Menu

Saturday, 25 January 2014

[Book Review] Refrain by Winna Efendi


Judul Buku        : Refrain
Pengarang          : Winna Efendi
Penerbit            : Gagas Media
Jumlah Halaman : 317 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

"Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya."


Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.


THE AUTHOR

Winna Efendi, lahir di Jakarta, 1986, di bawah naungan zodiak Capricorn. Senang menulis dalam lembaran buku tulis lama hingga akhirnya bergabung dengan sebuah komunitas penulisan online. Novel pertamanya berjudul Kenangan Abu-abu, diterbitkan awal 2008. Ai adalah buku keduanya. Sekarang ini, Winna bekerja di bidang keuangan, serta menjadi kontributor di beberapa majalah online. Waktu luangnya dihabiskan untuk menikmati tumpukan DVD jadul, buku-buku yang tak pernah habis dilahap, dan menulis.
(Sumber: Website GagasMedia)


MY SUMMARY

"Refrain" menyajikan pahit manisnya kisah persahabatan antara Niki dan Nata yang telah dijalin sejak mereka masih kecil. Lalu, seorang anak baru di sekolah mereka, Annalise, memasuki lingkaran persahabatan mereka. Awalnya, persahabatan antara tiga remaja ini terasa sangat sempurna, tanpa cacat cela, namun, nggak ada hal yang sempurna di dunia ini, bukam begitu? Selain diwarnai oleh canda dan tawa, persahabatan mereka mulai mengenal yang namanya cinta, dan juga patah hati. Cewek dan cowok nggak bisa menjalin persahabatan. Pasti suatu saat mereka akan merasakan percikan cinta. Ada yang mengatakan bahwa sebuah persahabatan nggak boleh dihiasi oleh rasa tersebut, dalam arti cinta antara lawan jenis. Namun, inilah yang terjadi, tanpa bisa dicegah.

Di suatu titik, persahabatan mereka terasa hancur berantakan. Berbagai masalah muncul, berusaha memporakporandakan persahabatan yang telah susah payah mereka jalin. Belum lagi, adanya perpisahan di setiap pertemuan. Namun, tanpa disadari, ikatan persahabatan mereka sangatlah kuat. Walaupun telah melalui berbagai konflik, mereka tetap sanggup mempertahankan apa yang telah mereka jalin. Semua tantangan berhasil mereka lalui, dan persahabatan mereka tetap berdiri kokoh di tengah-tengah tantanga-tantangan yang menghadang.


MY COMMENTARY

Ide cerita mengenai persahabatan yang nggak sempurna karna diwarnai oleh rasa cinta udah sering (banget) digunakan, bahkan oleh kak Winna sendiri. Tapi, seperti biasa, kak Winna selalu berhasil menyajikannya dengan cara yang berbeda. Konflik-konflik yang muncul tetap menarik, begitu pula dengan penyelesaiannya. Alurnya yang naik turun membuat ceritanya semakin seru. Ending-nya yang menggantung, alias open ending, membuka ruang bagi para pembaca untuk menerka-nerka kelanjutannya, walaupun bikin aku gemes, sih.

Selain itu, kata-kata romantis yang digunakan menyentuh hatiku, membuatku berbunga-bunga. Tokoh-tokohnya yang sangat hidup memiliki kepribadian dan kegemaran masing-masing. Niki yang ceria menyukai cheerleading, Nata yang penyendiri gemar bermain gitar, dan Annalise yang pendiam menyukai fotografi. Chemistry antar karakternya juga dibangun dengan baik, sangat kuat dan nyata. Aku dihanyutkan dalam setiap adegan, mengikuti arus cerita yang mengombang-ambing. Walaupun setting utama yang digunakan hanya setting biasa, tapi kak Winna sanggup mendeskripsikannya dengan sangat baik, jadi akudapat masuk ke dalam cerita - melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami tokoh.

Seperti biasa, sampul dan desain layout dari GagasMedia selalu menggugah hati. Amplop biru dengan judul novel yang tertera di atasnya begitu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Belum lagi isi amplopnya, kertas dengan tulisan “It’s always been you”, jelas membuatku merasa sangat penasaran dengan isi novel tersebut. Judulnya, "Refrain", yang adalah bagian lagu yang diulang, atau bisa juga berarti sesuatu yang akan kembali atau pulang, sesuai dengan tagline-nya, “Saat Cinta Selalu Pulang”. Cocok juga dengan isi ceritanya. I seriously love this novel. Pantes aja difilmin! Filmnya emang nggak sebagus novelnya, sih, but not bad, lah. You should read the novel and watch the movie! Highly recommended! I always love you, kak. Keep writing!


No comments:

Post a Comment