Menu

Thursday, 11 July 2013

[Movie Review] Refrain (2013)


Judul Film     : Refrain
Produksi       : Maxima Pictures
Sutradara     : Fajar Nugros
Penulis Skrip  : Haqi Achmad
Adaptasi dari : Novel ‘Refrain’ by Winna Efendi
My Rating      : 4 of 5

(http://www.youtube.com/watch?v=7waniQXMbxE)

TRAILER



MY SUMMARY + COMMENTARY

Refrain. Setiap kali mendengar satu kata itu disebut, yang muncul di benakku hanya satu – kisah Niki, Nata dan Anna. Orang lain mungkin akan berpikir, “Oh, refrain itu kan, bagian dari lagu yang diulang-ulang. Reff. Chorus.” Emang itu, sih, arti asli dari kata ‘Refrain‘, tapi, yang pertama kali kuingat adalah novel ketiga kak Winna yang akhirnya difilmkan ini.


Aku udah baca novelnya, yang langsung masuk ke dalam list novel favoritku. Bisa dibilang, aku fans beratnya kak Winna, jadi, saat  mendengar rumor Refrain akan difilmkan, aku langsung bersorak-sorai (literally). Padahal, aku nggak begitu suka film lokal. Kebanyakan novel Indonesia yang difilmkan berakhir kurang memuaskan. Setelah mengingat fakta-fakta itu, semangatku langsung ciut. Aku takut film Refrain nggak sebagus ekspektasiku.

Suatu hari, aku menemukan fanbase official untuk film Refrain di twitter. Di sana, di-update perkembangan film Refrain, mulai dari pemain-pemainnya, kru yang bertugas, serta foto-foto selama syuting. Semakin dilihat, aku menjadi semakin tertarik. Pemain-pemainnya good looking, dan setting yang digunakan juga kelihatannya menarik. Apalagi, salah satu adegannya berlatar di Vienna, Austria. Awalnya, aku kurang setuju dengan pemainnya, karna agak berbeda dari yang ada di bayanganku. Tapi, setelah dilihat-lihat, ternyata cocok juga. Apalagi pemain Olivernya – Maxime Bouttier. Ganteng!

(http://aboutafgan.wordpress.com/2013/03/01/film-refrain/)

Aku pun kembali bersemangat menanti-nanti film ini. Sayangnya, saat film ini akhirnya dirilis, aku belum bisa langsung nonton, karna aku udah janji untuk nonton bareng sama temen-temenku. Aku jadi makin nggak sabar. Akhirnya, aku nonton di hari tayang kelima, yaitu pada hari Selasa, 25 Juni 2013 (yep, I remember!).

Film dan novel emang nggak bisa seratus persen sama. Jelas ada bagian dari novel yang ditiadakan di film, atau dipersingkat. Novel selalu lebih rinci, sedangkan film harus lebih memerhatikan sisi entertainment – jangan sampai membuat penonton bosan. Karena faktor-faktor itulah, film ini jadi beda dari novelnya. Namun, tetap aja ada bagian yang sama, dan aku merasa senang saat mengenalinya.

Film ini diawali dengan monolog Niki, tokoh utama cewek di film ini, yang diperankan oleh Maudy Ayunda. Dia menceritakan tentang persahabatannya dengan Nata – tokoh utama cowok yang diperankan oleh Afgansyah Reza. Mereka udah bersahabat sejak kecil dan melakukan hampir segalanya bersama. Rumah mereka bersebelahan, dan setiap pagi, Nata akan mengantar-jemput Niki ke sekolah dengan sepedanya. Suatu hari, sekolah mereka kedatangan murid baru – Anna. Dan Anna pun masuk ke dalam lingkaran Niki-Nata dengan mudahnya. 

(http://twicsy.com/i/fqK3md)

Anna diam-diam memiliki perasaan pada Nata, yang sayangnya udah terlebih dahulu memiliki perasaan pada Niki. Sedangkan Niki, dia terlalu sibuk mencari cinta pertamanya. Niki yang penasaran bagaimana rasanya jatuh cinta, akhirnya bertemu dengan Oliver, kapten basket dari sekolah lain. Mereka semakin akrab, dan akhirnya berpacaran. Ini membuat Nata jadi uring-uringan, dan akhirnya persahabatan mereka pun merenggang.

(http://allaboutafgan.blogspot.com.au/2013/02/bts-film-refrain.html)

Persahabatan mereka menjadi semakin kacau setelah Nata akhirnya mengetahui bahwa Anna menyukainya, tapi dia menolak, dan mengatakan bahwa dia menyayangi Niki. Niki mendengarnya dan marah, lalu mulai menjauh. Niki bingung, mengapa persahabatan mereka menjadi kacau begitu. Saat prom, Niki yang seharusnya datang dengan Oliver, akhirnya pergi sendirian karena Oliver sakit. Sesampainya di sana, dia malah menemukan Oliver – yang ternyata nggak sakit, datang dengan Helena, salah satu teman Niki. Niki sakit hati, membuat emosi Nata tersulut, lalu menonjok Oliver.

(http://www.thejakartaglobe.com/features/teenage-romance-handled-with-poise-2/)

Setelah itu, Nata - yang ternyata diterima di sekolah musik di Vienna, memberitahukan kepergiannya pada Niki, dan mereka pun berpisah. Selepas kepergian Nata, Niki menemukan amplop biru berisi surat dari Nata, yang menyatakan perasaannya lewat surat itu. Niki mulai merasa kehilangan dan menyadari bahwa dia juga memiliki perasaan khusus untuk Nata. Beberapa tahun kemudian, Niki, yang tampak lebih dewasa, nggak sengaja menemukan amplop biru dari Nata, dan memutuskan untuk menyusul Nata ke Vienna. Di akhir cerita, Nata dan Niki kembali dipertemukan dan kali ini mereka saling jujur pada perasaan mereka masing-masing.

(http://www.muvila.com/read/refrain-kalau-cinta-jangan-setengah-setengah/page/0/2)

Ada beberapa adegan dan tokoh di novel yang ditiadakan, dan ending-nya juga dibuat berbeda. But overall, aku tetap merasa puas. Kisah di novel dikemas dengan baik dalam bentuk film. Full of surprises. Sayangnya, adegan yang diambil di Vienna agak pecah, namun selebihnya, nggak masalah. Dan yang membuat film ini lebih unggul dari film Indonesia lainnya adalah, film ini nggak pelit, jadi nggak tanggung-tanggung milih setting. Selain itu, aksesori-aksesori yang digunakan dibuat semirip mungkin dengan yang dideskripsikan di dalam novel, jadi semuanya terasa mendukung dan sinkron. 

(http://www.memobee.com/index.php?do=c.myreview&idmw=952)

Poster filmnya pun terlihat sangat menarik, udah hampir setara dengan film-film luar negeri. Salut! Aku juga suka tagline-nya: "Kalau Cinta Jangan Setengah-Setengah!" Jleb, ya? Hihihi. Aktor dan aktrisnya juga mendalami karakter dengan baik. Film ini bahkan membuatku jatuh cinta pada tokoh Anna yang kalem dan Oliver yang keren. Walaupun kadang terasa agak kaku, namun akhirnya tetap aja bagus. Soundtracknya juga enak didengar dan liriknya cocok sama adegan-adegannya. Film ini film lokal terbagus yang pernah kutonton. Recommended!

(http://allaboutafgan.blogspot.com.au/2013/03/pic-prom-nite-film-refrain.html)

No comments:

Post a Comment