Menu

Thursday, 20 June 2013

[Book Review] Fly to The Sky by Nina Ardianti and Moemoe Rizal


Judul Buku       : Fly to The Sky
Pengarang         : Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Penerbit           : Gagas Media
Jumlah Halaman : 360 halaman
My Rating          : 4.5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.

Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?

Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.


THE AUTHORS

Nina Ardianti menulis sambil bekerja di bank. Menyukai segala hal yang cheesy, chick-flick, dan chicklit. Oh, dan bau tanah tersiram air hujan. Pernah nerbitin di GagasMedia: "Simple Lie", "Glam Girls", "Impossible", "Fly to The Sky", dan "Restart."

Moemoe Rizal jelas bukan seorang pilot. Hanya penggemar pesawat yang gila aviasi keterlaluan. Lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, sekitar 24 tahun lalu (nggak tau sekarang). Pengalaman pertamanya naik pesawat: Fokker 70-nya MZ, then fell in love with aviation. Current activity: menulis sembarangan, coaching marching band, dan bermimpi punya airline sendiri. Pernah nerbitin ini di GagasMedia: "Satu Cinta Sejuta Repot:, "Oh Baby", "Outrageous", "Jump", "Fly to The Sky", dan "Bangkok The Journal."

(Sumber: Website GagasMedia - with a bit of modifications)


MY SUMMARY

GagasDuet ini dimulai dari sudut pandang tokoh wanita bernama Edyta, ditulis kak Nina. Wanita kantoran yang masih single di umurnya yang ke-26 ini sering dijodoh-jodohkan oleh kakak-kakak dan sahabatnya. Tapi, pria-pria yang dijodohkan dengannya nggak ada yang cocok, atau lebih tepatnya, nggak ada yang sanggup menghadapi sifat dan tingkah wanita ini. Suatu hari, di hari yang sangat nggak menyenangkan untuk Edyta, dia malah bertemu dengan Ardian, co-pilot yang sabar menghadapi tingkahnya yang menyebalkan, bahkan membantunya di kala kesusahan. Sejak itu, Edyta jadi merasa ingin tau lebih banyak mengenai sosok Ardian itu dan terus melacaknya kemana-mana.

Di sisi lain, Ardian, sudut pandang tokoh pria yang ditulis kak Moemoe, juga bernasib sama, single dan terus dijodoh-jodohkan oleh sahabatnya. Namun, belum ada wanita yang cocok dengannya - lebih tepatnya, dengan checklist-nya. Dia membuat checklist wanita idamannya - wanita yang sepadan dengannya, memiliki banyak kesamaan dengannya. Akibat sifat perfectionist dan picky-nya inilah dia sulit mendapat pasangan. Ketika Ardian bertemu dengan Edyta, dari awal dia udah tahu, wanita ini sama sekali nggak memenuhi kriteria dalam checklist-nya. Namun, sejak mereka terus berhubungan, semakin lama, dia merasa tertarik sekaligus penasaran dengan kehidupan wanita ini.


MY COMMENTARY

Satu hal yang kusukai dari seri GagasDuet, ada dua penulis yang berkolaborasi dalam satu novel. Jadi, kayak paket two in one gitu, dalam satu novel ada dua penulis, dengan dua gaya menulis yang berbeda, dan dua sudut pandang. Itu membuat pembaca nggak suntuk, karena ada perubahan gaya menulis dan keragaman kosa kata serta diksi.

Kisah ini sangat menyenangkan dan menghibur, apalagi tokoh Edyta yang ceroboh dan blak-blakan itu. Ada beberapa adegan konyol yang membuatku gemes sama tokoh-tokohnya. Alurnya juga menarik, nggak disangka-sangka. Walaupun inti ceritanya simpel, tapi kedua penulis ini berhasil mengembangkannya dengan baik. Masing-masing penulis menyelami tokoh utama yang berbeda, membentuk pribadi yang bertolak belakang, dan sangat mendalaminya, sehingga dua kepribadian yang terbentuk terasa sangat nyata. Mereka sangat menyatu dengan pribadi tokoh yang mereka pegang, jadi saat berganti sudut pandang, sangat terasa perbedaannya. Gaya bahasa kedua penulis sama-sama menarik, begitu mengalir, jadi terasa seperti tokohnya sendiri yang curhat ke aku. Penghayatannya begitu dalam dan detail, jadi aku seakan menyelam langsung ke dalam cerita.

Cover novel ini juga sangat menarik, seperti GagasDuet lainnya. Warna biru dengan gambar awan dan bintang, sesuai dengan judulnya “Fly to The Sky”. Tampilan layoutnya juga tak kalah menarik. GagasMedia emang selalu unggul dalam hal itu! Recommended, of course. Novel ini jenis novel ringan yang entertaining dan kocak, untuk menghilangkan penat di kepala (: Way to go, kak! Keep writing!

No comments:

Post a Comment