Menu

Friday, 5 July 2013

[unforgotTEN GagasMedia] Kenangan Bersama GagasMedia


Dalam rangka memperingati HUT ke-10 GagasMedia, para penulis dan editor pada nulis tentang kenangan mereka bersama Gagas, jadi aku tergiur untuk ikutan.

(https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151729378668980&set=a.484437473979.288648.51708988979&type=3&theater)

Well, aku emang bukan (ralat: belum) menjadi salah satu kru GagasMedia, tapi nggak apa-apa, dong, ikutan? Pembaca kan, juga termasuk keluarga Gagas *wink-wink*

Aku udah suka baca novel sejak SMP, tapi dulu masih lugu (sekarang juga, sih *pasang innocent face*), jadi nggak kenal sama penerbit ini itu. Taunya cuma baca aja. Sejak SMA, saat mimpiuntuk menjadi penulis mendatangiku (halah!), aku mulai kenal sama berbagai penerbit, salah satunya GagasMedia. Novel Gagas yang pertama kali kubaca itu "Infinitely Yours" by kak Orizuka, aku baca di tahun 2011/2012. Sejak itu, aku jadi #GagasAddict! Aku selalu suka sama novel-novelnya Gagas, mulai dari cover dan desain layoutnya yang selalu memukau, blurbnya yang selalu menggugah hati, sampai aksesoris lainnya, dan tentu saja isinya. Genre novel-novel Gagas juga sesuai banget sama genreku!

Itu kesanku sebagai pembaca. Kalau sebagai calon penulis? Karna masih pemula, dan juga masih muda (ehem), jadi, aku masih ngincer penerbit-penerbit yang biasa-biasa dulu (Gagas itu luar biasa!). Selain itu, aku juga milih penerbit yang nerima via email, karna aku nggak dikasih ngeprint banyak-banyak sama Mama (habisin tinta, katanya. Dan aku belum 100% direstui dengan mimpiku ini. Hiks!), belum lagi kirim pos, yang mungkin ongkirnya mahal karna aku tinggal di kota yang jauh. Nah, karna Gagas nggak nerima naskah via email, dan juga terlalu tinggi untuk diraih, Gagas belum masuk ke list penerbit incaranku.

Tadinya aku pikir, yang penting diterbitin dulu. Urusan sama siapa, nggak peduli. Karna sekali aku berhasil tembus untuk diterbitin, kali aja bakal banyak tawaran dari penerbit lain. Tapi, ada satu kerinduan (tsah!) buat nerbitin novel di Gagas. Siapa sih yang nggak mau? Jadi, doain aku ya, Gas. Nanti kalau aku udah bisa biayain diriku sendiri, baru aku ngeprint naskahku sendiri dan kirim ke Gagas (lebih bagus lagi kalo bisa nganterin langsung ke kantor. Amin!). Aku pengen (pake ‘banget’) jadi salah satu dari tim Gagas. It must feel good to be one! Apalagi setelah baca kisahnya penulis-penulis dan editor Gagas yang mengharukan itu (hiks!). Mohon doanya, ya, Gas!

No comments:

Post a Comment