerennya bisa ada satu kalimat full bahasa Belanda atau Jepang, gitu. Itu pasti susah, deh. Harus ngerti bahsanya dulu. Walaupun pembaca juga belum tentu tau itu salah ato benar, penulis tetap bertanggung jawab kasih yang benar – nggak boleh abal-abal, dan aku percaya kak Windhy orangnya begitu – bertanggung jawab sama apa yang ditulisnya. Dan bagusnya kak Windhy nggak sok-sokan, pake bahasa asing terus. Cuma awalnya doang, terus seterusnya pake bahasa Indonesia, tapi ceritanya mereka pake bahasa asing, gitu. Jadi kak Windhy nggak repot kasih dua bahasa, dan pembaca nggak capek juga bacanya. 
Nah, udahlah belajar sejarah, belajar dua bahasa baru, aku juga belajar pesan moral yang emang dari awal aku sukai mengenai penjelajahan waktu. Mungkin kalo dulu ditanya, “Kalo aku bisa balik ke masa lalu, apa yang ingin kamu ubah?” aku bakal bikin list hal-hal apa aja yang mau kuubah. Tapi belakangan aku makin sadar, semua hal terjadi karena emang harus begitu, dan kalo ada satu hal aja yang diubah di masa lalu, efeknya bakal kayak domino. Novel ini juga ngajarin hal yang sama, jadi nambah poin plusnya. Selain itu, ada tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan juga, jadi novel ini berwarna-warni. 
Tokoh-tokohnya juga unik dan lovable. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jadi berasa realistis. Chemistry antar tokohnya juga berasa, terutama tokoh-tokoh utamanya – Sisca, Erik, Carl. Tokoh-tokoh sampingan terutama yang dari masa lalu juga berasa hidup, bikin aku jadi penasaran, gimana ya, kalo aku beneran bisa ketemu tokoh-tokoh yang cuma kukenal lewat buku sejarah? Aku nggak tau soal Musashi, sih (sama kayak Carl), tapi pasti tetep keren. Aku tau aku mau ngapain kalo ketemu sama Archimedes dan Charles Darwin. Pertama, aku mau tabok mereka karena udah bikin aku repot harus mempelajari teori-teori dari mereka, tapi habis itu aku mau meluk mereka karena aku tau, mau gimanapun, mereka itu berjasa banget. Hehehe.
Alurnya mengalir banget, jadi seru hanyut dalam arusnya. Cuma butuh satu hari – nggak seharian full, lagi, buat nyelesein novel ini. Page turner, that’s the word! A lot of surprises, walaupun bisa aja dari awal udah ketebak, tapi somehow kak Windhy bikin hal-hal itu nggak ketebak. Mungkin karna alurnya yang mengalir, ya, jadinya nggak kepikiran, gitu. Entahlah, yang jelas, begitu selese baca, aku merasa puas banget. Pertanyaan-pertanyaan yang bikin aku penasaran di awal, semuanya kejawab seiring perjalanan. Dan aku jelas Team Sirik – Sisca-Erik. Bangga, nih, bisa bikin gabungan nama tokoh lagi. Dan pas juga aku emang sirik sama mereka, terutama sama Sisca. Enak banget bisa sama Erik terus. Mana Erik keren dan sweet banget, lagi! Terus pake topinya Heiji Hattori, kya! Ngomong-ngomong, aku baru potong rambut, dan tanpa disengaja modelnya jadi mirip Sisca #pentingbangetya. Hahaha!
Oke, lanjut ke cover dan desain layout. Cover-nya, terutama yang baru, attractive banget, aku suka! Cover serta blurb-nya memberi gambaran tentang inti cerita novelnya, dan bikin makin penasaran sama isinya. Sayangnya novelnya tipis, dan tulisannya besar, lagi, jadi ceritanya emang singkat aja. Tapi, font yang besar justru bikin pembaca nyaman bacanya, dan walaupun singkat, tetap entertaining dan memuaskan banget. Sama sekali nggak nyesel udah beli. 
Apa lagi, ya? Kayaknya itu aja. Kekurangan? Apa, ya. Aku nggak merasa ada yang mau kusebut, sih. Typo pun rasanya nggak ada. Hahaha. Recommended! Good job, Kak! Keep writing, ya! <3

No comments:

Post a Comment