Menu

Saturday, 25 January 2014

[Book Review] Till We Meet Again by Yoana Dianika


Judul Buku        : Till We Meet Again
Pengarang          : Yoana Dianika
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 294 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali. 

Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.

Dan suatu hari, kami bertemu lagi. Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama. Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya. Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya. Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, “Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu.”

Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya.


THE AUTHOR

Yoana Dianika, terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dengan tanggal dan bulan yang kebetulan sama seperti Jay Chou dan Minzy (2NE1), 18 Januari. Seorang dreamer yang memiliki banyak keinginan untuk dicapai, salah satunya menjadi seorang penulis yang memiliki karya tak terlupakan (amin). Saat ini, sedang menempuh pendidikan di Sastra Jepang Universitas Airlangga Surabaya. Menyukai seni dan hal-hal yang berhubungan dengan foto candid. Juga sedang mencoba menyelesaikan beberapa buku (amin).
(Sumber: Website Bukune

MY SUMMARY

Novel ini menceritakan kisah seorang gadis campuran Austria-Indo bernama Elena. Dia lahir dan dibesarkan di Wina, Austria. Ibunya adalah seorang violinis Wina yang sangat berbakat. Elena sangat mengagumi ibunya, jadi dia juga ikut belajar bermain biola, yang ternyata menjadi bakat terpendamnya. Tapi, maut merengut jiwa ibunya ketika dia baru berumur 9 tahun. Kejadian itu membuat Elena dan ayahnya sangat terpukul. Mereka pun pindah ke Bandung, Indonesia – kampung halaman ayahnya, and start fresh.

Delapan tahun setelah kejadian tragis itu, Elena kembali bersekolah di Wina untuk melanjutkan cita-cita ibunya, yaitu menjadi violinis terkenal sedunia. Selain itu, dia juga ingin menemukan pangeran masa kecilnya. Di hari kepindahannya ke Indonesia, dia kehilangan kalung pemberian ibunya. Dia mencari-cari kalung itu di sebuah taman yang luas sambil menangis. Lalu, seorang bocah laki-laki dengan mata abu-abu menemukan Elena dan membantunya mencari kalung itu. Karena tak kunjung menemukan kalung kesayangannya itu, bocah tadi menghibur Elena dengan memberinya kue kaiserschmarrn rasa cranberry buatannya. 

Sejak saat itu, tanpa sadar Elena telah jatuh cinta pada bocah itu dan sering memimpikannya. Ketika sampai di Wina, Elena bertemu dengan dua pria yang menimbulkan percikan api yang berbeda di hatinya. Dia nggak tau siapa yang harus dipilihnya. Namun akhirnya, dia menemukan pangeran kaiserschmarrnnya, lelaki yang mengisi relung hatinya yang hampa selama delapan tahun terakhir.


MY COMMENTARY

Jelas aja novel ini memenangkan juara ketiga dalam lomba 100% Roman Asli Indonesia yang diselenggarakan oleh GagasMedia. Alurnya benar-benar menakjubkan! Setiap babnya menyimpan misteri tersendiri, yang membuatku merasa sangat penasaran. Lalu, ketika misteri-misteri itu terungkap, berbagai hal nggak terduga muncul. Jalan pikir kak Yoana jenius. Idenya sangat brilian dan nggak tertebak. Ending-nya yang nggak disangka-sangka membuatku merasa sangat puas saat selesai membacanya, dan merasa tak rela ketika kisah romantis itu berakhir.

Gaya bahasanya yang sangat mengalir, membuatku benar-benar terombang-ambing dalam arus ceritanya. Rangkaian kata-katanya yang indah sangat mendukung genre romantisnya yang manis. Tokoh-tokohnya memiliki karakter yang unik, yang dideskripsikan dengan sangat nyata, membuat tokohnya terasa hidup. Penyajian ceritanya yang rapi dan desain layout yang menarik membuatku merasa nyaman dan bersemangat untuk membacanya sampai habis.

Selain itu, latar tempat yang dipilih juga sangat indah, yaitu di Wina. Kak Yoana mendeskripsikan setting dengan kental dan nyata, membuatku merasa seperti mereka sedang berada di sana juga, bahkan sanggup mengaktifkan imajinasiku untuk membayangkan tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Makin pengen ke Wina/Austria, deh!! Covernya juga sangat menggugah hati. Gambar biola yang sesuai dengan isi buku, juga judulnya yang menarik dan memiliki makna terselubung, membuatku merasa penasaran dari awal. Recommended! Kisah manis ini bikin aku bener-bener jatuh cinta. Love you, kak! Keep writing!

8 comments:

  1. Kayaknya cuma aku yang blang novel ini jelek hmmmmmmmmm................ :|

    Btw salam kenal, visit back ya di adeliaayuuu.blogspot.com :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! Thanks ya udah ngunjungin blogku n comment (:

      Wah, menurutmu kenapa jelek? Selera orang emang beda2 sih, jadi maklum aja (:

      Salah kenal juga, Adel! Nice blog :D

      Delete
    2. Ya ampun ini Alfindy yg beli novelku di fb? Masya allah baru nyadar x_x v

      Delete
    3. Waaah sama aku juga baru nyadar! Well, awalnya sempet kepikir sih, soalnya namanya sama. Kukira cuma kebetulan. Hahaha kita jodoh nih :p

      Delete
    4. Haha :p
      Abis nama blogmu gitu sih, jadi awalnya aku ngga nyadar :D

      Delete
  2. Waaah...jadi penasaran sama twist dan kejutannya deh :) Btw iyaaa pengen banget ke Wina, kata orang salah satu kota teromantis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca, deh kak. Menurutku sih kece :3
      Iya keren yaa xD

      Anyway, thanks udah visit n comment kak :D

      Delete