Menu

Tuesday, 24 June 2014

[Book Review] 17 Years of Love Song by Orizuka


Judul Buku       : 17 Years of Love Song
Pengarang         : Orizuka
Penerbit           : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 206 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

"Nana, saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu berada di sampingmu. Menemani sepimu. Menghapus air matamu. Menjadi kekuatanmu. Aku ingin menjagamu. Aku ingin kau hanya menyusahkanku dan bergantung padaku."

Begitulah Leo, penyuka baseball yang pendiam, berkata dalam hatinya. Nana, gadis berkursi roda yang ia temui di sebuah padang ilalang indah di belakang sekolahnya, telah membuat dirinya berubah. Dari anak kota yang meremehkan kondisi kampung yang ia tinggali, Leo justru menemukan segalanya di sana. Persahabatan, tanggung jawab, sampai cinta. Namun, saat-saat indah itu hanya sekejap. Musibah yang datang bertubi-tubi memisahkan Leo dengan penyemangat hidupnya, Nana. Lima tahun Leo sibuk menyelusuri jejak gadis itu tanpa lelah. Saat bertemu kembali, Leo sadar bahwa semuanya telah berubah. Apalagi, Leo kini sudah punya idaman lain bernama Raras. Berhasilkah Leo dan Nana merajut kembali kenangan-kenangan yang indah seperti dulu? Atau seseorang harus ada yang kalah?


THE AUTHOR

Bernama lengkap Okke Rizka Septiana. Gadis penggemar thriller yang senang mempelajari berbagai bahasa asing ini lahir di Palembang dan besar di Cirebon. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama Kpoppers. Karya-karyanya antara lain: "Me & My Prince Charming", "Summer Breeze" (repackage: That Summer Breeze), "Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...!" (repackage: Meet The Sennas), "Miss J" (repackage: Call Me Miss J), "High School Paradise", "Fight for Love!", "Love United: High School Paradise 2nd Half", "The Truth about Forever", "17 Years of Love Song", "The Shaman", "FATE", "Our Story", "I for You", "With You", "Best Friends Forever", "The Chronicles of Audy: 4R", "Oppa and I", "Oppa and I: Love Missions", "Oppa and I: Love Signs", "Infinitely Yours". 
(Sumber: Website GagasMedia with a bit of modifications)


MY SUMMARY

Novel ini menceritakan seorang pemuda pecinta baseball bernama Leo. Perceraian kedua orangtuanya membuatnya harus memilih dengan siapa dia akan tinggal. Dia memilih untuk tinggal bersama ibunya, jadi dia harus ikut pindah dari Jakarta ke Purwakarta, kampung halaman ibunya. Si pendiam Leo nggak menyukai keramaian maupun bergaul. Itulah sebabnya, di jam istirahat, dia lebih senang menyendiri dibanding pergi jajan ke kantin yang penuh sesak oleh murid-murid lain.

Saat dia sedang bermain-main dengan bola baseball-nya di sebuah padang ilalang di belakang sekolahnya, dia bertemu dengan seorang gadis manis bernama Nana, yang ternyata selalu menyendiri di padang ilalang itu pada jam istirahat. Sejak saat itu, dia dan Nana menjadi teman baik. Mereka selalu menghabiskan jam istirahat mereka di padang ilalang itu. Tanpa sadar, mereka saling jatuh cinta. Mereka merajut kenangan-kenangan indah bersama selama waktu yang singkat itu, tanpa mengetahui apa yang menanti mereka di masa yang akan datang. Kebersamaan mereka pun tak berlangsung lama. Ibu Leo mengajak Leo kembali pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya. Hal itu membuat Leo maupun Nana merasa sedih, namun Leo berjanji dia akan sering-sering berkunjung.

Namun, sejak kepindahan Leo, banyak hal yang menghalangi pertemuan mereka kembali. Berbagai musibah datang bertubi-tubi dan memisahkan mereka. Selama lima tahun mereka terpisah, akhirnya benang merah kembali mempersatukan mereka. Walaupun ada banyak rintangan yang menghadang, tapi mereka tetap berhasil merajut kisah cinta mereka kembali. Namun, di luar dugaan, mereka kembali terpisah dan tak pernah bisa bersatu kembali, meninggalkan kenangan pahit-manis dan suka-duka dalam kisah cinta mereka. Mereka berbeda dunia, namun tetap memiliki hati masing-masing.


MY COMMENTARY

Kisah ini dimulai dari Leo yang udah beranjak dewasa, lalu bergerak mundur, mengenang memori dimana Leo baru pindah ke Purwakarta, lalu bertemu Nana, dan maju terus hingga kembali ke masa kini. Alurnya yang mundur-maju ini sangat menarik, membangkitkan rasa penasaranku. Apalagi dengan adanya sepatah dua patah kata di setiap akhir bab yang mengungkapkan isi hati Leo pada Nana, yang memercikan api penasaran di hatiku, membuatku ingin terus membaca ke halaman selanjutnya.

Walaupun ide ceritanya bisa dibilang cukup sederhana, nggak terlalu banyak konflik yang menegangkan, tapi kak Ori berhasil mengolahnya menjadi kisah cinta yang mengharukan. Setiap adegan kecilnya diisi dengan hal-hal unik yang menarik perhatianku. Percikan-percikan keromantisan di setiap babnya sanggup membuatku terbang ke langit ketujuh. Pemilihan kata-katanya tergolong simpel, nggak terlalu puitis ataupun menghanyutkan seperti novel-novel kak Ori yang selanjutnya, tapi bahasanya yang simpel dan komunikatif itulah yang mudah dicerna olehku dan tetap aja sanggup membawaku tenggelam dalam arus ceritanya.

Adanya twist di beberapa adegan membuat novel ini semakin menarik. Kak Ori nggak lupa menyuntikkan adegan-adegan lucu untuk menghibur para pembaca. Bahkan, ada beberapa adegan lucu yang terselip dalam adegan serius. Hal ini membuat kisahnya nggak membosankan. Seperti biasa, kak Ori sukses menghidupkan tokoh-tokohnya. Tokohnya terasa begitu realistis dengan kepribadian-kepribadian yang unik.

Sampulnya yang menampilkan siluet seorang laki-laki dan perempuan yang sedang duduk bersebelahan sambil menikmati matahari terbenam di pinggir pantai benar-benar menggugah hati. Selain itu, gambar itu juga cocok untuk dijadikan simbol yang menggambarkan isi novel ini. Judul yang digunakan juga sesuai dengan isi novel. Sangat menarik. Dengan melihat sampul dan judulnya aja, para pembaca udah bisa menebak bahwa novel ini novel romantis. Tapi tetep aja, nggak ada yang bisa nebak alur ceritanya.

Sayangnya, desain layoutnya kurang mendukung dan kurang menarik. Spasinya yang terbilang rapat membuatku kurang nyaman saat membaca, ditambah lagi dengan jenis fontnya yang kurang enak dipandang dan ukuran yang agak kecil. Selain itu, halamannya yang tipis membuat pembaca mengira kisah di dalamnya singkat, kurang memuaskan. Namun, di balik kisah singkat itu, ada banyak hal romantis dan mengharukan yang memberi kesan mendalam bagiku. Akhirnya yang mengharubiru pun membuatku puas setelah membacanya. Dan yang bikin novel ini spesial, ini buku pertama yang aku beli via online. Hehehe. Recommended! Well done, kak. Keep writing!

2 comments: