Menu

Thursday, 20 June 2013

[Book Review] Sweet Nothings by Sefryana Khairil


Judul Buku       : Sweet Nothings
Pengarang         : Sefryana Khairil
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 314 halaman
My Rating          : 4 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Aku menyukaimu. Aku membencimu. Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.

Tapi kau seperti air, mengalir begitu saja di dalam hidupku. Dan sebentar saja, kau sudah jadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.

Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja di bawah pesonamu. Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.
Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini. Aku bertanya-tanya — dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.

Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.

Kau ingin menggantikannya—dia yang sudah meninggalkanku. Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.
Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa. Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.

Cintalah yang melukaiku dulu. Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?


THE AUTHOR

Sefryana Khairil lahir dan besar di Jakarta. Senang menulis buku harian sejak kecil hingga cerpen pertamanya terbit tahun 2001. Gadis penyuka warna kuning ini telah menerbitkan beberapa novel, antara lain, "YOU" (2005), "Kata Hati", "Pelangi Jiwa", "Always Love You", "Dongeng Semusim", "Sweet Nothings", "Beautiful Mistakes", "Rindu", "Tokyo: Falling."  Selain menulis novel, ia juga suka puisi, dan artikel.
(Sumber: Website GagasMedia - with a bit of modifications)


MY SUMMARY

Pernah dengar istilah “benci jadi cinta”? Atau bahkan pernah merasakannya? Saskia pernah. Entah yang dialaminya emang “benci jadi cinta”, atau hanya perasaannya aja, karna dari awal, dia emang udah merasa tertarik dengan pria itu, tapi dia terus menepis dan menyangkalnya. Mungkin karna cedera hatinya yang terlalu dalam, akibat pernikahannya yang hancur lebur.

Saskia Fazia, janda muda yang memiliki dua anak, membuka toko kue dan mengelolanya sendiri, ditemani sahabatnya, Indira. Suatu hari, saat dia memerlukan seorang pastry chef baru, sahabarnya merekomendasikan Ghazy Harsa Erlangga, sepupu Indira, yang akhirnya diterima sebagai chef baru di toko kue Saskia.

Harsa juga diam-diam merasa tertarik pada Saskia. Dia berusaha menarik hati Saskia, namun Saskia yang keras kepala terus mengacuhkannya. Saskia sebenarnya merasakan hal yang sama, dan dia sadar akan itu, hanya saja, dia terus memungkiri kata hatinya. Dia terlalu takut untuk kembali membuka hatinya. Walaupun begitu, Harsa nggak menyerah gitu aja. Dia terus berjuang hingga mendapatkan hati Saskia.


MY COMMENTARY

Novel ini bikin aku ngiler. Kenapa? Liat, covernya aja gambar kue yang kayaknya enak banget. Belum lagi kue-kue yang dideskripsikan di dalan novel ini, begitu detail dan menggiurkan. Selama membaca novel ini, aku selalu dibayang-bayangi sesuatu yang manis. Bukan hanya kuenya saja yang manis, tapi kisah cintanya juga manis. Sikap Harsa yang begitu lembut dan pengertian jelas membuat wanita mana pun meleleh.

Alur ceritanya kompleks (maklum, novel dewasa). Konfliknya juga menarik, walaupun kebanyakan konflik batin, tapi cukup kuat untuk membuatku galau dan menanti-nantikan penyelesaian. Tokoh yang diciptakan kak Sefry begitu realistis, dimana masing-masing memiliki kepribadian dan latar belakang yang berbeda, layaknya manusia. Bikin aku empati sama mereka, jadi kalau mereka galau, aku ikutan galau.

Covernya sangat mendukung isi novel dan judulnya. Like I said, gambar kue dengan stroberi di atasnya menggiurkan. Desain layoutnya juga nggak kalah menarik, dimana ada resep kue di bagian awal buku, yang lagi-lagi bikin aku ngiler :9 Recommended, terutama untuk pembaca dewasa. Ada beberapa adegan dewasa yang bikin aku males (I don't know, I just don't like it), tapi above it all, I like the story. Bikin gemes! Well done, kak! Keep writing!

No comments:

Post a Comment