Menu

Saturday, 25 January 2014

[Book Review] Cinta Brontosaurus by Raditya Dika


Judul Buku       : Cinta Brontosaurus
Pengarang          : Raditya Dika
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 152 halaman
My Rating          : 4 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Ada satu adegan yang mana gue harus berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga. 
Dengan menyeimbangkan emosi dengan karakter. 
Dengan masuk ke dalam jiwa sang tokoh. 
Dengan total. 
Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh! 
Setelah selesai shooting, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting. 
‘Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?’ gue nanya dengan pede. 
‘Kayak babi lepas,’ dia jawab santai. 

Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.


THE AUTHOR

Raditya Dika (Dika Angkasaputra Moerwani) lahir di Jakarta, 28 Desember 1984. Aktif menulis buku, skenario film layar lebar, dan sesekali main futsal. Buku-buku karyanya: "Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh", "Cinta Brontosaurus", "Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa", "Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang", "Marmut Merah Jambu", dan "Manusia Setengah Salmon".
(Sumber: Website GagasMedia dan Wikipedia)


MY SUMMARY

Sebuah karya tulis nggak selalu memerlukan ide yang cetar membahana. Hal-hal kecil di sekitar kita dapat dijadikan bahan menulis. Itulah yang berhasil bang Dika sajikan dalam buku ini. Kejadian-kejadian kecil yang dialaminya sehari-hari diolahnya menjadi cerita kocak yang menggelitik saraf tertawa pembaca. Dia menceritakan pengalaman pribadinya seperti sedang curhat pada para pembacanya.

Ada kisah tragis tentang mobil pertamanya yang babak belur akibat gaya mengemudinya yang amburadul dan diam-diam menyimpan dendam yang akhirnya terbalaskan. Ada juga pengalaman memalukannya semasa sekolah, pengalaman cintanya yang konyol (tapi menyedihkan), pengalamannya menderita penyakit aneh, sampai tentang kucing peliharaannya yang jatuh cinta.


MY COMMENTARY

Kesulitan seseorang untuk melucu atau menulis genre komedi adalah takut leluconnya garing. Tapi,  bang Dika sukses menaklukkan kesulitan itu. Dengan bahasanya yang mengalir dan apa adanya, dia berhasil membuatku ngakak guling-guling. Nggak ada unsur paksaan dalam lelucon yang dia lontarkan, jadi aku juga nggak terpaksa ketawanya.

Gaya bahasanya yang ringan membuatku makin mudah terbawa suasana yang diciptakan. Ada tiga belas cerita pendek yang disajikan, semuanya berhasil membawa gelak tawaku. Bukunya emang tipis, tapi satu buku itu udah sanggup membuatku tertawa terbahak-bahak. Justru karna jumlah halamannya yang tipis ini yang membuatnya cocok untuk dibaca kapan aja, di sela-sela kesibukan, untuk menghilangkan penat di kepala. Harganya murah, lagi! Walaupun tipis, tapi worth it, deh!

Buku yang udah difilmkan ini emang memiliki keunikannya sendiri. Walaupun filmnya nggak sama persis dengan isi bukunya, tapi aku ngerti kenapa Production House mau mengadaptasikannya ke layar lebar. Gaya menulis bang Dika yang lugu dan apa adanya ini menjadi sesuatu yang fresh dan sangat menghibur. Recommended! Kocak abis, dah! Well done, bang. Keep writing!

2 comments:

  1. hmmm belum pernah nih baca bukunya radit XD tapi lumayan suka sama stand up nya. kapan2 mau coba baca deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba deh kak. Sama aja lucunya. Dia natural banget ngelucunya. Kayaknya bakat dari lahir :p

      Delete