Menu

Sunday, 23 June 2013

[Book Review] Kau: Cinta pada Pandangan Pertama by Sylvia L'Namira


Judul Buku       : Kau: Cinta pada Pandangan Pertama
Pengarang         : Sylvia L’Namira
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 212 halaman
My Rating          : 3.5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi kau adalah pengecualian. Kau muncul di sudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore. Seluruh indraku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.

“Siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak keruan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuil pun tentang dirimu. Kau misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.

Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu—aku salah.

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu. Kau membuatku merindu.


THE AUTHOR

Saat ini masih aktif bekerja sebagai pustakawan di sebuah sekolah internasional. Tulisannya yang telah terbit adalah novel berjudul "Mi Familia" dan karya nonfiksi "La Tahzan for Single Mothers". Selain itu karyanya yang lain juga diterbitkan dalam antologi, antara lain: "Jumpalitan Menjadi Ibu", "La Tahzan for Working Mothers", "Makan tuh Cinta!", "Be Strong Indonesia", "La Tahzan Lovely Lebaran", "Ramadhan on Delivery", "Ortu, kenapa sih?", "Flash! Flash! Flash! Kumpulan cerita sekilas", "Biarkan Aku Mencintaimu dalam Sunyi." 
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Banyak orang yang nggak percaya sama cinta pada pandangan pertama. Banyak yang bilang, biasanya itu "suka" pada pandangan pertama, bukan "cinta". Tapi, berbeda dengan yang dirasakan Viola. Viola Sembiring, yang biasa dipanggil Piyo, berprofesi sebagai seorang reporter. Dia suka mengamati bentuk awan. Bahkan, dia percaya bentuk-bentuk awan itu memberikan pertanda tersendiri padanya. Dia juga suka memakai topi rajut berwarna-warni untuk menanggapi pertanda itu. Piyo, yang umurnya udah 25 tahun tapi belum juga memiliki pacar ini, membuat mamanya sibuk menjodoh-jodohkannya dengan anak teman-temannya. Piyo jelas menolaknya mentah-mentah.

Suatu hari, Piyo ikut serta menjadi wartawan perang dan dikirimkan ke daerah konflik. Dia bertemu dengan seorang pilot bernama Igo dan tertarik padanya. Tapi, mamanya terus menjodohkannya dengan anak sahabatnya. Apa yang akhirnya Piyo lakukan?


MY COMMENTARY

Kisah cinta yang menarik, dengan akhir yang mengharu-biru. Ide ceritanya sederhana, tapi tetap menyentuh hati. Aku suka dengan keunikan-keunikan yang kak Sylvia tambahkan pada setiap tokohnya, terutama Piyo, si tokoh utama. Profesi yang dipilih juga menarik dan agak jarang. Detail-detail mengenai profesi tersebut pun menjadi sesuatu yang fresh

Teoeri-teori tentang awan, jurnalis, pilot, astronomi, dan lain-lain yang dibubuhkan di novel ini menambah pengetahuan tanpa kesan menggurui. Akhirnya sih sedih, tapi unpredictable dan jleb, gitu aja. Tiba-tiba ceritanya udah berakhir aja, jadi aku tambah sedih. Covernya yang berwarna biru langit dengan gambar awan berbentuk hati sangat menarik untuk dilihat dan sesuai dengan isi novelnya. Aku suka sentuhan yang berkesan lembut pada covernya ini.

Walaupun bukan favoritku, karena entah kenapa nggak gitu klop sama aku, novel ini recommended. Tetep ada aja hal-hal kecil dari novel ini yang aku suka. Way to go, kak. Keep writing!

No comments:

Post a Comment