Menu

Saturday, 29 December 2012

[Book Review] Sunshine Becomes You by Ilana Tan


Judul Buku​       : Sunshine Becomes You
Pengarang         ​: Ilana Tan
Penerbit           ​: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman ​: 432 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu — malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


THE AUTHOR

Ilana Tan terkenal karena menulis empat novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda, dengan keunikan tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan. Karya-karyanya: "Summer in Seoul" (2006), "Autumn in Paris" (2007), "Winter in Tokyo" (2008), "Spring in London" (2010), "Sunshine Become You" (2012), "Seasons to Remember" (2013), dan "Autumn Once More" (2013). 
(Sumber: Wikipedia)


MY SUMMARY

Novel ini mengisahkan tentang seorang pianis terkenal, Alex Hirano, yang nggak pernah menyangka pertemuannya dengan seorang penari profesional bernama Mia Clark, akan membawa malapetaka baginya. Benang merah mengaitkan mereka dalam kejadian yang nggak mengenakkan, yang membuat Alex menganggap Mia sebagai malaikat kegelapannya. Mia, yang nggak pernah menyangka dia mendatangkan hal buruk bagi orang lain, merasa sangat bersalah dan menawarkan ganti rugi dengan menjadi “tangan kanan” Alex.

Hari-hari pun mau nggak mau dilalui Alex bersama Mia. Tanpa disadari, mereka saling mengenal dan hubungan mereka menjadi semakin dekat. Tembok yang didirikan Alex di antaranya dan Mia lama kelamaan roboh. Senyum Mia yang selalu dilemparkannya kepada semua orang meruntuhkannya dengan mudah. Dan tanpa disangka, perasaan lain – selain benci, muncul di antara mereka. Apalagi setelah berbagai kejadian yang menimpa mereka, dan rahasia demi rahasia yang terungkap, hubungan mereka menjadi semakin kompleks. Konflik demi konflik bermunculan, menghalangi mereka untuk bersatu, namun mereka dapat mengatasinya. Ikatan di antara mereka sangat kuat, sampai maut pun nggak sanggup memutuskannya.


MY COMMENTARY

Kisah cinta yang mengaharu biru ini sangat menakjubkan. Pantes saja novel ini laris manis. Temanya emang sederhana, hanya benih cinta yang tumbuh dalam kebencian. Tapi, Ilana Tan sanggup membumbuinya dengan percikan-percikan romantis yang membuat kisah ini terasa spesial. Alurnya yang kompleks mengombang-ambingku. Tokoh-tokohnya begitu hidup, sanggup membuatku empati pada mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan. Aku merasa berbunga-bunga ketika tokoh menuturkan kata-kata romantis, tersenyum ketika tokoh merasa bahagia, dan menangis ketika tokoh sedang sedih atau tertimpa masalah. Latarnya juga dideskripsikan dengan sangat baik, membawaku memasuki suasana New York yang nggak pernah tidur, merasakan berbagai musimnya, dan seakan-akan pergi ke tempat-tempat yang dikunjungi tokoh. Pilihan katanya sangat baik, mudah dipahami dan begitu mengalir. Rangkaian kata-katanya yang indah dan romantis sanggup membuatku melayang ke langit ketujuh.

Tebalnya novel ini nggak menghalangiku untuk membacanya. Bukannya membuatku malas, malahan membuatku semakin semangat untuk terus membalik halamannya sampai habis. Kisahnya yang panjang dan kompleks justru membuatku semakin bergairah. Ending-nya yang nggak terduga membuatku gregetan tapi puas saat membalikkan halaman terakhirnya. Walaupun akhirnya sedih, tapi kisah itu tetap menjadi kisah cinta yang sangat manis, yang memberi kesan tersendiri di hatiku.

Tampilan pada sampulnya yang menampilkan sebuah studio tari dengan jendela kaca yang memamerkan pemandangan kota New York membantuku membayangkan latar yang digunakan. Sentuhan warna merah mudanya yang soft sangat cocok dengan genrenya. Kata “Sunshine Becomes You” yang digunakan sebagai judul novel ini, selain menjadi judul dari lagu yang ditulis Alex untuk Mia, juga menggambarkan Mia Clark yang menjadi “matahari” dalam kehidupan Alex. Judul yang sangat menggugah hati. Belum lagi kutipan di pojok sampul yang sangat memikat hatiku. “Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.” Rangkaian kata-kata yang sangat romantis dan menyentuh hati! Novel ini sungguh-sungguh menakjubkan, so yeah, it is highly recommended. You will love it as I do! Way to go, kak. Keep writing!

No comments:

Post a Comment