Menu

Wednesday, 5 February 2014

[Book Review] Beauty Sleep by Amanda Inez


Judul Buku        : Beauty Sleep
Pengarang          : Amanda Inez
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 220 halaman
My Rating          : 4.5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Tuan Putri,

Kita berasal dari tempat yang berbeda.

Aku berasal dari Amerika, sementara dirimu gadis Indonesia penyuka bunga matahari. Kita dipertemukan oleh surat-surat dan kartu pos dari ibumu yang berhasil diselamatkan dari sebuah Kantor Pos yang terbakar. Setelah itu, hari-hari kita lebih berwarna, meski matamu hanya melihat kegelapan.

Namun kini, aku bahkan tak bisa melihatmu tersenyum. Dirimu disekap tidur panjang tanpa tahu kapan akan membuka mata. 

Aku merindukanmu, Putri. Kumohon, bangunlah!


THE AUTHOR

Amanda Inez lahir Jakarta, lalu pindah ke Toronto, Kanada untuk melanjutkan kuliahnya (Akuntansi). Ia suka sports, musik, menulis, traveling dan volunteeringBeauty Sleep adalah novel pertamanya.
(Sumber: Goodreads, translated by me)


MY SUMMARY

Berkisah tentang seorang pria (yang memanggil dirinya si ‘Bodoh’) yang sedang menulis surat untuk teman dekatnya – seorang gadis buta (yang dipanggil si pria ‘Tuan Putri’) yang sedang ‘tertidur’. Ia mengungkapkan rahasia-rahasia yang tak pernah ia ungkapkan sebelumnya,  tentang asal usulnya yang adalah anak yatim piatu di Amerika, yang diajak sahabatnya merantau di Indonesia. Ternyata, sahabatnya itu hanya memanfaatkannya dan mencampakannya begitu saja. Ia pun luntang-lantung di Indonesia, sampai akhirnya mendapat pekerjaan menjadi seorang pemadam kebakaran.
      Suatu hari, sebuah gedung pos kebakaran, dan pria itu berhasil menyelamatkan orang-orang dan paket-paket yang ada di dalamnya. Salah satu paket terlupakan oleh petugas pos yang ada, jadi pria itu merasa bertanggung jawab untuk mengantarkan paket itu, yang mempertemukannya dengan Daniel, sepupu si gadis. Ia pun bertemu dengan sang Tuan Putri dan berkenalan. Sejak saat itu, mereka menjadi semakin dekat. Si Bodoh senang menemani sang Tuan Putri ke jalan-jalan – mostly ke gereja, atau sekadar mengobrol di rumah gadis itu.
      Sesuatu terjadi, menyebabkan sang Tuan Putri tertidur. Tapi itu tidak menghentikan si Bodoh mengunjungi dan menemani sang Tuan Putri. Sayangnya, ada saja yang terus memisahkan mereka. Si Bodoh dipaksa untuk pulang kembali ke Amerika, dan ia pun memutuskan untuk memberikan sang Tuan Putri yang masih tertidur hadiah terakhir, termasuk buku yang ditulisnya, yang ternyata membawa berkah baginya.  


MY COMMENTARY

Novel yang unik, dengan sudut pandang kedua dan nama tokoh yang misterius – si Bodoh dan Tuan Putri. Aku selalu tertarik sama sudut pandang kedua, karena jarang dipakai dan menurutku agak susah dipakai. Tapi kak Amanda berhasil menggunakannya dengan baik. Walaupun isinya hanyalah cerita dari si Bodoh pada Tuan Putri, alurnya tetap menarik dengan konflik-konflik yang saling bersangkut paut dan timeline yang maju mundur – membuatku penasaran, karena kadang satu misteri diceritakan di bab yang ini, dan pengungkapannya ada di bab lain, jadi memacuku untuk terus membaca.
      Sedikit bosan sih, karena ya, lebih banyak narasi. Tapi kak Amanda nggak melupakan dialog, kok. Mungkin karena bahasanya yang baku, jadi aku rada bosan. Reasonable, sih, karena mungkin aja si Bodoh lebih sering pakai bahasa Inggris, dan yang kita baca terjemahannya. Biasa terjemahan kan, lebih baku. Aneh kalau pakai bahasa gaul. Lagian, ini masuk kategori Young Adults buatku, jadi ya, formal is quite reasonable.
      Walaupun yang nulis cewek, aku tetep kebawa suasana dan ngerasain aura cowoknya, entah kenapa. Mungkin karena nggak terlalu sentimental. Dan berasa banget sifat tokoh utamanya. Si Bodoh terkesan polos dan sedikit kekanakan. Selama dia barcerita, aku stuck dengan penokohan anak kecil yang yatim piatu – polos dan lugu, walaupun dia udah gede. Mungkin emang itu sifatnya – well, I’m pretty sure it is, which means, penokohan kak Amanda bagus.
      Agak membingungkan sih, dengan alurnya yang maju mundur, but above it all, I enjoy reading it. Covernya kece banget lagi! Pake acara ada bajunya gitu. Recommended, karena ini novel terunik yang kece. Good job, kak! Keep writing!

No comments:

Post a Comment