Menu

Tuesday, 3 July 2012

[Flash Fiction] Ketika Hati Terlanjur Bicara


Held by  : GagasMedia
Status   : Didn’t Win (Modified)


Judul         : Ketika Hati Sudah Terlanjur Bicara
Tagline     : Hati Tidak Bisa Bohong
Sinopsis :
Satu kata yang dapat mendeskripsikan isi hati Krystal: BINGUNG. Ia mengira keputusan untuk menikahi Seungho adalah keputusan yang paling tepat. Seungho adalah laki-laki yang baik, setia, dan ia mencintai Krystal sepenuh hati. Krystal mengira, ia dapat membalas kebaikan dan cinta lelaki itu dengan menikahinya. Ia mengira, ia akan bahagia bersama Seungho. Tetapi, bagaimana jika hati sudah terlanjur bicara?
Seungho memang baik, tetapi hati Krystal hanya untuk Skan. Ia hanya merasa bahagia ketika ia bersama Skan. Mungkin belum terlalu terlambat untuk menyadarinya. Ia masih dapat membatalkan rencana pernikahannya dengan Seungho. Tetapi, itu akan menyakiti hati lelaki itu. Apa yang harus Krystal perbuat? Mana jalan yang paling tepat? Mengikuti kata hatinya, tetapi menyakiti hati Seungho, atau menikahi Seungho dan mencampakkan keinginan hatinya serta Skan?
 P.S. Ternyata, novel ini kemudian terbit, judulnya: Goodbye Happiness by Arini Putri

[Flash Fiction] Takkan Pernah Bisa



Held by  : GagasMedia
Status   : Didn’t Win (Modified)


Ada EMPAT MUSIM CINTA, dan aku sedang berada di salah satunya. Inilah DONGENG SEMUSIMku.
Sejak kali pertama mataku menangkap sinar matanya yang berkilauan itu, aku yakin aku telah JATUH CINTA padanya. SIHIR CINTAnya menerbangkanku, membuatku melayang ke langit ketujuh – bahkan lebih tinggi dari itu. Ketika bibir tipis itu melengkung sempurna bak pelangi, gravitasi tidak lagi menahanku. DIA bagaikan BIDADARI di hatiku, selalu terlihat SEMPURNA di mataku. Aku selalu MENDAMBAkan cintanya.
SEANDAINYA saja aku memiliki waktu untuk menggapai cintanya.. Seandainya saja hatinya tercipta hanya untukku.. Seandainya.. Seandainya.. Tetapi, kenyataan tidak dapat berada di dalam kalimat yang sama dengan kata ‘Seandainya’.  Harapanku pupus. Mimpiku musnah. Hatiku hancur berkeping-keping. Aku sadar, aku takkan pernah bisa meraihnya. Takkan pernah bisa.