Menu

Thursday, 4 April 2013

[Book Review] Alex's Wish by Elcy Anastasia


Judul Buku       : Alex’s Wish
Pengarang         : Elcy Anastasia
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 200 halaman
My Rating          : 3 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Subjek: Federic Sawa alias Eric. Terlahir sebagai pangeran kegelapan, pewaris takhta Kaerajaan Setan Malvera. Tertangkap basah melakukan dosa terbesar kaum setan: berbuat baik. Dihukum turun ke bumi. Tugasnya mendapatkan nyawa cewek remaja, tapi harus dengan kesukarelaan cewek itu.

Target: Alexandra Alfarez, lebih sering disapa Alex, 15 tahun. Hobi naik motor sport dan ikut balapan liar. Jengkel dengan hidupnya yang menyebalkan. Nggak punya Papa dan kerjanya ribut terus sama Mama. Di sekolah dia nggak dianggap penting oleh siapa pun, termasuk sama Kian, cowok gebetannya.

Situasi: Alex berhasil dibujuk Eric nandatanganin kontrak kematiannya dengan imbalan tiga permintaan. Tapi ada satu kesalahan kecil yang luput dari perhatian Eric. Satu kesalahan yang mengancam kesuksesan misinya. Kesalahan yang bisa membatalkan kontrak kematian dan membuat Alex mendapatkan kembali hidupnya.


THE AUTHOR

Nggak nemu bionya dimana-mana. Kayaknya mesti nyari di back cover bukunya, nih. Entar deh, ya :D


MY SUMMARY

Hidup adalah hal terkompleks di dunia. Hidup memiliki banyak sisi, kadang terasa menyenangkan, tapi bisa juga terasa menyedihkan. Bisa terasa memuakkan, tapi ternyata sangat berharga. Apa sih arti hidup itu sebenarnya? Novel ini mengungkapkan makna hidup yang sesungguhnya, dengan cerita tentang Federic Sawa, pewaris takhta kerajaan setan, yang tertuduh melakukan perbuatan baik yang terlarang di kerajaannya. Ayah Federic, yang awalnya merupakan pewaris takhta, menikah dengan seorang malaikat dan memilih tinggal di kerajaan malaikat. Karna itu, takhta kerajaan setan pun jatuh ke tangan Federic, anaknya. Karna memiliki darah malaikat di tubuhnya, Federic diragukan sebagai penerus kerajaan setan. 

Federic pun turun ke bumi untuk melaksanakan sebuah ujian. Dia ditugaskan untuk mendapatkan nyawa seorang gadis bernama Alexandra Alfarez. Demi menyelesaikan tugasnya itu, Federic menawarkan tiga permintaan untuk Alex sebagai ganti nyawanya. Alex, yang merasa hidupnya memuakkan, menerima tawaran itu. Mereka mengira semuanya akan berakhir dengan mulus. Namun, nyatanya, semuanya nggak berakhir sesuai rencana. Federic mulai menemukan jati dirinya yang asli, sedangkan Alex baru memahami arti hidup yang sebenarnya.


MY COMMENTARY

Novel ini menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah diserap dan sesuai dengan sasarannya, yaitu para remaja. Novel ini menggabungkan dua dunia - dunia nyata/realita dan dunia maya/fantasi. Kedua dunia yang sangat berbeda itu dapat dikombinasi dengan baik oleh kak Elcy. Watak tokoh yang dipaparkan juga konsisten, dimana seorang 'pangeran kegelapan' haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai yang buruk, lalu gadis popular di sekolah haruslah cantik, kaya, angkuh, dan suka berhura-hura. Watak-watak tersebut membuat tokoh-tokohnya hidup dan terasa nyata (walaupun stereotyping :p).

Novel ini juga sarat akan pesan moral, mengenai persahabatan, cinta, keluarga, dan nilai-nilai hidup lainnya. Kita harus menghargai hidup kita. Walaupun hidup ini kadang terasa menjengkelkan, kita harus belajar melihat sisi positifnya dan mensyukurinya, ‘cause you don’t know what you got until it’s gone. Kita baru menyadari dan menyayangkan segala hal yang kita miliki ketika hal-hal itu udah nggak ada. Jangan sampai kita menyesal di akhir. Alurnya cukup menarik. Walaupun ada beberapa adegan yang terkesan sia-sia atau nggak perlu dan gampang tertebak, tapi nyatanya setiap adegan yang diciptakan saling berkaitan satu sama lain dan bahu-membahu membentuk satu cerita yang utuh. Pemberian informasinya sedikit menumpuk di awal, tapi kemudian kak Elcy berhasil memunculkan beberapa rahasia yang membangkitkan rasa penasaranku, yang kemudian disingkap di bab berikutnya. 

Namun, hal-hal yang gampang ditebak membuat ceritanya agak membosankan. Selain itu, penjelasan/deskripsi yang diberikan sedikit berlebihan, artinya, kak Elcy menjelaskan hal-hal yang udah diketahui pembaca (in this case, me) dan terkadang mengulang-ulang suatu informasi, jadi bikin aku rada bosan. Above it all, novel ini memberikan banyak pelajaran - memaparkan berbagai nilai hidup yang sering terlupakan. Recommended, sih, tapi untuk remaja, ya, karna kalau udah beranjak dari masa remaja (kayak aku, yang mungkin udah bisa dibilang young adult), pasti ngerasa novel ini agak (ehem) lebay dan nggak klop aja rasanya (imho, loh). Keep writing, ya, kak!

No comments:

Post a Comment