Menu

Saturday, 25 January 2014

[Reading Challenge] New Authors Reading Challenge 2014 Master Post

Kak Ren kembali mengadakan New Authors Reading Challenge. Yay!

RULES

1. Durasi challenge ini adalah setahun. Dimulai dari tanggal 1 Januari -31 Desember 2014

2. Buku yang dibaca hanya buku fiksi. Berikut ini adalah buku yang tidak termasuk dalam reading challenge ini : Komik, Graphic Novel, Buku Non Fiksi (biografi, travelogue, dll), Kumcer (Anthology), Novella dan Novelette (cerpen)

Catatan 1 : Jumlah halaman minimal buku yang bisa masuk dalam challenge ini adalah 200 halaman. Jika kalian membaca versi ebook, silakan gunakan versi paperbacknya sebagai acuan (bisa dilihat di Goodreads atau Amazon). Jika tidak ada versi paperbacknya, silakan mengacu pada ebook yang kalian baca.
Catatan 2 : Untuk kategori Gagas Duet, mohon tidak dimasukkan bila dalam 1 buku ada dua cerita yang hanya memiliki kesamaan melalui tema, bukan merupakan satu cerita yang utuh. 

3. Harus karya pengarang yang baru bagi kalian. Jadi belum pernah dibaca sebelumnya. Apakah debut masuk? Boleh. Apakah karya lama (misal genre classic) masuk? Selama pengarang itu tidak pernah kalian baca karyanya, maka diperbolehkan.

4. Diperbolehkan membaca baik edisi terjemahan maupun edisi bahasa asli (Inggris, Korea, Jepang, Jerman, etc). Pengarang dari Indonesia maupun dari luar negeri diperbolehkan.

5. Tidak diperbolehkan re-read (membaca ulang)

6. Jika buku yang dibaca adalah bagian dari serial, hanya buku pertama yang masuk dalam challenge ini. Buku selanjutnya tidak dihitung. Tetapi tidak masalah jika by accident, kamu malah membaca buku yang ke-2 atau ke-3, selama itu kali pertama kalian membaca buku karya pengarang yang bersangkutan.

7. Satu pengarang satu buku. Jadi jika nanti ada entri double saat update progress, kak Ren berhak untuk menghapusnya

8. Boleh digabung dengan reading challenge lain, baik dari blog ini, blog-blog lain atau challenge di Goodreads.

9. Tidak wajib membuat master post. Jika tidak membuat masterpost, mohon setelah mendaftarkan link blog kalian di linky yang disediakan di akhir postingan ini, sebutkan level yang akan kalian ambil di kolom komentar.

Bagi yang tidak punya blog, bisa membuat shelf di Goodreads dengan nama shelf "Challenge New Author RLC 2014", dan silakan daftarkan linknya di linky yang disediakan. Jika tidak punya Goodreads dan blog, silakan hubungi kak Ren.

10. Level challenge "New Authors" :

Easy : 1-15 buku
Middle : 15-30 buku
Hard: 30-50 buku
Maniac : > 50 buku

Naik level diperbolehkan, jika peserta mengambil level Easy, Middle, dan Hard. Mohon untuk memberitahu kak Ren di postingan ini jika ingin naik level :)

11. Tidak wajib untuk mereview. Jika ingin mereview, bisa menulis review di blog maupun Goodreads. (atau di notes FB)

12. Pendaftaran dibuka mulai hari ini (2 Januari 2014) dan dibuka sampai 1 Desember 2014. Peserta dibebaskan untuk mendaftar kapan saja. 

13. Update reading progress akan dibuka setiap dua bulan sekali. Dan akan diadakan giveaway untuk peserta yang mengupdate progressnya saat link update dibuka. Boleh mendaftarkan reviewnya atau wrap up untuk update reading progress.

14. Blogger yang menjadi partisipan, mohon untuk mencantumkan button reading challenge ini di masterpost (jika membuat) dan sidebar blog kalian dan dilink kembali ke postingan ini


Dan kali ini, untuk giveawaynya akan ada :

BIMONTHLY GIVEAWAY

Giveaway yang diadakan tiap 2 bulan sekali untuk partisipan yang mengupdate reading progressnya di link yang telah disediakan. Akan diambil 2 pemenang tiap bulannya, dan mendapatkan hadiah buku dengan nominal 50000 rupiah

GRAND PRIZE GIVEAWAY

1. Peserta yang berhasil menyelesaikan challenge dengan level MANIAC akan mendapatkan hadiah buku dengan nominal 150000 rupiah. Jika peserta yang berhasil lebih dari satu orang, akan diundi
2. Peserta yang berhasil menyelesaikan challenge ini dengan jumlah buku terbanyak (lebih dari 50 buku) akan mendapatkan hadiah buku dengan nominal 200000 rupiah. 

Jadi, tunggu apalagi? Ayo serbu!!

Aku ikutan, dong! Seperti tahun lalu, mulai dari level Easy dulu. Semoga bisa naik terus sampai Maniac! Wish me luck! :D

[Book Review] Always, Laila by Andi Eriawan


Judul Buku        : Always, Laila
Pengarang          : Andi Eriawan
Penerbit            : GagasMedia
Jumlah Halaman : 240 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Gemuruh di hatiku mereda sendirinya, langit menjadi lebih cerah, dan udara tak lagi menyesakkan dada. Mungkin karena telah kutemukan

definisi lain dari cinta. Makna tak lagi berasal dari pertemuan dan rasa rindu membuatku bahagia
"Perempuan menulis dengan 'jiwa'. Laki-laki menulis dengan 'apa adanya'. Maka yang terjadi adalah cerita dari dua sisi yang dilihat dengan 'rasa'. 

(Anjar – Penulis Beraja)



THE AUTHOR

Nggak nemu bionya dimana-mana. Kayaknya mesti nyari di back cover bukunya, nih. Entar deh, ya :D


MY SUMMARY

Cinta pada pandangan pertama. Menurutku, itu yang Pram rasakan terhadap Laila. Saat dia pertama kali liat Laila, dia langsung tertarik seperti magnet. Cinta pada pandangan pertama biasanya bicara tentang ketertarikan fisik. Laila emang cantik, jadi nggak heran banyak yang tertarik sama dia. Tapi Pram nggak ngerasin hal yang sama Cinta pada pandangan pertama biasa disebut cinta yang dangkal dan beralasan, jadi gampang luntur. Sedangkan cinta Pram ke Laila nggak pernah luntur, bahkan semakin hari semakin bersinar. Itu karna dia emang bukan cuma tertarik fisik, tapi semua hal tentang Laila narik dia kayak matahari yang selalu dapat perhatian bunga matahari.

Mereka masuk ke SMA yang sama, bertemu dan berkenalan, jadi temen dekat dan akhirnya pacaran. Hubungan mereka dekat kayak sahabatan, jadi ya, nggak menye-menye gitu. Hari-hari yang mereka lalui ceria dan menyenangkan banget. Walaupun nggak seromantis pasangan lain, tapi mereka bahagia. Justru itu yang kusuka, pasangan sederhana yang nggak over romantis. Justru itu yang bikin langgeng (menurutku, sih).

Sayangnya, seperti hubungan-hubungan lain, hubungan mereka pun ada yang menghalangi. Laila memutuskan hubungan itu satu pihak, karena suatu alasan, lalu meninggalkan Pram begitu aja. Pram yang sangat mencintai Laila pun jatuh terpuruk. Laila sebenernya masih cinta sama Pram, tapi dia terus menyangkalnya. Dan ketika akhirnya dia sadar kalo cintanya pada Pram nggak akan pernah berubah, dan cinta Pram ke dia juga sama besarnya (bahkan lebih besar), semuanya udah terlambat )):


MY COMMENTARY

Kisah yang mengharu-biru, seperti cerita cinta lainnya. Tapi, yang bikin novel ini beda dari yang lain adalah gaya menulisnya. Novel ini ditulis oleh kaum adam (hehehe ini alay, ya), nggak seperti biasanya. Jelas tampak perbedaan yang jelas di antara tulisan kedua gender ini. Sesama gender aja bisa beda, apalagi kalo berlawanan. Karena kaum pria cenderung menggunakan otak dibandingkan perasaan (katanya loh, ya), jadi kisah cinta yang sedih ini pun nggak overdramatik (bukan berarti cewek itu overdramatik, ya. You know what I mean, lah). Gaya bahasanya simpel, tapi sangat menyentuh.

Aku suka permainan alur yang digunakan. Bab yang satu menceritakan masa kini, bab selanjutnya mundur ke masa lalu, dan begitu seterusnya. Maju mundur, tapi nggak bikin bingung, adanya malah membangkitkan rasa penasaran. Menyimpan misteri, yang satu per satu terungkap. Alurnya begitu mengalir dan menghanyutkan. Aku inget bacanya di kamar Mama, tiduran sama adik di tempat tidur. Satu hari aja selesai (cuma beberapa jam aja, malahan). Ah, good time!

Adegan-adegan yang disajikan pun unik. Sederhana, tapi menyenangkan. Nggak romantis-romantis amat, tapi berkesan. Aku suka banget sama dua tokoh utamanya. Laila yang cerewet dan lucu. Pram yang jail dan gemesin, juga penuh kejutan. Begitu hidup. Begitu nyata. Aku sangat menikmati perjalanan hubungan mereka yang berkembang di setiap babnya.

Konflik yang muncul pun nggak disangka-sangka, bukan konflik pasaran yang remeh, melainkan konflik yang cukup rumit. Walaupun penulisnya nggak mendeskripsikan beberapa hal secara detail, tapi justru itulah yang membuatnya to the point, nggak bertele-tele, langsung jleb! Covernya yang kalem, puisi so sweet karya Pram yang dipajang di blurb-nya, semuanya kece! Aku suka banget sama novel ini! Sangat berbeda dari novel-novel yang pernah kubaca sebelumnya. Recommended! Good job, kak! You impressed me! Keep writing ;D

[Book Review] Cinta Brontosaurus by Raditya Dika


Judul Buku       : Cinta Brontosaurus
Pengarang          : Raditya Dika
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 152 halaman
My Rating          : 4 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Ada satu adegan yang mana gue harus berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga. 
Dengan menyeimbangkan emosi dengan karakter. 
Dengan masuk ke dalam jiwa sang tokoh. 
Dengan total. 
Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh! 
Setelah selesai shooting, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting. 
‘Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?’ gue nanya dengan pede. 
‘Kayak babi lepas,’ dia jawab santai. 

Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.


THE AUTHOR

Raditya Dika (Dika Angkasaputra Moerwani) lahir di Jakarta, 28 Desember 1984. Aktif menulis buku, skenario film layar lebar, dan sesekali main futsal. Buku-buku karyanya: "Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh", "Cinta Brontosaurus", "Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa", "Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang", "Marmut Merah Jambu", dan "Manusia Setengah Salmon".
(Sumber: Website GagasMedia dan Wikipedia)


MY SUMMARY

Sebuah karya tulis nggak selalu memerlukan ide yang cetar membahana. Hal-hal kecil di sekitar kita dapat dijadikan bahan menulis. Itulah yang berhasil bang Dika sajikan dalam buku ini. Kejadian-kejadian kecil yang dialaminya sehari-hari diolahnya menjadi cerita kocak yang menggelitik saraf tertawa pembaca. Dia menceritakan pengalaman pribadinya seperti sedang curhat pada para pembacanya.

Ada kisah tragis tentang mobil pertamanya yang babak belur akibat gaya mengemudinya yang amburadul dan diam-diam menyimpan dendam yang akhirnya terbalaskan. Ada juga pengalaman memalukannya semasa sekolah, pengalaman cintanya yang konyol (tapi menyedihkan), pengalamannya menderita penyakit aneh, sampai tentang kucing peliharaannya yang jatuh cinta.


MY COMMENTARY

Kesulitan seseorang untuk melucu atau menulis genre komedi adalah takut leluconnya garing. Tapi,  bang Dika sukses menaklukkan kesulitan itu. Dengan bahasanya yang mengalir dan apa adanya, dia berhasil membuatku ngakak guling-guling. Nggak ada unsur paksaan dalam lelucon yang dia lontarkan, jadi aku juga nggak terpaksa ketawanya.

Gaya bahasanya yang ringan membuatku makin mudah terbawa suasana yang diciptakan. Ada tiga belas cerita pendek yang disajikan, semuanya berhasil membawa gelak tawaku. Bukunya emang tipis, tapi satu buku itu udah sanggup membuatku tertawa terbahak-bahak. Justru karna jumlah halamannya yang tipis ini yang membuatnya cocok untuk dibaca kapan aja, di sela-sela kesibukan, untuk menghilangkan penat di kepala. Harganya murah, lagi! Walaupun tipis, tapi worth it, deh!

Buku yang udah difilmkan ini emang memiliki keunikannya sendiri. Walaupun filmnya nggak sama persis dengan isi bukunya, tapi aku ngerti kenapa Production House mau mengadaptasikannya ke layar lebar. Gaya menulis bang Dika yang lugu dan apa adanya ini menjadi sesuatu yang fresh dan sangat menghibur. Recommended! Kocak abis, dah! Well done, bang. Keep writing!

[Book Review] Swiss: Little Snow in Zurich by Alvi Syahrin


Judul Buku       : Swiss: Little Snow In Zurich
Pengarang          : Alvi Syahrin
Penerbit            : Bukune
Jumlah Halaman : 308 halaman
My Rating          : 3 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Di Zürich,

Ada kisah tentang salju yang hangat, tentang tawa yang mencair.  Membuat Yasmine tersenyum bahagia.
Ich liebe dich,”­­— aku mencintaimu — bisik gadis itu, membiarkan repih salju membias di wajahnya. Manis cinta dalam cokelat yang laki-laki itu berikan membeku menjadi kenangan di benaknya, tak akan hilang.

Di puncak Gunung Uetliberg — yang memancarkan panorama seluruh Kota Zürich — bola-bola salju terasa hangat di tangannya, kala mereka bersisian. Dan, Jembatan Münsterbrücke, jembatan terindah dan tertua di Zurich, seolah bersinar di bawah nyala lampu seperti bintang.

“Salju yang jatuh perlahan di dermaga Danau Zürich yang menawan, jika aku jatuh cinta, tolong tuliskan cerita yang indah,” bisik gadis itu. Ia tahu telah jatuh cinta, dan berharap tak tersesat.

Namun, entah bagaimana, semua ini terasa bagai dongeng. Indah, tetapi terasa tidak nyata.

Tschüs—sampai jumpa—Yasmine, semoga akhir kisahmu indah,

Alvi Syahrin


THE AUTHOR

Alvi Syahrin, lahir di Ambon pada tanggal 20 Januari 1992. Kini berdomisili di Surabaya. Selalu merindukan hari libur. Selalu menyukai sesuatu yang berkonsep tentang "pulang". Paling suka hari Jumat. Selalu mengharapkan gerimis pada Sabtu pagi. "Dilema" adalah novel pertamanya yang juga diterbitkan di Bukune.
(Sumber: Back cover novelnya)


MY SUMMARY

Pertemuan Yasmine dan Rakel adalah pertemuan yang biasa-biasa aja. Mereka kebetulan sama-sama suka nongkrong di sebuah dermaga, dan selalu bertemu di sana. Tapi, mereka nggak pernah nyangka kisah mereka akan lebih dari itu. Dimulai dari percakapan basa-basi, sampai janji untuk terus bersama. Awalnya, mereka nggak sadar ada sesuatu yang lebih besar dari rasa penasaran yang mengikat mereka berdua. Dan ketika akhirnya mereka sadar, semuanya udah terlambat. Sebenarnya, mereka bisa terus bersama dari awal, tapi kebutaan mereka terhadap rasa membuat mereka harus menghadapi rintangan demi rintangan.


MY COMMENTARY 

Aku sama sekali nggak nyangka penulisnya cowok. Maaf, tapi jujur saaja, namanya mirip nama cewek – well, karna ada teman cewekku yang namanya Alvi juga, jadi ya, aku langsung ngira Alvi yang ini juga cewek. Tapi, sepertinya aku nggak sendirian dalam hal ini. Banyak yang salah sangka juga, kan? Iya, kan? *melotot*. Gaya penulisannya emang beda dari penulis cewek, tapi ada unsur-unsur tertentu yang bikin aku terus nganggap kalau ini tulisan cewek (sungguh maaf, Kak!).

Ide ceritanya bisa dibilang sederhana dan umum, tapi ada unsur unik dan twist-nya sedikit. Kalo boleh jujur, sih, aku agak kecewa setelah baca. Mungkin karna aku naroh harapan yang terlalu besar dari novel seri STPC, jadinya ya, seperti yang orang bilang, high expectations lead to disappointment. Aku nggak tau juga kenapa aku nggak begitu tertarik sama novel ini. Settingnya sih keren di Swiss - one of my favorite places, tapi kayaknya nggak gitu berasa. Kerasa sedikit sih suasana dinginnya, cuma mungkin deskripsinya kurang, ato diksinya yang agak beda. Pengembangan karakternya juga kurang, jadi aku nggak ngerasa masuk ke dalam cerita dan nggak bersimpati ato empati ke tokohnya. Akhirrnya cukup bikin gemes, sih, dan lumayan touching, but, yeah, that is all

Di novel ini, pertama kalinya aku lebih suka sama tokoh sampingan daripada tokoh utama. Biasanya, aku selalu tergila-gila sama tokoh utama cowoknya, tapi di novel ini, aku malah lebih suka Dylan, mantan sahabat si tokoh utama cowok. Mungkin karena dia lebih sweet. Covernya keren, menggambarkan pemandangan Swiss yang bersalju – cocok banget sama isinya, bikin lebih gampang bayangin settingnya, dan menarik banget, makanya aku beli. Terus ada bonus bookmark dan postcard yang nggak kalah kece.

Novel ini tetap masuk daftar rekomendasiku, tapi rating-nya nggak gitu tinggi, mungkin 3 of 5. Sorry, Kak. But I still own it and might re-read it. Keep writing!

[Book Review] Till We Meet Again by Yoana Dianika


Judul Buku        : Till We Meet Again
Pengarang          : Yoana Dianika
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 294 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali. 

Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.

Dan suatu hari, kami bertemu lagi. Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama. Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya. Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya. Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, “Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu.”

Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya.


THE AUTHOR

Yoana Dianika, terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dengan tanggal dan bulan yang kebetulan sama seperti Jay Chou dan Minzy (2NE1), 18 Januari. Seorang dreamer yang memiliki banyak keinginan untuk dicapai, salah satunya menjadi seorang penulis yang memiliki karya tak terlupakan (amin). Saat ini, sedang menempuh pendidikan di Sastra Jepang Universitas Airlangga Surabaya. Menyukai seni dan hal-hal yang berhubungan dengan foto candid. Juga sedang mencoba menyelesaikan beberapa buku (amin).
(Sumber: Website Bukune

MY SUMMARY

Novel ini menceritakan kisah seorang gadis campuran Austria-Indo bernama Elena. Dia lahir dan dibesarkan di Wina, Austria. Ibunya adalah seorang violinis Wina yang sangat berbakat. Elena sangat mengagumi ibunya, jadi dia juga ikut belajar bermain biola, yang ternyata menjadi bakat terpendamnya. Tapi, maut merengut jiwa ibunya ketika dia baru berumur 9 tahun. Kejadian itu membuat Elena dan ayahnya sangat terpukul. Mereka pun pindah ke Bandung, Indonesia – kampung halaman ayahnya, and start fresh.

Delapan tahun setelah kejadian tragis itu, Elena kembali bersekolah di Wina untuk melanjutkan cita-cita ibunya, yaitu menjadi violinis terkenal sedunia. Selain itu, dia juga ingin menemukan pangeran masa kecilnya. Di hari kepindahannya ke Indonesia, dia kehilangan kalung pemberian ibunya. Dia mencari-cari kalung itu di sebuah taman yang luas sambil menangis. Lalu, seorang bocah laki-laki dengan mata abu-abu menemukan Elena dan membantunya mencari kalung itu. Karena tak kunjung menemukan kalung kesayangannya itu, bocah tadi menghibur Elena dengan memberinya kue kaiserschmarrn rasa cranberry buatannya. 

Sejak saat itu, tanpa sadar Elena telah jatuh cinta pada bocah itu dan sering memimpikannya. Ketika sampai di Wina, Elena bertemu dengan dua pria yang menimbulkan percikan api yang berbeda di hatinya. Dia nggak tau siapa yang harus dipilihnya. Namun akhirnya, dia menemukan pangeran kaiserschmarrnnya, lelaki yang mengisi relung hatinya yang hampa selama delapan tahun terakhir.


MY COMMENTARY

Jelas aja novel ini memenangkan juara ketiga dalam lomba 100% Roman Asli Indonesia yang diselenggarakan oleh GagasMedia. Alurnya benar-benar menakjubkan! Setiap babnya menyimpan misteri tersendiri, yang membuatku merasa sangat penasaran. Lalu, ketika misteri-misteri itu terungkap, berbagai hal nggak terduga muncul. Jalan pikir kak Yoana jenius. Idenya sangat brilian dan nggak tertebak. Ending-nya yang nggak disangka-sangka membuatku merasa sangat puas saat selesai membacanya, dan merasa tak rela ketika kisah romantis itu berakhir.

Gaya bahasanya yang sangat mengalir, membuatku benar-benar terombang-ambing dalam arus ceritanya. Rangkaian kata-katanya yang indah sangat mendukung genre romantisnya yang manis. Tokoh-tokohnya memiliki karakter yang unik, yang dideskripsikan dengan sangat nyata, membuat tokohnya terasa hidup. Penyajian ceritanya yang rapi dan desain layout yang menarik membuatku merasa nyaman dan bersemangat untuk membacanya sampai habis.

Selain itu, latar tempat yang dipilih juga sangat indah, yaitu di Wina. Kak Yoana mendeskripsikan setting dengan kental dan nyata, membuatku merasa seperti mereka sedang berada di sana juga, bahkan sanggup mengaktifkan imajinasiku untuk membayangkan tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Makin pengen ke Wina/Austria, deh!! Covernya juga sangat menggugah hati. Gambar biola yang sesuai dengan isi buku, juga judulnya yang menarik dan memiliki makna terselubung, membuatku merasa penasaran dari awal. Recommended! Kisah manis ini bikin aku bener-bener jatuh cinta. Love you, kak! Keep writing!

[Reading Challenge] Lucky No. 14 Reading Challenge Master Post

Kak Astrid mengadakan Lucky No. 14 Reading Challenge, nih! Kece! 

Period of the Challenge: January 1, 2014 – December 31, 2014. This challenge will require you to read 14 books (or more) from 14 categories below. You can combine the books you read with other challenges, but can not use the same book for different categories in this challenge. Try to match the categories from your TBR piles. But if you don’t have any suitable books in your TBR – and want to find an excuse to buy a book for this challenge, that’s totally fine too!

Here are the 14 categories:

1. Visit The Country: Read a book that has setting in a country that you really want to visit in real life. Make sure the setting has a big role in the book and it can make you know a little bit more about your dream destination.

2. Cover Lust: Pick a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?

3. Blame it on Bloggers: Read a book because you’ve read the sparkling reviews from other bloggers. Don’t forget to mention the blogger’s names too!

4. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.

5. (Not So) Fresh From the Oven: Do you remember you bought/got a new released book last year but never had a chance to read it? Dig it from your pile and bring back the 2013.

6. First Letter’s Rule: Read a book which title begins with the same letter as your name (for me, Astrid means A, and I can read anything that started with the letter A). Remember: Articles like “a”, “an” or “the” doesn’t count :)

7. Once Upon a Time: Choose a book that’s been published for the first time before you were born (not necessarily has to be a classic book, just something a little bit older than you is okay. You can read the most recent edition if you want to)

8. Chunky Brick: Take a deep breath, and read a book that has more than 500 pages. Yep, the one that you’ve always been afraid of!

9.  Favorite Author: You like their books, but there are too many titles. This is your chance, choose a book that’s been written by your fave author but you haven’t got time to read it before.

10. It’s Been There Forever: Pick up a book that has been there on your shelf for more than a year, clean up the dust and start to read it now :)

11. Movies vs Books: You’ve seen the movie adaptation (or planned to see it soon) but never had time to read the book. It’s time to read it now, so you can compare the book vs the movie.

12. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D

13. Not My Cup of Tea: Reach out to a genre that you’ve never tried (or probably just disliked) before. Whether it’s a romance, horror or non fiction, maybe you will find a hidden gem!

14. Walking Down The Memory Lane: Ever had a book that you loved so much as a kid? Or a book that you wish you could read when you were just a child? Grab it now and prepare for a wonderful journey to the past :) Comic books or graphic novels are allowed!

RULES

1. To complete the challenge, you have to read at least one book for each category, or total of 14 books during the challenge period. You can set your own pace and do not need to follow the categories in particular order. You can also read more than one book for each category. You have to write your reviews in your blog/FB note/Goodreads page/tumblr/etc.

2. Please write a master post about this challenge in your blog/Goodreads/FB notes/etc, and submit your link to linky in this post for signing up. You can use the master post to sort down the book(s) that you’ll read for each category, and edit them later if necessary. The sign-up linky will be opened from November 12, 2013 throughout the year until December 1, 2014.

3. There are also linkies for each category of the challenge. Please submit your link of review posts for each category in their respective linkies. These linkies will be opened in January 1, 2014 until December 31, 2014.

4. At the end of the challenge, write down a wrap-up post and submit the link in the linky too. The linky for wrap-up posts will be opened until January 10, 2015 to give you more time for wrapping things up. It’s okay if you don’t finish the challenge but you are not eligible to be selected as the winner.

5. After the wrap up post linky is closed, Kak Astrid will pick two lucky winners who had completed the challenge for winning great bookish prizes (including book vouchers, novels, and other exclusive bookish gimmicks/goodies. The prizes will be revealed soon, so please stay tuned. You must have delivery address in Indonesia to be eligible for the two grand prizes.

6. If you are an international participant who doesn’t have Indonesian mailing address, don’t worry, There will be also two winners, each winner can pick any book from The Book Depository for maximum of $ 10.

7. Kak Astrid will try to write a round-up post every month and pick some of the most interesting reviews. And who knows? Probably there will be some surprise gifts and giveaways throughout the year (AMEN!)

Gimana? Kece, kan? Ayo buruan ikutan!!

Reading list-ku untuk sementara:

1. Visit The Country:
- Paris: Aline by Prisca Primasari (v)
- Melbourne: Rewind by Winna Efendi (v)
- London: Angel by Windry Ramadhina (v) 
- Roma: Con Amore by Robin Wijaya (v)
- Till We Meet Again by Yoana Dianika (v)
- Last Minute in Manhattan by Yoana Dianika
- Tokyo: Falling by Sefryana Khairil
- First Time in Beijing by Riawani Elyta
- Bangkok the Journal by Moemoe Rizal
- Eclair by Prisca Primasari

2. Cover Lust
- Swiss: Little Snow in Zurich by Alvi Syahrin (v)
- Andai Kau Tahu by Dahlian (v)

3. Blame it on Bloggers
- Satin Merah by Brahmanto Anindito and Rie Yanti

4. Bargain All The Way
- Cinta Brontosaurus by Raditya Dika (v)
- Brondong Lover by Stephanie Zen
- Rate My Love by Cassandra and Ela (v)
- Morning Light by Windhy Puspitadewi (v)

5. (Not So) Fresh From the Oven
- Restart by Nina Ardianti
- All You Can Eat by Christian Simamora
- The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka (v)

6. First Letter's Rule
- A Cat in My Eyes by Fahd Djibran (v)
- Always, Laila by Andi Eriawan (v)

8. Chuncky Bricks
- The Host by Stephenie Meyer
- Beautiful Creatures by Kami Garcia and Margaret Stohl
- Twilight by Stephenie Meyer
- New Moon by by Stephenie Meyer
- Eclipse by by Stephenie Meyer
- Breaking Dawn by by Stephenie Meyer

9. Favorite Author
- The Shaman by Orizuka
- Meet the Sennas by Orizuka
- Call Me Miss J by Orizuka (v)
- Me and My Prince Charming by Orizuka
- School: Tomodachi by Winna Efendi
- Unbelievable by Winna Efendi
- Let Go by Windhy Puspitadewi (v)
- Touche by Windhy Puspitadewi (v)
- Touche: Alchemist by Windhy Puspitadewi (v)
- Incognito by Windhy Puspitadewi (v)

11. Movies vs. Books
- Summer Breeze by Orizuka (v)
- Refrain by Winna Efendi (v)
- 3600 Detik by Charon

12. Freebies Time
- Nomadic Heart by Ariy
- Beauty Sleep by Amanda Inez (v)

13. Not My Cup of Tea
- Derita Mahasiswa by Mbah Derma (v)
- Sang Penantang Takdir by Ardani Persada

I'll update the rest later! :D

[Reading Challenge] Orizuka’s Book Reading Challenge 2014 Master Post

Kak Luckty mengadakan Orizuka's Book Reading Challenge, nih. Asyik! Buat yang mau berpartispasi, bisa pilih untuk membaca semua buku kak Ori di bawah ini:

  1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
  2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
  3. Duhh… Susahnya Jatuh Cinta…! (Tanda Baca, 2006)
  4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
  5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
  6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
  7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
  8. The Truth about Forever (Gagas Media, 2008)
  9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
  10. The Shaman (Gagas Media, 2008)
  11. FATE (Authorized Books, 2010)
  12. Our Story (Authorized Books, 2010)
  13. Infinitely Yours (Gagas Media, 2011)
  14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
  15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
  16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
  17. With You (GagasMedia, 2012)
  18. After School Club (Bentang Belia, 2012)

Dan ada masih banyak lagi buku kak Ori lainnya. Buat yang mau ikutan, syaratnya:

1. Follow blog kak Luckty dan akun twitter @lucktygs @authorizuka @readerizuka

2. Memasang banner Orizuka’s Book Reading Challenge ini di blog masing-masing. Jangan lupa dihubungkan ke postingan ini


3. Buat master post tentang reading challenge di blog masing-masing dan di akhir tahun buat juga wrap up post buku-buku yang sudah kamu baca untuk ikutan reading challenge ini

4. Di kolom komentar postingan ini, tulis; nama, akun twitter, & link blog (master post tentang reading challenge ini/ jika tidak membuat master post, boleh link blogmu saja)

5. Reading challenge ini berlaku dari Januari sampai Desember 2014

6. Link review buku-buku Orizuka yang dibaca bisa dimasukkan ke link di bawah ini, dengan format: nama, akun twitter, link review buku yang sudah dibaca:


7. Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing boleh memilih dua buku kak Ori yang diinginkan via @bukabuku. Dan ada juga I For You dan Summer Breeze yang ber-ttd langsung dari kak Ori. Jadi bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah (AMIN KAK, AMIN!).

Gimana? Kece, kan? Makanya, buruan ikutan!!

[Book Review] Summer Breeze by Orizuka


Judul Buku        : Summer Breeze
Pengarang          : Orizuka
Penerbit            : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 216 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Reina, cewek cantik bak bidadari. Kedatangannya dari Amerika sungguh mengejutkan si kembar Ares dan Orion. Reina lah yang 10 tahun ini menjadi fantasi terindah si kembar.

Ares. Preman kampus. Banyak musuhnya bo! Skeptis dan emosional. Seumur hidup dicap bodoh oleh semua orang. Hubungan dengan ayahnya kian hari kian buruk. Bagi keluarganya, masa depan Ares gelap, segelap malam yang paling buta.

Orion. Bintang basket, penerima beasiswa, sekaligus cowok populer di kampus. Sifatnya berkebalikan 180° dari saudara kembarnya. Bagi keluarganya, masa depan Orion cerah, secerah matahari.

Reina sayang pada Ares dan Orion. Tapi cinta Reina hanya tersemat pada satu orang. Yup! Reina telah memilih, bahkan sudah sejak sepuluh tahun lalu... ketika mereka sama-sama membuat surat permohonan. Nggak nyangka... pilihan Reina malah membuatnya menangis. Wuahh... masalah? Of course!!! Reina bertahan? Let's see.


THE AUTHOR

Bernama lengkap Okke Rizka Septiana. Gadis penggemar thriller yang senang mempelajari berbagai bahasa asing ini lahir di Palembang dan besar di Cirebon. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama Kpoppers. Karya-karyanya antara lain: "Me & My Prince Charming", "Summer Breeze" (repackage: That Summer Breeze), "Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...!" (repackage: Meet The Sennas), "Miss J" (repackage: Call Me Miss J), "High School Paradise", "Fight for Love!", "Love United: High School Paradise 2nd Half", "The Truth about Forever", "17 Years of Love Song", "The Shaman", "FATE", "Our Story", "I for You", "With You", "Best Friends Forever", "The Chronicles of Audy: 4R", "Oppa and I", "Oppa and I: Love Missions", "Oppa and I: Love Signs", "Infinitely Yours". 
(Sumber: Website GagasMedia with a bit of modifications)


MY SUMMARY

"Summer Breeze" mengisahkan tentang sepasang saudara kembar yang kepribadiannya bertolak belakang. Orion yang sangat unggul hampir di segala bidang dan berkepribadian baik, dan Ares, preman kampus yang selalu tersisih dan hidup di bawah bayang-bayang Orion. Hidup mereka diwarnai oleh kebencian terhadap satu sama lain, serta persaingan dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk cinta. Kepribadian mereka emang berbeda seratus delapan puluh derajat, tapi selera cinta mereka sama. Mereka sama-sama jatuh cinta pada sahabat masa kecil mereka, Reina. Reina menyayangi mereka berdua, tapi hanya satu yang dia pilih, dan dia udah memutuskannya sejak awal. Nggak ada yang dapat mengubah keputusannya itu. Ada alasan di balik keputusan tersebut, seperti adanya alasan di balik kepribadian Ares yang keras.

Saudara tetaplah saudara. Kita nggak bisa membenci keluarga kita sendiri, apapun yang terjadi. Walaupun udah dibangun tembok yang sangat tinggi di antara mereka berdua, tapi untunglah Reina sanggup meruntuhkannya sebelum terlambat. Walaupun nggak berakhir manis, setidaknya nggak ada penyesalan yang tertinggal. 


MY COMMENTARY

Novel ini benar-benar menakjubkan. Bukan hanya kisah percintaan remaja biasa, tapi juga membahas masalah keluarga dan persahabatan. Ada banyak moral lessons yang disampaikan kak Ori - entang arti cinta, persahabatan, dan juga keluarga. Kak Ori menyajikan konflik yang kompleks dan menarik, dengan penyelesaian yang nggak terduga, membuat alurnya semakin menarik. Ada rahasia di balik rahasia, yang terungkap satu per satu, membuatku nggak sabar untuk membalik halaman berikutnya.

Setiap tokoh yang diciptakan memiliki kepribadian, ciri fisik, dan masa lalu masing-masing, membuat mereka begitu hidup dan nyata, serta menarikku untuk mengenal mereka lebih dalam. Chemistry yang terbentuk antar tokoh juga kuat dan nyata. Hubungan kakak-adik, orangtua-anak, antar sahabat, hubungan dengan musuh, maupun hubungan sepasang kekasih. Selain itu, bahasa yang digunakan sangat sederhana dan komunikatif, jadi aku nggak kesulitan menangkap maksud kak Ori. Novel ini nggak tebal, jadi dapat diselesaikan dengan cepat untuk mengisi waktu luang. Ending-nya sedih, sih, tapi itu yang bikin makin menarik, kan?

Sampulnya yang ramai terlihat menarik, dengan gambar seorang gadis yang berdiri di tengah dua pemuda. Reina di tengah Ares dan Orion. Cinta segitiga, cocok sama topiknya, walaupun bukan itu ide utamanya. Judulnya juga terdengar menarik, menyimpan makna tersendiri, yang membuat pembaca bertanya-tanya tentang apa novel ini.

Novel ini telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2008 dan dicetak ulang dengan judul "That Summer Breeze". Plotnya yang menarik emang pantas untuk difilmkan dan pantas juga dicetak ulang, bagus banget, sih! Sayangnya, aku belum nonton filmnya. Semoga sebagus novelnya, deh! Novel ini bukan teenlit biasa, karna membahas permasalahan manusia yang umum, jadi cocok sama siapa aja, so yeah, I recommend this to everyone! Go read it, you won't regret it! Way to go, kak. You're amazing. Keep writing!

[Book Review] Refrain by Winna Efendi


Judul Buku        : Refrain
Pengarang          : Winna Efendi
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 317 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

"Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya."


Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.


THE AUTHOR

Winna Efendi, lahir di Jakarta, 1986, di bawah naungan zodiak Capricorn. Senang menulis dalam lembaran buku tulis lama hingga akhirnya bergabung dengan sebuah komunitas penulisan online. Novel pertamanya berjudul Kenangan Abu-abu, diterbitkan awal 2008. Ai adalah buku keduanya. Sekarang ini, Winna bekerja di bidang keuangan, serta menjadi kontributor di beberapa majalah online. Waktu luangnya dihabiskan untuk menikmati tumpukan DVD jadul, buku-buku yang tak pernah habis dilahap, dan menulis.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

"Refrain" menyajikan pahit manisnya kisah persahabatan antara Niki dan Nata yang telah dijalin sejak mereka masih kecil. Lalu, seorang anak baru di sekolah mereka, Annalise, memasuki lingkaran persahabatan mereka. Awalnya, persahabatan antara tiga remaja ini terasa sangat sempurna, tanpa cacat cela, namun, nggak ada hal yang sempurna di dunia ini, bukam begitu? Selain diwarnai oleh canda dan tawa, persahabatan mereka mulai mengenal yang namanya cinta, dan juga patah hati. Cewek dan cowok nggak bisa menjalin persahabatan. Pasti suatu saat mereka akan merasakan percikan cinta. Ada yang mengatakan bahwa sebuah persahabatan nggak boleh dihiasi oleh rasa tersebut, dalam arti cinta antara lawan jenis. Namun, inilah yang terjadi, tanpa bisa dicegah.

Di suatu titik, persahabatan mereka terasa hancur berantakan. Berbagai masalah muncul, berusaha memporakporandakan persahabatan yang telah susah payah mereka jalin. Belum lagi, adanya perpisahan di setiap pertemuan. Namun, tanpa disadari, ikatan persahabatan mereka sangatlah kuat. Walaupun telah melalui berbagai konflik, mereka tetap sanggup mempertahankan apa yang telah mereka jalin. Semua tantangan berhasil mereka lalui, dan persahabatan mereka tetap berdiri kokoh di tengah-tengah tantanga-tantangan yang menghadang.


MY COMMENTARY

Ide cerita mengenai persahabatan yang nggak sempurna karna diwarnai oleh rasa cinta udah sering (banget) digunakan, bahkan oleh kak Winna sendiri. Tapi, seperti biasa, kak Winna selalu berhasil menyajikannya dengan cara yang berbeda. Konflik-konflik yang muncul tetap menarik, begitu pula dengan penyelesaiannya. Alurnya yang naik turun membuat ceritanya semakin seru. Ending-nya yang menggantung, alias open ending, membuka ruang bagi para pembaca untuk menerka-nerka kelanjutannya, walaupun bikin aku gemes, sih.

Selain itu, kata-kata romantis yang digunakan menyentuh hatiku, membuatku berbunga-bunga. Tokoh-tokohnya yang sangat hidup memiliki kepribadian dan kegemaran masing-masing. Niki yang ceria menyukai cheerleading, Nata yang penyendiri gemar bermain gitar, dan Annalise yang pendiam menyukai fotografi. Chemistry antar karakternya juga dibangun dengan baik, sangat kuat dan nyata. Aku dihanyutkan dalam setiap adegan, mengikuti arus cerita yang mengombang-ambing. Walaupun setting utama yang digunakan hanya setting biasa, tapi kak Winna sanggup mendeskripsikannya dengan sangat baik, jadi akudapat masuk ke dalam cerita - melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami tokoh.

Seperti biasa, sampul dan desain layout dari GagasMedia selalu menggugah hati. Amplop biru dengan judul novel yang tertera di atasnya begitu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Belum lagi isi amplopnya, kertas dengan tulisan “It’s always been you”, jelas membuatku merasa sangat penasaran dengan isi novel tersebut. Judulnya, "Refrain", yang adalah bagian lagu yang diulang, atau bisa juga berarti sesuatu yang akan kembali atau pulang, sesuai dengan tagline-nya, “Saat Cinta Selalu Pulang”. Cocok juga dengan isi ceritanya. I seriously love this novel. Pantes aja difilmin! Filmnya emang nggak sebagus novelnya, sih, but not bad, lah. You should read the novel and watch the movie! Highly recommended! I always love you, kak. Keep writing!


[Reading Challenge] Winna Efendi’s Book Reading Challenge 2014 Master Post

Kak Luckty mengadakan Winna Efendi’s Book Reading Challenge, nih! Asyiknya! Katanya karena dari awal pertama baca bukunya, kak Luckty langsung jatuh hati dengan gaya menulisnya. Setuju banget! Berikut buku-buku yang telah ditulis oleh kak Winna:
  1. Refrain
  2. Remember When
  3. Melbourne: Rewind
  4. Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
  5. Truth or Dare
  6. Unforgettable
  7. The Journeys
  8. Unbelievable
  9. Ai

Buat yang mau ikutan, syaratnya:

1. Follow blog kak Luckty dan akun twitter @lucktygs @winnaefendi @winnaddict

2. Memasang banner Winna Efendi’s Book Reading Challenge ini di blog masing-masing. Jangan lupa dihubungkan ke postingan ini


3. Buat master post tentang reading challenge di blog masing-masing dan di akhir tahun buat juga wrap up post buku-buku yang sudah dibaca untuk ikutan reading challenge ini

4. Di kolom komentar postingan ini, tulis; nama, akun twitter, & link blog (master post tentang reading challenge ini/ jika tidak membuat master post, boleh link blogmu saja)

5. Reading challenge ini berlaku dari Januari sampai Desember 2014

6. Link review buku-buku kak Winna yang dibaca bisa dimasukkan ke link di bawah ini, dengan format: nama, akun twitter, link review buku yang sudah dibaca:


7. Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing boleh memilih dua buku kak Winna yang diinginkan via @bukabuku. Ada juga satu Refrain & satu buku Ai cover baru berttd langsung penulisnya. Jadi, bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah (AMIN KAK, AMIN!)

Gimana? Asyik, kan? Ayo buruan ikutan!!

Friday, 17 January 2014

[Random] MY NUMBER ONE IDOL: KURT HUGO SCHNEIDER


Well, I gotta say that my number one idol is actually Jesus, but in this world, yeah, Kurt is the one.

(http://www.youtube.com/playlist?list=PL5259A14B803E0633)

Kurt Hugo Schneider. I don’t really know where to start, since I’ve got a lot to talk about him. Hmm, let’s talk about how I fell for him for the first time. One day, a friend of mine – who has same interests with me, shared a YouTube link to me. Usually, he told me about cool stuffs that he found – mostly about dancing. But this time, he said it was different, and he bet I would like it. He was right. The video was a cover of Anna Kendrick’s Cups Song, "When I’m Gone" in "Pitch Perfect", by four awesome people – Kurt, Sam Tsui, Kina Grannis, and Alex G. They were singing the song and knocking a desk with a cup for the back-sound. They did it very well, and they sounded awesome! I definitely fell for that video, at the first sight! Bet you’ll love it!


At the end of the video, Kurt was talking, telling us what he and his friends just did in the video, and promoting his other videos. I was like, “Oh, he’s cute!” and hen I checked his other videos from his YouTube channel, and became his biggest fan ever since. His videos are all awesome! He makes covers, medleys, mash-ups brilliantly!

(http://www.umsonstleutesuchen.de/kurt-schneider/)

I found out that he’s a music producer, film director, songwriter, and singer. He’s such multi-talented! He can play almost every kind of instruments – piano, keyboard, guitar, bass, recorder, harp, drum, etc. He’s like… my dream guy! It’s like, there’s nothing he can’t do. He’s also humble and funny. He’s a genius, too! He went to Yale University, and was a cum laude student! He took Math, and he was a great chess player too! Cute + multi-talented + genius + great personality = who can be better than him?! Really, I never fell for an idol this deep! I love everything about him! His birthday  is, on September 7th. He’s 25 now, which means he’s 8 years older than me. It’s not a problem, right? Lol. He came to Singapore on September 12th, with his mate, Sam, but too bad I couldn’t come. Gee, we were this close! But it’s okay. I promised myself I will come after him, to wherever he is. Wait for me, babe!

(I made this for his birthday)

He has this cute habit – pulling his tongue out. And he made his own emoticon >> :1. He said it can mean anything, but for me, it’s an emoticon of him, pulling out his tongue, which is so cute!

(https://twitter.com/KHSchneiderAU)

My favorite video of him? Can’t tell. I love all of them!! But I’ll try to figure this out… Let’s make them into categories.

My favorite medley: "Maroon 5 Medley" by Victoria Justice and Max Schneider. They sing some Maroon 5′s songs that have been combined brilliantly around a house, with the lyrics everywhere! This medley is genius! Go check it out to know what I mean!


My favorite mash-up: "Call Me Maybe and Payphone Mash-up" by James Alan and Jessica Jarrell. The combination of the songs are great, and they both sound amazing! Kurt and his friend, Jake, play the back-sounds, and you’ll see how brilliant they are!


My favorite Sam Tsui’s collab: "Just A Dream" by Nelly – Sam Tsui ft. Christina Grimmie cover. Sam and Christina…. They really sound amazing!!! And the music (by Kurt), I can’t praise him more!


Check out my song review!

My favorite Kurt’s cover: "Hey There Delilah" by Plain White T’s. Kurt looks so cute here! I can melt a thousand times every time I watch this. And I love the song! The lyrics are sweet. I always imagine Kurt singing it for me.


Check out my song review!

My favorite Kurt’s collab: "Let Her Go" by Passenger – Tyler Wards and Kurt Hugo Schneider cover. Gah! The lyrics are so sweet, and they sing it amazingly. So touching!!


Check out my song review!

My favorite original: "Bring Me The Night" by Sam Tsui ft. Kina Grannis. The whole thing – the video, the lyrics, are all sweet! Kina and Sam sound amazing, and uh, this one is so touching!!


Check out my song review!

My favorite Sam and Kurt’s collab: "Pop Medley 2013". It's so awesome! They shot it in Singapore. So close to me!!


Check out my song review!

Okay, I guess that’s all. But really, you should pay a visit to Kurt’s channel. Watch all his videos, and subscribe. Promise it’ll be fun! He makes songs sound better, even better than the original one! I never liked Justin Bieber’s or One Direction’s songs, but after he made the cover of them, I started to love the songs! But the cover version, of course! Peace! About his personal life, I only know that his mother is Laurie S Auth, his father is Michael Schneider, and his sister is Carson Rose Schneider. Max Schneider is not his brother. They’ve co-incidentally got a same surname. I don’t know if he has a girlfriend or not, but I hope he doesn’t have one :p He said he has ever dated his fans, so…. Lol. I love his partners, too – Sam Tsui, Christina Grimmie, Alex Goot, Tyler Wards, Chrissy Constanza, Kylee, Kina Grannis, Alex G, Olivia Noelle, Megan Nicole, King The Kid, Avery, etc. They’re all amazing! There’s this time when Kurt made a video for his graduation. It’s called “Nothing Left Unsaid.” Simple, but touching!


He also collaborates with Husky Starcraft, making Nerd Alert videos. So cute!

(http://songsfest.com/2011/07/09/nerd-alert-void-rays-rebecca-black-friday-parody-kurt-hugo-schneider-and-husky-starcraft/)

He also has made an online musical series, called "College Musical". It has only 4 episodes, and he said he’s making a movie based on the series. Can’t wait! He mixed music for Coca Cola ads (you can check out ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.com) and joined the AMAs, too! 


(https://www.facebook.com/CollegeMusicalTheMovie)
(http://www.celebdirtylaundry.com/2013/american-music-awards-2013-ama-red-carpet-arrival-photos-here-amas/kurt-hugo-schneider/)

Well, he wasn't that famous. He was just YouTube sensational. But he kept getting better and better. He had been invited to Ellen and Oprah, then The Amas, and he had done a tour to Asia, then the latest one, his coca cola ads were showed on TV during American Idol's commercials! So cool, right? I guess he’s starting to be famous. He should be! xD It has been almost 6 years. His first video was a cover of "Can I Have This Dance" from "High School Musical 3", where Sam sang both Troy’s and Gabriella’s line. Cute! I laughed so hard on this.


And he got more famous after his "Michael Jackson Medley". It reached more than 31 millions views now!


They now have their own original album named "Make It Up". Awesome, right? What again? Oh, he really loves ice cream! And this is his twitter account: @KurtHSchneider. Go follow him! I wish I’m followed by him… Someday I will! I can write pages about him, but for now, that’s all. Thank you for reading. I hope you enjoyed it! Keep calm and love Kurt Hugo Schneider!

(http://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/keep-calm-and-love-kurt-hugo-schneider/)


Check out his latest video (first video of the year)! There's Alyson Stoner!

Thursday, 16 January 2014

[Fan Fiction] "Nothing Left Untold" from Unbelievable by Winna Efendi



Joining  : #WFFB Winnaddict Fan Fiction Battle
Held by  : Winnaddict
Status  : Didn't Win

(http://twitpic.com/dqm47r)


Ummm, sorry, seat’s taken.”
      Gue bisa dengar suara sopran yang agak melengking itu, loud and clear, tapi gue lebih milih bertahan dalam posisi gue – kepala di atas meja, mata tertutup. I’m a man who can’t be moved.
      Tapi gue tau cewek ini nggak bakal berhenti gitu aja. Dia mendengus, terus mulai menyolek bahu gue pakai pensil. Mengangkat kepala dan merespon nggak bakal menyelesaikan masalah. Dia pasti mau nyuruh gue pindah tempat karena dia nggak PW duduk di sebelah gue – eits, tambah “dengan pandangan jijik” di sini.
      Emang sih, masih banyak tempat duduk lain di depan, tapi gue nggak mau pindah, karena posisi paling oke buat tidur di kelas kan, kursi paling belakang. Nah, kalau gue suruh dia yang pindah, dia pasti nggak bakalan mau – jawabnya pasti dengan nada jijik atau manja juga, dan alasannya pasti karena para ‘nerds’ yang bersarang di sana. And it will be an endless debate – kalau gue meladeninya. Jadi, lebih baik enggak, kan? 
      So, what I did is snore. Yeah, kode yang pasti dimengerti semua orang, bahkan cewek kayak dia, kalau gue lagi tidur dan nggak mau diganggu. Untungnya cewek itu beneran mengerti dan berhenti menyolek gue, lalu mendengus – lebih kedengaran kayak mendesah lega, sih. Mungkin tadi dia kira gue pingsan atau mati. Don’t care. Yang jelas, sekarang udah tenang. Bahkan, gue bisa dengar cewek itu bergerak menjauh.
      Baru aja gue menikmati ketenangan sesaat itu, Miss Layla masuk ke kelas dengan langkah mantap. And… she got good news and bad news. Good news is, kami bakal mulai praktek. Bad news is, kami harus pair-up. Sama teman yang duduk di sebelah kami. Sampai akhir semester.
      Fantastic.
     

It’s your fault. I’m turning into a geek.”
      Gue cuma bisa senyum waktu mendengar keluhan cewek itu. Lo suka banget sama film, ya?” tanya gue sambil memerhatikan camcorder yang selalu ada di tangannya itu. “Lo nggak pernah lepas dari barang itu.” Siapa yang menyangka camcorder bisa jadi salah satu aksesori cewek kayak dia? Atau emang lagi nge-trend?        
      “Suatu hari nanti, gue pengen bikin reality show yang terkenal. Kayak Reality Bites, gitu.”
      Gue mengangkat alis. “So, why not do it?”
       Cewek itu cuma mengangkat bahu, lalu mengalihkan topik pembicaraan. “Lo deket banget ya, sama keluarga lo? I think your parents are nice.”
      Oh, mungkin itu masalahnya. Karena orangtuanya. Gue mengangguk sambil mengetuk-negtuk jari. “Orangtua dimana-mana sama aja. Overprotective, selalu pengen tau, banyak ekspektasi.. tapi belakangan gue baru sadar kalau mereka sebenernya care.” Hold on, stop right there. “Wait, remind me why I’m telling you this?”
      “Coz you don’t have any other friends?” candanya. “Anyway, you’re not all that bad, kecuali selera fashion lo yang sangat terbelakang itu, ya.”
      Gue memasang tampang kaget yang dibuat-buat. “Oh sorry, is that offensive to you?”
      Kami sama-sama tertawa. You’re not all that bad yourself, Maybella Wijaya. Yeah, karena sering praktek bareng, kami bisa dibilang udah mulai ‘saling kenal’. Walaupun gue bisa menebak sebagian besar personality cewek ini, tapi tetap aja, ada beberapa hal nggak terduga yang baru gue ketahui tentang cewek ini.
      “Hei, lagi dengerin apa, sih?” Cewek itu tiba-tiba menyambar earphone sebelah kiri gue dan menempelkannya ke telinga. “Eh, nggak nyangka. Lo suka lagu ginian?”
      “Lo nggak suka?” Gue balik nanya.
      “Lebih suka top forties, sih, sama lagu house music. Mix lagu di Oracle, keren tuh.”
      Gue melengos. “Bonyok suka banget sama oldies dan jazz.” Dan gue pun mulai nyebutin nama-nama penyanyi jazz favorit bonyok. “Sejak kecil, di rumah gue diputerin lagu-lagu kayak gini.” And I don’t mind, actually.
      “Eh, kalau lo suka jazz, gue punya tiket buat ke Java Jazz. Acaranya lusa. Kalau mau, kita bisa pergi bareng, as friends.” Tiba-tiba aja, ide itu melintas di kepala gue.
      Gue pikir cewek ini bakal nolak mentah-mentah, tapi yang keluar dari mulutnya malah kebalikannya. “Sure. I’d love to.”


Gue nggak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba aja cewek itu berubah. She becomes more unpredictable. Kayak barusan, dengan ajaibnya dia muncul di kebun belakang dengan tas camcorder-nya.
      “What’s wrong?” tanya gue akhirnya, karena, seberapa banyak pun cewek ini berubah, tetap aja mustahil dia datang ke sini karena iseng pengen bantuin gue kerjain tugas. 
      Dari praktek-praktek sebelumnya, dia selalu kerja paling minim. Bedah kodok, gue yang bedah, dia cuma menonton dan mencatat. Untuk praktek yang ini juga, gue yang gali tanah dan menanam bibitnya, dia cuma menonton, merekam, dan megangin kantong bibitnya. So, tell me, apa cewek ini datang ke sini buat menebus semua itu?
      Dia kelihatan kaget, mungkin karena nggak nyangka senyuman yang selalu hinggap di mukanya nggak bisa menipu gue, kayak dia menipu orang-orang lain.
      “Is this about the Flicks article few days ago?” tebak gue. Artikel nggak penting yang nyempitin mading dan loker orang. Kurang kerjaan banget.
      “Jadi lo udah baca,” sahut cewek itu lemas. “It’s not wholly true, if you’re wondering.”
      Gue mengangkat bahu. “So what if it’s true? Ini kan hidup lo, mereka nggak berhak nge-judge.” Even your mom can’t always tell you what to do, right?
      Cewek itu tersenyum. “Tell that’s to the rest of the world,” sahutnya sarkastis.
      Gue mendesah. “Kenapa, sih, lo concerned banget sama apa yang orang pikirin mengenai lo?” Akhirnya gue menanyakan pertanyaan itu juga. Iya, ini pertanyaan, yang butuh jawaban. Gue serius penasaran sama cara pikir orang-orang sekarang.
      “Because we’re what people see, and what people see is how they treat you.”
      Now, that is shallow. “Not true,” sahut gue langsung. “Yang dilihat orang itu cuma permukaannya, bukan dasarnya. Basically, we’re telling people a bunch of lies. You shouldn’t give a shit about what people are saying. I don’t.” Gue tau dia nggak nanya pendapat gue. Gue juga nggak yakin dia bakal dengerin. Tapi setidaknya, I’ve said what I have to say.
      Nggak disangka-sangka, cewek itu malah tersenyum. “Should I say thanks?” tanyanya.
      Gue tertawa. “You’re welcome.”


Gedung theater Voltaire lagi sepi hari ini – biasanya juga sepi, sih, menjadi lokasi yang bagus untuk bersantai. Baru aja gue duduk di salah satu kursinya, gue mendengar suara teriakan histeris yang familiar. Gue buru-buru keluar dan menghampiri sumber suara – di tangga belakang gedung ini, dan melihat tiga orang cowok – duanya berdiri, yang satunya lagi mendesak seorang cewek sambil mencengkeram pinggangnya.
      “Don’t struggle, it’s just a kiss.” Sayup-sayup, gue mendengar suara cowok itu, terus dia mendekat dan mencium cewek itu sambil menyingkap sedikit bagian bawah rok si cewek.
      Baru aja gue mau membentak mereka, seseorang mendahului gue. Ketiga cowok itu kaget, dan si cewek langsung menjauh sambil teriak kencang-kencang, membuat tiga cowok itu lari terbirit-birit.
      “Lo nggak apa-apa?” Cowok yang mendahului gue itu jongkok di dekat si cewek.
      Gue mengendurkan kepalan tangan gue. Well, I guess I’m not needed here. Gue pun berlalu dari situ.


Gue melangkah pelan menyusuri lorong menuju perpus pribadi Bokap sambil bersiul pelan. Seperti biasa, lorong yang panjang ini sepi nggak berpenghuni. Emang nggak banyak hal yang bisa dilakukan di sekitar lorong ini, paling cuma gue yang lewat buat baca buku di perpus.
      Waktu gue udah hampir sampai, langkah gue langsung terhenti begitu mendengar gumaman-gumaman kecil yang berasal dari ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Tumben ada orang lain di perpus. Gue melangkah pelan menghampiri ruangan itu dan gumaman-gumaman lirih itu terdengar semakin jelas.
      “Di sana, kita bisa start over. Papa yakin ini yang terbaik buat kita semua.”
      Gue menyandar ke dinding di sebelah pintu supaya nggak terlihat. Iya, to the point aja, gue emang berniat menguping.
      “Tapi, Pa, balik ke New York? Apa nggak terlalu jauh?” Itu suara Nyokap.
      “Kerjaan Papa–”
      Suara Bokap makin lama makin kecil, dan akhirnya nggak kedengaran lagi, karena gue berjalan menjauh. Gue nggak perlu tau kelanjutannya. Selain karena itu nggak penting dan bisa ketebak, gue emang nggak mau dengar. Something pushes me to go and not to listen.
      Start over, eh? Sounds nice, but, like I care. Ya, seharusnya gue nggak peduli. Mau netap di sini kek, mau pindah kek, sama aja, nggak ada bedanya. Tapi, kenapa sekarang gue jadi nggak bisa berhenti mikirin satu tempat yang harusnya nggak pernah hinggap di otak gue?


This is a bad idea. Remind me again why am I doing this? Buat orang-orang ‘normal’, datang ke Homecoming Dance di ballroom hotel, memakai baju terbaik mereka, berdansa ria bersama  teman-teman dengan lagu-lagu  yang belum tentu mereka tau judulnya, jelas lebih baik daripada  menghabiskan waktu di perpus pribadi sendirian, membaca buku-buku tebal yang membosankan. Tapi, gue bukan orang normal. Gue lebih memilih karatan di perpus daripada sakit kepala karena lagu-lagu nggak jelas ini. Mana harus pake tux, lagi.
      Gue memanjangkan leher sambil melongok ke kanan-kiri. Mustahil banget menemukan cewek itu di tengah keramaian begini. Apa gue pulang aja, ya? This thing can wait, anyway
      Waktu gue udah memutuskan untuk pulang aja, gue melihat cewek itu sedang berjalan ke arah gue. Well, ke arah lobby, lebih tepatnya. Dan waktu pandangan kami bertemu, dia langsung berhenti melangkah dan melongo menatap gue. Sumpah, ekspresinya lucu.
      Setelah diam beberapa detik, akhirnya cewek itu membuka suara. “Hai. Gue cabut dulu, ya,” ujarnya sambil membuat gestur ke arah pintu lobby.
      Oke, gue udah bela-belain datang ke sini, so, now or never. “Wait. Bisa ngomong bentar?”
      Cewek itu kelihatan ragu, tapi akhirnya ikut juga duduk di sofa yang diletakkan di sisi lobby. “I thought social scenes are not your thing,” komentarnya.
      They’re not, and they will never be. Gue mengangkat bahu. “Yet here I am.”
      Lalu, kami sama-sama diam. Gue tiba-tiba bingung mau mulai dari mana.
      Cewek itu terkikik. “Super awkward,” komentarnya.
      Gue mengiyakan. Well, here comes nothing. “Listen, May, I’m sorry. Nggak seharusnya gue begini ke lo.” Gue jeda sebentar, mikir. “The truth is… lo selalu jujur sama gue. Sementara gue enggak.”
      And she deserves to know. Gue menarik nafas, terus melanjutkan. “Tahun lalu, abang gue meninggal. Overdosis kokain. Saat ditemukan, gue yang megang barangnya.” Gue menghela nafas. Ingatan itu kembali memenuhi kepala gue, bikin gue sedih sekaligus kesal. “That’s why the name got stuck with me. Baru-baru ini, keluarga gue mutusin buat pindah ke New York. To start over.”
      Cewek itu masih diam aja, tapi gue tau dia memerhatikan, dilihat dari ekspresinya.
      “Gue nggak bisa bilang sama lo. Awalnya, gue pikir lo sama aja kayak yang lain, nge-judge orang dari penampilan dan statusnya doang. Kayak cewek-cewek lain di sekolah, yang picik dan nggak pernah ngerasain yang namanya susah. And you are.” Oke, ini kedengaran payah. Permintaan maaf macam apa ini? Jadi, gue buru-buru melanjutkan. “But then I get to know you, and you’re not so bad. Gue cuma mau bilang… gue minta maaf.”
      “Apology accepted,” jawabnya langsung tanpa pikir panjang. Well, that went well.
      Kami sama-sama tersenyum, terus tiba-tiba gue kepikiran sesuatu. Gue mengambil iPod Touch yang selalu ada di saku gue, terus mengulurkan sebelah earphone-nya ke arah cewek itu. “Shall we dance?”
      Cewek itu tersenyum lebar sambil menerima uluran gue. Gue sengaja memasang lagu dari Manhattan Transfer yang ikut tampil di Java Jazz waktu itu. Daripada pakai lagu nggak jelas yang dipasang di dance floor, this is much better.
      “Hey, you do realize we’re dancing in the middle of the lobby, right?” goda gue, dan cewek itu menatap gue lekat-lekat, terus tertawa.
      “Just shut up and dance.
      Dan gue cuma bisa menurutinya.


I hate goodbye moment,” keluh cewek itu sambil merapikan rambut gue.
      Gue menahan tangannya di sana sambil menatapnya lekat-lekat. “I’m not saying goodbye.”
      Panggilan untuk pesawatku kembali menggema di ruangan, dan setelah itu, semuanya berjalan dengans sangat cepat. Maybella yang tiba-tiba menarik ujung jaketku sambil berjinjit, terus dengan cepat menyentuh bibir gue dengan bibirnya. Cuma untuk sepersekian menit aja.
      Gue cuma bisa bengong bentar, terus pura-pura sibuk sama barang-barang gue. Habis, gue harus gimana? I’m not that romantic kind of guy. Jadi, gue cuma mengangguk singkat, terus beranjak menuju pintu imigrasi. Tapi, something feels not right.
      Gue balik lagi dan menghampiri cewek itu. “Take care,” ujar gue sambil menyelipkan secarik kertas kecil ke saku jaketnya.
      Like people said, last words are pretty much important. Don’t let anything left untold. Gue yakin sekarang cewek itu lagi senyum-senyum sendiri setelah membaca quote dari salah satu film favoritnya itu, yang tentu aja, gue balik kata-katanya.

      “But I’m just a boy, standing in front of a girl, asking her to love him.”