Menu

Saturday, 14 June 2014

[Book Review] Ai by Winna Efendi


Judul Buku       : Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti
Pengarang          : Winna Efendi
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 288 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu.
Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan


-Sei-

Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan - mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku - aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. Sekarang, semuanya sudah terlambat. Tidak. Semuanya sudah terlambat jauh sebelum hari ini - mungkin sejak festival musim panas itu, atau mungkin sejak kedatangan Shin. Dia telah memilih, sadar maupun tidak, dan orang itu bukanlah aku.

-Ai-

Aku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana, aku pun mulai jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu, datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai. Kami bahagia, tetapi suatu hari Shin pergi dan tak bisa kembali lagi.


THE AUTHOR

Winna Efendi, lahir di Jakarta, 1986, di bawah naungan zodiak Capricorn. Senang menulis dalam lembaran buku tulis lama hingga akhirnya bergabung dengan sebuah komunitas penulisan online. Novel pertamanya berjudul Kenangan Abu-abu, diterbitkan awal 2008. Ai adalah buku keduanya. Sekarang ini, Winna bekerja di bidang keuangan, serta menjadi kontributor di beberapa majalah online. Waktu luangnya dihabiskan untuk menikmati tumpukan DVD jadul, buku-buku yang tak pernah habis dilahap, dan menulis.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Ada yang bilang cowok dan cewek nggak bisa punya persahabatan yang murni, artinya tanpa rasa apa-apa. Jika cowok dan cewek berteman dekat, kemungkinan besar akan tumbuh rasa suka atau rasa cinta. Walaupun di salah satu novel kak Ori yang berjudul "I for You" nggal begitu, dimana kedua tokoh utamanya – Cessa dan Benji, yang telah bersahabat sejak kecil, malah nggak merasakan rasa cinta, melainkan hanya rasa sayang layaknya kakak dan adik. Berbeda dengan novel kak Winna yang berjudul "Refrain", dimana dua tokoh utamanya, Niki dan Nata, yang juga telah bersahabat sejak kecil, saling memiliki rasa cinta yang tumbuh dalam persahabatan mereka. Di novel kak Winna Efendi yang ini juga mengalami hal yang serupa.

Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Ai yang telah bersahabat dengan seorang pemuda bernama Sei sejak mereka berumur tiga tahun. Ada rasa yang tumbuh dalam persahabatan mereka, tetapi mereka mengabaikannya karena takut merusak persahabatan yang telah lama mereka jalin. Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan tambatan hati mereka masing-masing dan mulai melupakan rasa yang pernah tumbuh dulu. Berbagai rintangan berusaha merusak tali persahabatan mereka, tapi mereka berhasil bertahan. 


MY COMMENTARY

Kisah persahabatan yang diwarnai asmara emang udah sering dipakai, tapi kak Winna berhasil menyajikannya dengan cara yang unik, dimana konflik-konflik yang tumbuh terasa nyata, dengan rangkaian kata-kata yang mengalir dan menghanyutkan. Setting yang digunakan juga menarik, yaitu Jepang, yang dideskripsikan dengan sangat baik, membuatku merasa seperti masuk ke dalam setting cerita. Novel ini juga memperkenalkan budaya Jepang, seperti festival-festivalnya, tarian dan pakaian tradisionalnya, dan sebagainya. Sangat menarik.

Sampulnya yang berwarna turquoise dengan latar belakang pohon sakura dan gambar boneka kecil berbaju tradisional Jepang yang berwarna merah dengan rambut merah tua yang disanggul ke atas sangat sesuai dengan setting Jepang yang digunakan. Judulnya yang menggunakan nama tokoh utama – Ai, yang juga bisa berarti “cinta”, cocok dengan genre romance yang digunakan. Sampul yang memikat hati. Definitely recommended! Novel ini udah dicetak ulang dengan cover baru yang nggak kalah kece. Love it! Well done, kak. Keep writing!

No comments:

Post a Comment