Menu

Thursday, 3 July 2014

[Book Review] Call Me Miss J by Orizuka



Judul Buku       : Call Me Miss J
Pengarang         : Orizuka
Penerbit           : Teen Noura
Jumlah Halaman : 332 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Tujuh alasan kenapa aku benci dipanggil Miss J:

7. Nama itu semacam pengingat kalau aku punya masalah penampilan.

6. Nama itu dikasih oleh orang yang paling kubenci sejagat raya.

5. Nama itu bikin aku ditertawakan seisi kantin.

4. Nama itu bikin aku terkenal (tidak dalam artian baik) dan jadi objek mading di sekolah.

3. Nama itu membuatku dihukum seminggu.

2. Nama itu bikin cowok yang kusukai bilang aku perlu berubah.

1. Praktisnya, nama itu bikin MALU.

Bisa bayangkan penderitaanku? Aku kan sudah kelas sebelas!

Bagaimana aku bisa memulai romansa SMA-ku kalau terus menerus dipanggil Miss J?


THE AUTHOR

Bernama lengkap Okke Rizka Septiana. Gadis penggemar thriller yang senang mempelajari berbagai bahasa asing ini lahir di Palembang dan besar di Cirebon. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama Kpoppers. Karya-karyanya antara lain: "Me & My Prince Charming", "Summer Breeze" (repackage: That Summer Breeze), "Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...!" (repackaged: Meet The Sennas), "Miss J" (repackaged: Call Me Miss J), "High School Paradise", "Fight for Love!", "Love United: High School Paradise 2nd Half", "The Truth about Forever", "17 Years of Love Song", "The Shaman", "FATE", "Our Story", "I for You", "With You", "Best Friends Forever", "The Chronicles of Audy: 4R", "Oppa and I", "Oppa and I: Love Missions", "Oppa and I: Love Signs", "Infinitely Yours". 


(Sumber: Website GagasMedia with a bit of modifications)


MY SUMMARY

Lea merasa kehidupan SMA-nya benar-benar sengsara. Sudahlah masa puber menyerang wajahnya dengan sadisnya sehingga jerawat memenuhi wajahnya dan susah dihilangkan, musuh bebuyutannya pakai acara menjulukinya “Miss J” yang semakin merusak reputasinya. Endless war antara Lea dan musuh bebuyutannya itu pun mengambil andil besar dalam penderitaan semasa SMAnya. Kisah cintanya pun cukup mengenaskan. Lea berjuang cukup keras untuk mengambil hati cowok dambaannya sampai terbutakan oleh hal-hal lain yang jauh lebih berharga. Setelah jatuh-bangun selama masa kelas sebelasnya yang menyengsarakan, Lea akhirnya belajar begitu banyak dan berhasil mengatasinya.


MY COMMENTARY


Satu kata buat novel ini – KOCAK! Aku tau kak Ori emang kocak orangnya – semua karyanya selalu bikin perut sakit saking banyak ngakaknya. Novel ini murni teenlit – I mean, seperti teenlit biasanya, lah. Ceritanya ringan dan agak umum – baik alur serta konfliknya, tapi seperti biasa, gaya bercerita kak Ori yang menyenangkan dan mengalir membawaku hanyut dalam arus tawa. Dan seperti biasa, aku selalu jatuh cinta sama tokoh-tokohnya, terutama male lead chara-nya.

Dari awal aku udah tau siapa nama tokoh cowoknya, dan aku juga udah yakin I would fall for him. Jadi sejak mulai baca, aku udah nunggu-nunggu munculnya si cowok ini (aku tiba-tiba nggak pengen sebut namanya, biar yang nggak tau apa-apa ikut penasaran pas bacanya. Hehehehe *evil laugh*). Aku cuma mau kasih tau nama team yang kuciptakan untuk novel ini. Aku jelas #TeamLeya, karena #TeamLemas kedengarannya aneh, kan? Dan aku juga suka tiga sahabat Lea + Rio! (nope, bukan Rio nama tokoh cowok utamanya yang bikin aku klepek-klepek, walaupun aku juga suka si Rio kece ini). Sayangnya, ada satu misteri yang belum kejawab di novel ini, si Rio itu suka siapa? Aku cukup yakin awalnya, siapa yang dia suka, tapi sampe di akhir nggak ada disebut. Aku jadi penasaran! *mari kita todong penulisnya* lol! Dan nama musuh bebuyutan Lea itu genius banget, sumpah!

Novel ini novel lama kak Ori yang cetul, jadi jelas aku seneng, karna nyari novel lama kak Ori itu susah – langka banget. Tapi ternyata, setelah cetul pun, novel ini tetep langka. For some reason, di toko buku kotaku susah banget nyari novel ini. Akhirnya setelah bertahun-tahun (ya kali) nunda-nunda terus, akhirnya aku kesampean beli dan baca novel ini. Dan seperti biasa, aku puas banget setelah selesai baca novel karya kak Ori. Aku salut berat sama kak Ori. Novel lamanya pun bagus-bagus. Novel yang ini lebih ke komedi, sih. Ada persahabatan dan romance-nya juga, tapi bukan novel sedih yang touching. Tetep page turner, dan tetep ada moral lesson-nya, walaupun bisa kasih salah pengertian. Aku yakin kak Ori nggak bermaksud mengajarkan pembacanya untuk membalas dendam ke musuh bebuyutannya, tapi kak Ori mau menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hahaha!

Suka cover-nya yang kuning terang and so eye-catching! Sama gambar dua sweater di setiap halaman bab baru… Aku belakangan baru ngeh, dan yang nanti udah baca pasti ngeh juga dan jadi berbunga-bunga sendiri gitu (ato cuma aku aja, ya?). So, yeah, jelas novel ini recommended. Novel kak Ori yang mana, sih, yang nggak bikin aku seneng, dikasih rating 5 of 5, sama jadi recommended novels dariku? Hahaha. Well done, Kak! I adore you! Keep writing, ya! <3


2 comments: