Menu

Thursday, 20 June 2013

[Book Review] Hanami by Fenny Wong


Judul Buku       : Hanami
Pengarang         : Fenny Wong
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 456 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Kepada Sakura

Kau adalah hangat. Padamu aku temukan dunia yang ramai dan selalu bahagia. Kau adalah rumah. Tempat aku menitipkan tawa kanak-kanakku, juga menyimpan mimpi tentang sebuah masa depan.
Suatu hari, mungkin rumahku tidak lagi kau. Tidak bisa dan tidak mungkin. Kau hanyalah rumah tempat aku menyimpan berpuluh-puluh frame yang tidak akan lapuk karena waktu. Tempat aku selalu kembali meski mungkin kau tidak lagi berada di sana.
- Keigo

Kau datang menjelma sepi. Lalu, pergi meninggalkanku dalam gigil. Gadis polos dalam kamuflase musim semi, aku membencimu. Tak ada kau dan aku dalam cerita masa depan. Itulah mengapa aku memilih menjauh.
Namun, kau tahu, hingga mana pun jauh mengantar langkahku, ternyata tak pernah ada yang menamai rindu milikku, sesempurna kau menamainya. Dan, membuatnya akan selalu menjadi milikmu. 
- Sakamura Jin


THE AUTHOR

Moonlight Waltz adalah novel pertama dari Fenny Wong - seorang gadis SMU (nggak tau sekarang) biasa yang lahir dan besar di Bandung. Mendapatkan pendidikan piano sejak kelas 2 SD dan berhenti di akhir kelas 2 SMA. Walaupun belajar musik klasik sedari kecil, tetapi ia sadar betul cinta sejatinya adalah musik rock, sastra, dan tentu saja, fashion. Di tengah kesibukannya menekuni hobi-hobinya yang lain, ia sadar menulis adalah hal yang tidak bisa ditinggalkannya. Terpukau pada ketekunan sahabatnya, dirinya ikut mulai menulis novel saat kelas 5 SD. Ia menyukai novel dari hampir segala genre, tetapi genre yang ia tulis adalah fantasy atau romance saja. Menerbitkan sebuah novel adalah satu dari banyak impiannya, dan kini telah terwujud.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

Hidup ini penuh dengan misteri. Begitu pemikiran Nishikado Sakura tentang hidupnya. Bagaimana tidak? Dia dirawat dan tinggal serumah dengan lelaki yang berbeda sepuluh tahun dengannya sejak kecil, tapi nggak punya hubungan darah sama sekali dengan lelaki itu. Dia nggak pernah mengenal keluarganya dan nggak pernah tau asal usulnya, atau apapun yang berkaitan dengan masa lalunya.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri dalam hidup Sakura disingkapkan. Dimulai dari penemuannya tentang nama ayah dan kakak laki-lakinya, bertemu dengan kakaknya itu, lalu terseret hingga mengetahui alasannya tinggal bersama pengasuhnya dari kecil, sampai dalang di balik semua misteri ini.


MY COMMENTARY

Novel ini sangat unik. Alurnya benar-benar menarik. Kak Fenny dengan lihainya menciptakan misteri demi misteri, rahasia demi rahasia, yang sanggup membuatku (hampir) mati penasaran. Lalu, misteri dan rahasia itu terungkap satu per satu, di waktu yang tak terduga. Sangat menakjubkan! Nggak ada penumpukan informasi. Semuanya mengalir begitu aja. Novel ini bukan hanya menyuguhkan kisah romantis di negara sakura, tapi juga berbagai bumbu-bumbu lain yang bikin bacaannya sedap! Banyak twist yang menarik dalam setiap babnya, bikin aku terkagum-kagum. Ada banyak nilai yang dapat dituai juga. Komplit!

Pendeskripsian latar tempatnya juga menarik, membuat aku makin kebelet pergi ke Jepang. Begitu pula tokohnya, begitu mudah dicintai - lovable. Aku suka Sakura, dengan sikap kekanakan dan imut-imutnya, si pengasuh-yang-nggak-mau-kusebut-namanya, dengan sifat dewasa dan cool-nya, dan kakaknya Sakuran (yang namanya nggak mau kusebut juga), dengan sifat acuh tak acuh namun pedulinya (my favorite!!). 

Bahasanya yang mengalir, membuat aku hanyut dalam arus cerita. Aku sangat menikmati masa-masa membaca novel ini. Rasa penasaran yang berhasil dibangkitkan kak Fenny memacuku untuk terus membaca sampai selesai. Novelnya emang kelihatan tebal, tapi itu karena font-nya yang lebih besar dari novel Gagas lainnya, dan membuat lebih nyaman dibaca. Kalaupun tebal, nggak terasa sama sekali, karena alurnya yang mengalir dan asyik dibaca. Menurutku, komposisi ceritanya udah pas, nggak kepanjangan, nggak kependekan. Konflik yang dihadirkan sih kompleks dan rumit, tapi kak Fenny berhasil mencari solusi yang nggak lupa sama logika cerita. 

Blurb-nya bener-bener menarik dan so sweet. Covernya juga kece banget! Terasa sangat ceria dengan warnanya yang terang, jadinya makin menarik, bahkan dari kejauhan sekalipun. Gambar pohon sakura dengan teras khas rumah Jepang plus judul novelnya “Hanami” cocok sama setting yang digunakan. Pokoknya, recommended, deh! Way to go, kak! Keep writing!

No comments:

Post a Comment