Menu

Friday, 29 June 2012

[Article] Hidup Sehat Tanpa Junk Food


Joining  : Kontes Ngeblog VOA
Held by : VOA Indonesia
Status  : Didn’t win


Makanan. Bisa dibilang makanan adalah sumber kehidupan, alias kebutuhan pokok manusia, bahkan makhluk hidup. Tidak ada yang dapat bertahan hidup tanpa makanan, betul? Tentu yang saya maksud dengan “makanan” adalah makanan dan minuman. Tetapi, bagaimana jika kebutuhan pokok kita ini malah menimbulkan banyak penyakit? Dewasa ini, ada banyak penyakit-penyakit aneh yang timbul disebabkan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi. Berbagai jenis kanker, obesitas, dan penyakit lainnya yang mengancam kehidupan manusia. Maka dari itu, dewasa ini, kita harus lebih memerhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan sehat, dan mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, contohnya junk food.

(http://www.whosay.com/status/ChristineAvanti/452433)

Semua kalangan di berbagai wilayah telah mengupayakan hal ini. Mereka mencoba hidup sehat dan menjauhi junk food. Contohnya dapat dilihat pada para warga Amerika Serikat yang melakukan perang melawan minuman bersoda. Kita dapat menyimak liputan beritanya di website resmi VOA yang berjudul: “Perang Melawan Minuman Bersoda di AS – Laporan VOA” (12/6). Industri minuman bersoda merupakan industri besar di Amerika Serikat. Namun, dikatakan bahwa kini industri tersebut menuai banyak kecaman karena dianggap mempunyai kadar gula yang tinggi dan penyebab obesitas. Mereka menyadarinya dan mulai mengurangi serta menghentikan konsumsi minuman bersoda tersebut.

(http://whatsfab.ca/2012/06/top-5-reasons-to-ditch-diet-soda/)

Mungkin bagi mereka yang telah ‘kecanduan’ dengan minuman tersebut akan sulit untuk melepasnya, tetapi jika mereka berusaha dengan keras, pasti bisa, saya yakin itu. Ibu saya dulu juga penggemar minuman bersoda. Saya mengetahuinya dan berusaha untuk memberitahunya bahwa itu adalah kebiasaan yang buruk. Kadar gula di minuman bersoda tinggi dan dapat menyebabkan diabetes bahkan obesitas. Lalu sejak itu, ibu saya mulai mengurangi kebiasaannya itu, dan syukurlah sekarang beliau telah berhenti total.

Dalam liputan berita VOA yang berjudul: “Disney Tolak Iklan Junk Food – Liputan Berita VOA” (10/6), dikatakan bahwa Ibu Negara Amerika, Michelle Obama, juga melaksanakan sebuah program untuk melawan obesitas di kalangan anak-anak Amerika. Program ini mendapat dukungan dari perusahaan yang akrab dengan anak-anak, yakni Walt Disney Company. Perusahaan ini berjanji untuk tidak menerima iklan dari produk yang dapat merusak kesehatan anak-anak seperti permen, cereal bergula dan makanan ringan yang terlalu asin.

Itu adalah salah satu upaya yang baik, karena kebiasaan hidup sehat dan jauh dari junk food lebih baik jika dimulai dari dini. Anak-anak zaman sekarang telah mengenal junk food dengan baik, dan karena rasanya yang sangat enak itu mereka tidak mau makan yang lain selain junk food. Mereka bahkan membenci sayuran. Kebanyakan dari mereka sering melihat iklan-iklan junk food yang menggiurkan dari televisi, jadi jika iklan-iklan tersebut berhenti ditayangkan, lalu diganti dengan iklan-iklan yang mengajak untuk hidup sehat, itu akan mengubah pola pikir anak-anak. Kita tahu sendiri terkadang anak-anak mudah dipengaruhi cara pikirnya. Dengan ditayangkannya iklan-iklan hidup sehat yang dibuat secara menarik, lama-lama anak-anak akan tertarik untuk hidup sehat.

Dalam salah satu artikel VOA di website resminya yang berjudul: “Walikota New York Usulkan Larangan Jual Soda Ukuran Besar” (6/6), dikatakan bahwa wali kota New York, Michael Bloomberg, telah berkampanye tanpa kenal lelah melawan obesitas, melarang lemak yang disebut trans-fat di restoran dan memaksa rantai restoran untuk menambahkan informasi jumlah kalori di dalam menu-menu mereka. Ia juga mengusulkan untuk melarang penjualan minuman soda dalam gelas plastik ukuran besar untuk mencegah obesitas.

(http://www.minnpost.com/second-opinion/2012/09/trio-new-studies-strengthen-link-between-sugary-drinks-and-obesity (coretannya kuedit sendiri))

Memang ada banyak pihak yang tidak setuju, tetapi, harus kita sadari bahwa itu semua untuk kebaikan kita sendiri. Dapat kita lihat, bukti-bukti yang saya cantumkan berasal dari Amerika semua, ya karena memang negara itu yang paling tinggi tingkat obesitasnya. Tetapi, kita bangsa Indonesia juga harus meneladani upaya mereka, karena jika tidak, kita juga dapat tertimpa bencana yang sama. Hidup sehat itu tidak sulit jika kita mau memulai membiasakannya. Mungkin tidak bisa langsung jadi, tetapi setahap demi setahap, pasti bisa. Semuanya harus bermula dari diri kita sendiri. Jika kita punya niat, pasti berhasil.

Mungkin junk food rasanya enak, sedangkan sayuran terasa hambar. Tetapi kita bisa mengubah itu. Kita bisa memasak sayuran menjadi lebih lezat. Mungkin saat kita sedang bersantai, enaknya ngemil junk food. Kita juga bisa ubah itu, dengan ngemil buah-buahan. Kenalilah setiap jenis buah-buahan. Buah-buahan itu tidak kalah enak kok dengan biskuit, permen, dan kawan-kawannya. Buah-buah jauh lebih sehat lagi. Maka dari itu, mari kita ubah kebiasaan kita yang buruk dengan memulai hidup sehat. Hidup sehat tanpa junk food!

(http://richardfloyd.wix.com/karenfloyddesigns#!logos)

[Article] Where did I come from?



Held by : Mama Cake 
Status : Didn’t win


Kebanyakan manusia selalu merasa penasaran mengenai proses penciptaannya, alias bagaimana mereka bisa hidup. Mungkin sudah jelas bahwa kita semua lahir dari rahim ibu kita setelah melalui proses biologis. Tetapi proses itu merupakan siklus tanpa henti, dan kita yakin ada ujungnya, pasti ada sumbernya yang memulai dan itulah yang masih terus menjadi perdebatan di antara kalangan manusia. Karena itulah, manusia terus meneliti untuk mencari jawabannya dan muncullah berbagai teori mengenai hal itu.

(http://www.amazon.co.uk/Where-Did-Come-From-Illustrations/dp/071811275X)


Di antara berbagai teori yang ada, teori yang paling terkenal adalah kisah penciptaan yang diajarkan oleh agama-agama, yaitu Allah menciptakan manusia dari debu dan tanah, membentuk manusia sesuai gambaranNya, lalu menghembuskan nafas kehidupan pada manusia sehingga manusia hidup. Teori itu sering disebut Teori Nabi Adam, yaitu manusia pertama yang diciptakan Allah. Ada juga Teori Evolusi Darwin yang berbunyi: “Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.”

(http://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin#Descent_of_Man.2C_sexual_selection.2C_and_botany)

Selalu terjadi perdebatan antara teori-teori yang ada, dan sampai sekarang masih belum ditemukan mana yang benar. Menurut saya, darimana kita berasal tidaklah penting, yang terpenting adalah kita harus mensyukuri hidup yang kita miliki dan jalani saja dengan baik. Tetapi, bila saya disuruh memilih teori mana yang saya percayai, saya percaya pada Teori Nabi Adam karena saya percaya semua ini dipegang kendali oleh Kuasa yang Maha Dahsyat, yaitu Tuhan Allah kita. Banyak yang tidak percaya akan adanya Tuhan, mereka menganggapNya tidak ada karena Ia tidak terlihat. Dan kisah penciptaan alias Teori Nabi Adam tidak masuk di akal bagi mereka. Memang tidak masuk di akal, bagaimana manusia dapat terbentuk dari debu dan tanah, lalu dengan sekali hembus, kita dapat bernafas, memiliki tubuh dengan segala organ yang berfungsi, dan sebagainya.

Tetapi, Teori Evolusi Darwin juga tidak logis bagi saya. Bagaimana kita dapat mengetahui adanya evolusi, sedangkan kita sendiri belum pernah mengalaminya? Dan jika benar spesies yang sekarang berasal dari spesies sebelumnya, jelas itu merupakan suatu siklus yang membentuk lingkaran tanpa ujung, tetapi saya yakin pasti ada ujungnya, bagaimana pun caranya. Mungkin ia telah melakukan berbagai penelitian yang saya sendiri tidak memahaminya, tetapi tetap saja, dari semua teori yang ada, belum ada yang dapat memuaskan keingintahuan manusia. Betul, begitu? Itulah sifat dasar manusia, selalu ingin tahu. Dan secara tidak sadar, keingintahuan itu dapat menghancurkan kita.

(http://www.seemoredifferently.blogspot.com/)

Tuhan memang tidak terlihat, tetapi bagi orang yang mengimaniNya, Ia tetap ada dan selalu hadir dalam kehidupan kita. Saya juga merasakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang sulit untuk dimengerti. Sulit untuk memercayai apa yang tidak dapat kita lihat. Tapi, jika kita memiliki iman, kita dapat merasakan kehadiranNya. Saya sering merasakanNya, dan saya percaya Ia turut bekerja dalam segala hal. Maka dari itu, saya percaya pada Teori Nabi Adam, alias kisah penciptaan yang tertulis di Alkitab. Saya tidak mengatakan bahwa itulah yang paling benar, tetapi saya hanya mengemukakan apa yang saya percayai.

(http://www.beyondblindspots.com/2011/05/10/feeling-like-you-cant-catch-a-break/)

Memang kisah penciptaan itu tidak masuk di akal, tapi di dunia ini, memang banyak hal yang tidak masuk di akal dan tidak dapat kita mengerti. Menurut saya, itu adalah rahasia ilahi yang memang tidak perlu kita ketahui. Saya yakin kita akan mengetahui apa yang perlu kita ketahui, dan cukup terima saja apa yang perlu kita ketahui itu, tidak perlu mencari tahu hal-hal lain. Otak Tuhan memang sangat besar, otak manusia tidak akan sanggup mencapainya. Jadi, cobalah mengerti keadaan itu dan terima saja. Semua ada waktunya. Saya yakin, suatu saat rahasia-rahasia itu akan dibukakan pada kita bila memang rahasia itu perlu kita ketahui.