Menu

Wednesday, 13 March 2013

[Short Personal Literature] I Can’t Move On, I’ll Move On


Held by : ngerumpi.com
Status  : Didn’t win (Modified)


Empat tahun yang lalu, Papa meninggal dunia. Keluargaku merasa sangat terpukul. Belum lagi, setelah kejadian itu, rumahku kerampokan. Dua hal itu meyakinkan Mama, kalau tempat tinggal kami sudah tidak aman lagi. Mama pun memutuskan untuk pindah ke kota lain – berharap suasana baru dapat menghibur kami semua. Saat itu, aku masih kelas 3 SMP. Tanggung sekali untuk pindah. Tapi, aku tidak punya pilihan lain.

Pendaftaran di sekolah baruku ditutup pada akhir bulan itu, jadi aku harus segera pindah dan melakukan pendaftaran. Karena masih banyak urusan yang harus Mama urus di kota lama, jadi aku pun terpaksa berangkat sendirian. Selama ini, bila keluargaku mau pindah, Mamalah yang mengemas barang-barang kami. Tapi kali itu tidak. Aku harus belajar mengemas barang-barangku sendiri. Jadi, berangkatlah aku sendirian, untuk yang pertama kalinya, Saat aku tahu aku harus berangkat sendirian, aku otomatis merasa panik dan takut. Pikiran-pikiran negatif mulai menghantui, tetapi aku berusaha untuk menenangkan diri. Aku tidak boleh menyerah sebelum mencoba.

Ternyata, semuanya tidak sesulit yang kukira. Aku sampai dengan selamat, dan menginap di rumah omku sampai Mama datang. Omku membantu proses pendaftaran ke sekolah baruku, tapi aku juga harus mengurus hal-hal lain sendiri – seperti seragam, buku, dan lain-lain. Semua itu baru bagiku. Aku mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya. And it felt great.

Selama ini, aku hanya menerima apa jadinya. Aku tidak pernah peduli dengan urusan-urusan yang kuanggap urusan ‘orang dewasa’. Dan tiba-tiba saja, aku harus mengurusnya sendiri.  Mentalku belum siap, dan itu membuatku merasa putus asa setiap kali berhadapan dengan masalah. Aku selalu memulai dengan kata “tidak bisa” sebelum mencoba. Tetapi, setelah semua kejadian buruk itu menimpaku, aku akhirnya belajar bahwa tiada hal yang tidak bisa kita lakukan jika kita mau mencoba. Tuhan tidak pernah memberi cobaan yang tidak sanggup kita lalui.

Hidup itu memang sulit. Masalah tidak pernah berhenti menghadang kita. Setelah Papa meninggal, Mama harus mencari kerja. Thank God she got a great job. Pekerjaannya itu menjanjikan penghasilan yang cukup untuk keluarga kami, tetapi tidak membuat  Mama terlalu sibuk. Tapi, terkadang Mama harus pergi ke luar kota. And when that happens, she always made me in charge. Aku harus mengurus semua urusan rumah tangga sendirian. This is new (again).  Aku harus belajar ini dan itu – belajar mandiri. Masih ada sebagian diriku yang hobi mengatakan “tidak bisa” seperti dulu, tetapi bedanya, sekarang,  sebagian diriku yang lain bisa mengatakan kata “bisa”, dan terus menyemangatiku untuk mencoba terus dan terus setiap kali saya jatuh. Benar kata orang. Ketika kita yakin kita bisa, kita dapat melalui masalah terberat sekalipun.

No comments:

Post a Comment