Menu

Wednesday, 26 February 2014

[Book Review] Melbourne: Rewind by Winna Efendi


Judul Buku        : Melbourne: Rewind
Pengarang          : Winna Efendi
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 340 halaman
My Rating          : 5 of 5 

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)

BLURB

Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia. Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Enjoy the journey,

EDITOR


THE AUTHOR

Winna Efendi, lahir di Jakarta, 1986, di bawah naungan zodiak Capricorn. Senang menulis dalam lembaran buku tulis lama hingga akhirnya bergabung dengan sebuah komunitas penulisan online. Novel pertamanya berjudul Kenangan Abu-abu, diterbitkan awal 2008. Ai adalah buku keduanya. Sekarang ini, Winna bekerja di bidang keuangan, serta menjadi kontributor di beberapa majalah online. Waktu luangnya dihabiskan untuk menikmati tumpukan DVD jadul, buku-buku yang tak pernah habis dilahap, dan menulis.
(Sumber: Website GagasMedia)

MY SUMMARY

Cinta yang hilang, lalu ditemukan kembali, atau cinta yang tumbuh dari benih baru? Atau mungkin, cinta yang tak pernah hilang, hanya terkikis oleh waktu? Max dan Laura tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang mereka rasakan. Benang merah mereka memang pernah saling tertaut, namun itu di masa lalu.

Tahun-tahun berlalu, mereka pun mulai move on. Namun, ketika takdir kembali mempertemukan mereka, mereka jadi bingung dengan perasaan masing-masing. Mereka mulai kembali merajut kenangan, mengisi tanda tanya besar di kepala mereka selama mereka berpisah, melakukan hal-hal yang dulu mereka lakukan bersama.

Ada hal-hal yang berubah, namun ada juga hal-hal yang masih tetap sama seperti dulu. Rasa-rasa mulai bermunculan, membuat mereka semakin bingung harus mereka bawa kemana hubungan mereka. Konflik-konflik berdatangan, berusaha memisahkan mereka. Namun, cinta sejati memang selalu pulang kembali ke rumah yang tepat, bukan begitu?


MY COMMENTARY

Aku cinta setiap inchi dari novel ini. Mulai dari tema yang diangkat, mengenai cinta lama, kenangan, masa lalu, patah hati dan jatuh cinta. Tema yang umum, namun diracik sedemikian rupa jadi sesuatu yang fresh dan menggugah selera. Bagaimana alurnya yang maju mundur mengombang-ambingku. Di satu waktu membuatku penasaran berat, di waktu lain membuatku ber-oh-ria. Nggak ada tumpukan informasi. Rahasia demi rahasia diungkapkan satu per satu, jadi pembaca nggak ngos-ngosan ngejar alur, tapi ngalir begitu aja, menikmati setiap kejutannya.

Lalu, permainan sudut pandangnya juga menakjubkan. Pergantian sudut pandang membuat pembaca mengenal tokoh lebih dalam dan melihat dari berbagai sisi. Tokoh yang ada juga lovable. Kedua tokoh utamanya berhasil membuatku benar-benar jatuh cinta. Kak Winna benar-benar menyelami setiap tokoh, mengenali seluk beluk kehidupan mereka. Apa yang disuka, apa yang dibenci, kebiasaan-kebiasaan kecil, hobi, ambisi, semuanya. Love Max and Laura!!

Belum lagi latar yang digunakan, sangat menarik dan jarang diangkat. Melbourne, salah satu kota di Australia yang jarang dimasukkan dalam destinasi travelling (menurutku, sih, karna seringan Sydney, kan), tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kak Winna menjamah setiap sudut kota Melbourne, memperkenalkan kota yang tak kalah indahnya ini pada para pembaca. Pendeskripsian dan research yang luar biasa, membuatku merasa seperti sedang berada di sana. Bahkan, jadi pengen pergi ke sana juga.

Cover, desain layout, semuanya benar-benar fantastis! Bagaimana setiap bab diberi judul lagu, yang mewakili seisi bab tersebut, dengan potongan-potongan lirik yang benar-benar pas sama isinya. Juga ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan tempat-tempat yang menjadi latar sebuah adegan, membuat pembaca semakin mudah membayangkan tempatnya. Ada juga postcard dan bookmark yang keren di dalam novelnya.

Ending-nya menggantung a.k.a open ending, jadi kayaknya bakal ada lanjutannya (amin!). Pokoknya novel ini recommended banget, deh. Terlalu sayang untuk dilewatkan! Percayalah, kalian nggak bakalan nyesal. Bahkan, mungkin kalian bakal rela baca berulang-ulang saking bagusnya (itulah yang akan kulakukan!). Yang bikin makin spesial, novel ini hadiah sweet seventeen dari salah satu temen baikku. Love itWay to go, kak! You impressed me one more time.

7 comments:

  1. penasaran sama stpc, melbourne banyak yang bilang bagus :)

    ReplyDelete
  2. Wuih...makin banyak yang udah baca Melbourne: Rewind, belum kesampaian baca ini nih... :D

    ReplyDelete
  3. Udah baca Bangkok? Lebih bagus dari pada ini sih menurut aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku blm baca Bangkok. Wah.. jadi penasaran! Semoga pas pulang bs beli n baca deh :3 Thanks recommendnya :3

      Delete