Menu

Saturday, 5 July 2014

[Book Review] A Cat in My Eyes by Fahd Djibran


Judul Buku       : A Cat in My Eyes
Pengarang         : Fahd Djibran
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 190 halaman
My Rating          : 3 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Waktu kecil, kita sering bertanya, “Ma, aku keluarnya dari mana, sih?”atau “Pa, Tuhan itu siapa?” Tapi, semakin tua, kita semakin jarang bertanya. Hidup ini tidak lagi menarik tanpa pertanyaan. Monoton. Terjebak dalam rutinitas. Padahal, hidup yang nggak pernah dipertanyakan adalah hidup yang nggak layak diteruskan, kata Socrates. Nah, lho!

Mata kucing aja selalu bertanya. Coba, deh, tatap matanya. Sekarang giliranmu, nyalakanlah matamu dan bertanyalah!

“Saya ngiri sama Fahd. Dia sudah berani meninjau ulang kelaziman. Luar biasa!” - Bambang Q-Anees; Penulis, Penyair, Dosen Teologi dan Filsafat UIN Bandung

‘“Kontemplasi akan cinta, hidup, dan Tuhan,sangat terasa dalam tulisan-tulisannya. Meski kadang dibalut humor atau peristiwa sehari -hari yang kesannya sepele, sebenarnya ada kedalaman yang selalu dia ikut sertakan di sana.”  - Dewi ’Dee’ Lestari; Penyanyi, Novelis


THE AUTHOR

Fahd Djibran, menetap di Yogyakarta sambil terus belajar membaca dan menulis - mengakrabi buku-buku. Senang ngobrol dan berdiskusi. Mabuk buku-buku. Di waktu luangnya, ia menjadi Chief Creative Officer Otak Kanan dan memimpin redaksi di Juxtapose Korporasidea. Menyimpan minat yang besar pada musik, film, sastra, filsafat, spiritualitas, dan kreativitas.

(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Aku nggak tau mau mendeskripsikan buku ini seperti apa. Intinya buku ini kumpulan tulisan yang indah berisi ide-ide dan cara pandang sang penulis yang dicurahkan melalui diksi yang menarik. Seperti tagline-nya, buku ini emang memaparkan pertanyaan dan juga pernyataan – kadang penulis berusaha menjawab juga. Aku merasa buku ini seperti kumpulan filosofi in some sense, dan menarik untuk dibaca.


MY COMMENTARY


Walaupun aku suka membaca dan menulis, tapi sayangnya aku nggak memenuhi stereotipenya – you know, biasa yang suka baca dan nulis suka juga sama yang namanya sastra. Aku suka dan lumayan enjoy, sih, tapi entah kenapa aku cenderung bosan. Nah, buku ini ternyata sastra, dan yeah, aku nggak begitu tertarik, jujur aja. Entah kenapa buku ini berasa seperti buku kumpulan ide, dimana penulisnya bebas mencurahkan ide dan pandangan apa aja yang ada di otaknya, jadi rasanya tiap bab nggak begitu berhubungan satu sama lain. Aku suka ide dan cara pandangan kak Fahd, dan salut dia udah bisa nulis tulisan sedalam ini sejak SMA. Aku yang udah kuliah aja belum nerbitin sesuatu yang wow. Dan nggak jarang aku setuju dengan ide-ide yang dipaparkannya. Aku juga salut sama gaya menulisnya yang kece. Sampe dipuji mbak Dee yang udah terkenal itu, lagi.

Sama seperti buku ‘Derita Mahasiswa’ yang baru-baru ini kuresensi, buku ini juga udah kubaca sejak 9 bulan yang lalu, tapi kutinggal pergi untuk kuliah ke luar negeri, dan pas lagi pulang untuk liburan inilah aku sempet lanjut baca dan mereview-nya. Aku udah sedikit kehilangan feel-nya, tapi aku ingat, aku cukup irritated saat baca buku ini, bukan karena jelek, tapi karena not my cup of tea. Secara, selera orang berbeda-beda. Tapi, mau gimanapun, aku salut sama kak Fahd, karena model tulisan ini nggak semua orang bisa tulis. Aku pun nggak bisa – jelas sekali. Sama kayak mbak Dee, aku juga suka bab ‘Skizofrenia’ di buku ini. Aku setuju sama cara pandang kak Fahd, dan judul babnya emang keren. Hehehe.

Love the cover, too. Semacam maze, gitu. Cocok lah sama inti bukunya. Pertanyaan di otak kita emang nggak habis-habis, dan nggak semua bisa dijawab. Kadang, kayak terjebak di maze rumit dan kita nggak tau jalan keluarnya. Judulnya juga keren. Kucing, karena curiosity can kill a cat, ya? Entah apa hubungannya, sih, tapi menurutku cocok dan makes sense. Well, tapi kayaknya karna mata kucing yang selalu bertanya? Hehe. Dan hebat dicetul! Terus jadi ada tambahannya gitu, kan? Keren, keren.

Good job, kak! Maaf nggak bisa bilang banyak. Gimanapun, aku salut! Keep writing! :D

No comments:

Post a Comment