Menu

Friday, 14 March 2014

[Book Review] Autumn in Paris by Ilana Tan


Judul Buku       : Autumn in Paris
Pengarang         : Ilana Tan
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 272 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup… sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya… juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa… arti tak berdaya… Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup...

Seandainya masih ada harapan - sekecil apa pun - untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu...


THE AUTHOR

Ilana Tan terkenal karena menulis empat novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda, dengan keunikan tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan. Karya-karyanya: "Summer in Seoul" (2006), "Autumn in Paris" (2007), "Winter in Tokyo" (2008), "Spring in London" (2010), "Sunshine Become You" (2012), "Seasons to Remember" (2013), dan "Autumn Once More" (2013). 
(Sumber: Wikipedia)


MY SUMMARY

Jatuh cinta. Semua orang bisa jatuh cinta. Rasa itu bisa timbul kapan aja, dimana aja, pada siapa aja, tanpa permisi. Saat kita jatuh cinta, kita rela melakukan apa aja demi sang tambatan hati. Dan rasa itu nggak bisa kita atur, nggak bisa kita hilangkan begitu saja. Rasa itu tumbuh sesuka hatinya. Jatuh cinta itu menyenangkan, tapi juga menyakitkan. Saat udah merasakannya, rasanya kita nggak ingin melepasnya begitu saja. Tapi, bagaimana jika cinta itu terlarang? Bagaimana jika kita jatuh cinta pada orang yang salah, pada orang yang nggak boleh kita cintai, misalnya?

Salah satu karya brilian Ilana Tan yang berjudul "Autumn in Paris" ini benar-benar menyayat hati. Novel ini mengisahkan tentang pahit manisnya cinta antara seorang gadis dan pemuda. Mereka jatuh cinta pada musim gugur di Paris. Rasa cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu, tanpa sadar akan situasi dan kondisi. Hari-hari mereka dipenuhi oleh manisnya cinta, tanpa tau kalau rasa manis itu menumpuk, dapat berubah menjadi rasa pahit. Ketika rasa cinta mereka itu udah mencapai puncaknya, sebuah rahasia terungkap, mendorong rasa itu jatuh terperosok ke tanah dan hancur berkeping-keping. Kisah cinta mereka yang manis itu pun terpaksa berakhir mengenaskan.


MY COMMENTARY

Kisah cinta yang mengharu-biru ini benar-benar brilian. Alurnya yang nggak terduga sanggup mengombang-ambing para pembacanya. Setting yang dipilih juga sangat mendukung, Paris, the city of love, ditambah lagi suasana musim gugur yang bisa memberi kesan damai dan sedih di waktu yang bersamaan. Kata-kata yang digunakan benar-benar menyentuh hati, membuat tokoh terasa hidup, menarikku masuk ke dalam cerita, membuatku merasakan apa yang dirasakan tokoh, merangsang emosi-emosi dalam tubuhku.

Nggak ada yang suka sad ending, tapi Ilana Tan sanggup menyajikan sad ending ini dengan baik. Walaupun menyedihkan, tapi rasa sedih itu memberi kesan yang mendalam di hatiku. Saat membalikkan halaman terakhir novel ini, pipiku basah kuyup oleh air mata. Tapi di balik air mata itu, aku tetap tersenyum puas dan bertepuk tangan atas karya cemerlang Ilana Tan ini. Sampulnya yang bernuansa cokelat mendukung suasana musim gugur. Gambar sepasang kekasih yang duduk di bangku taman dengan pemandangan Paris di belakangnya memberi kesan romantis tersendiri di mataku. Benar-benar menggugah hati.

Definitely recommended! Aku jamin kalian nggak akan menyesal membaca novel ini. Nggak heran novel ini selalu mendapat gelar bestseller dari tahun ke tahun. Walaupun kalian bukan pecinta novel romance ataupun sad ending, aku yakin sudut pandang kalian bakal berubah setelah membaca novel ini. Kece abis, deh, pokoknya! Novel ini satu-satunya novel yang bisa bikin aku nangis tersedu-sedu. Well done, kak. Keep writing!


P.S. Lihat side story-nya di Kumcer "Autumn Once More" :D

No comments:

Post a Comment