Menu

Saturday, 29 December 2012

[Book Review] Sunshine Becomes You by Ilana Tan


Judul Buku​       : Sunshine Becomes You
Pengarang         ​: Ilana Tan
Penerbit           ​: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman ​: 432 halaman
My Rating          : 5 of 5

(Semua gambar cover, identitas buku, dan blurb dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)


BLURB

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu — malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


THE AUTHOR

Ilana Tan terkenal karena menulis empat novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda, dengan keunikan tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan. Karya-karyanya: "Summer in Seoul" (2006), "Autumn in Paris" (2007), "Winter in Tokyo" (2008), "Spring in London" (2010), "Sunshine Become You" (2012), "Seasons to Remember" (2013), dan "Autumn Once More" (2013). 
(Sumber: Wikipedia)


MY SUMMARY

Novel ini mengisahkan tentang seorang pianis terkenal, Alex Hirano, yang nggak pernah menyangka pertemuannya dengan seorang penari profesional bernama Mia Clark, akan membawa malapetaka baginya. Benang merah mengaitkan mereka dalam kejadian yang nggak mengenakkan, yang membuat Alex menganggap Mia sebagai malaikat kegelapannya. Mia, yang nggak pernah menyangka dia mendatangkan hal buruk bagi orang lain, merasa sangat bersalah dan menawarkan ganti rugi dengan menjadi “tangan kanan” Alex.

Hari-hari pun mau nggak mau dilalui Alex bersama Mia. Tanpa disadari, mereka saling mengenal dan hubungan mereka menjadi semakin dekat. Tembok yang didirikan Alex di antaranya dan Mia lama kelamaan roboh. Senyum Mia yang selalu dilemparkannya kepada semua orang meruntuhkannya dengan mudah. Dan tanpa disangka, perasaan lain – selain benci, muncul di antara mereka. Apalagi setelah berbagai kejadian yang menimpa mereka, dan rahasia demi rahasia yang terungkap, hubungan mereka menjadi semakin kompleks. Konflik demi konflik bermunculan, menghalangi mereka untuk bersatu, namun mereka dapat mengatasinya. Ikatan di antara mereka sangat kuat, sampai maut pun nggak sanggup memutuskannya.


MY COMMENTARY

Kisah cinta yang mengaharu biru ini sangat menakjubkan. Pantes saja novel ini laris manis. Temanya emang sederhana, hanya benih cinta yang tumbuh dalam kebencian. Tapi, Ilana Tan sanggup membumbuinya dengan percikan-percikan romantis yang membuat kisah ini terasa spesial. Alurnya yang kompleks mengombang-ambingku. Tokoh-tokohnya begitu hidup, sanggup membuatku empati pada mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan. Aku merasa berbunga-bunga ketika tokoh menuturkan kata-kata romantis, tersenyum ketika tokoh merasa bahagia, dan menangis ketika tokoh sedang sedih atau tertimpa masalah. Latarnya juga dideskripsikan dengan sangat baik, membawaku memasuki suasana New York yang nggak pernah tidur, merasakan berbagai musimnya, dan seakan-akan pergi ke tempat-tempat yang dikunjungi tokoh. Pilihan katanya sangat baik, mudah dipahami dan begitu mengalir. Rangkaian kata-katanya yang indah dan romantis sanggup membuatku melayang ke langit ketujuh.

Tebalnya novel ini nggak menghalangiku untuk membacanya. Bukannya membuatku malas, malahan membuatku semakin semangat untuk terus membalik halamannya sampai habis. Kisahnya yang panjang dan kompleks justru membuatku semakin bergairah. Ending-nya yang nggak terduga membuatku gregetan tapi puas saat membalikkan halaman terakhirnya. Walaupun akhirnya sedih, tapi kisah itu tetap menjadi kisah cinta yang sangat manis, yang memberi kesan tersendiri di hatiku.

Tampilan pada sampulnya yang menampilkan sebuah studio tari dengan jendela kaca yang memamerkan pemandangan kota New York membantuku membayangkan latar yang digunakan. Sentuhan warna merah mudanya yang soft sangat cocok dengan genrenya. Kata “Sunshine Becomes You” yang digunakan sebagai judul novel ini, selain menjadi judul dari lagu yang ditulis Alex untuk Mia, juga menggambarkan Mia Clark yang menjadi “matahari” dalam kehidupan Alex. Judul yang sangat menggugah hati. Belum lagi kutipan di pojok sampul yang sangat memikat hatiku. “Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.” Rangkaian kata-kata yang sangat romantis dan menyentuh hati! Novel ini sungguh-sungguh menakjubkan, so yeah, it is highly recommended. You will love it as I do! Way to go, kak. Keep writing!

Friday, 28 December 2012

[Flash Fiction] Life Without You is Doom


Joining : FF2in1
Held by : nulisbuku.com 
Status  : Didn’t win (Modified)


Aku memasuki kamar dengan gusar dan membanting pintu di belakangku kuat-kuat. Aku menghempaskan diri ke atas tempat tidur dan menutup wajahku dengan bantal. Langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar, disusul suara pintu terbuka.
“Ada apa, Sayang?” Suara lembut itu bertanya. Tanpa melihat pun aku tahu itu suara Mama.
Aku mendesah kesal. “Aku bosan sekolah. Aku mau berenti aja,” keluhku.
Mama berjalan mendekatiku dan mennyingkirkan bantal yang menutupi wajahku. “Kenapa ngomong begitu?”
Aku duduk dan menyandarkan kepalaku di bahu Mama. “Mama ingat tugas sekolahku yang disuruh bikin short movieitu?”
Aku merasakan anggukan Mama. “Udah cuman dikasih deadline dua minggu, yang bikin kami buru-buru kerja and aku ngedit cuman dalam sehari, pake acara bergadang lagi, eh, nggak dihargai sama sekali. Gurunya nggak bilang mau dikumpul dalam bentuk CD. Aku yang buru-buru kerjanya mana sempat lagi burn ke CD, jadi ya, aku cuman masukkin ke flashdisk aja. Dia dengan sombongnya bilang, dia sengaja minta dalam bentuk CD supaya nggak perlu simpanflashdisk orang. Takut ilang lah, kalo pake CD bisa dia simpan lah, bla bla bla. Ugh! Bete banget!” omelku panjang lebar. Aku menarik nafas dalam-dalam untuk menekan emosiku yang meluap-luap.
Mama mengelus lembut kepalaku. “Terus gimana, tuh?”
Aku menghembuskan nafas kuat-kuat. “Apa boleh buat. Kami nyusul kumpul besok dalam bentuk CD, tapi nilai tertinggi cuma B. Ah, percuma kerja susah-susah!” seruku kesal.
Mama menepuk-nepuk punggungku. “Yang sabar, ya. Sekolah kan, bukan soal nilai, tapi soal pengalaman. Jadikan ini pengalaman buatmu.”
Aku mendengus. “Pengalaman buruk buat apa disimpan?”
“Justru pengalaman buruk itulah yang berharga, Sayang. Kamu jadi dapat pelajaran,” nasihat Mama.
“Pelajaran apa? Nggak perlu kerja tugas susah payah karna nggak bakal dihargai?” sahutku skeptis.
“Ya, bukan begitu. Nanti saat kamu kerja, kamu kan, nggak tau bosmu bakal kayak gimana. Kamu nggak bisa pilih mau punya bos yang kayak gimana. Nah, bisa aja kamu ketemu bos yang lebih menyebalkan. Kalau sekarang kamu udah terbiasa dengan model orang menyebalkan yang seperti itu, kan jadi gampang buat kamu beradaptasi,” jelas Mama.
Aku mendengus. “Ogahlah kalau punya bos kayak gitu. Langsung berenti aku.”
Mama mengangkat sebelah alis. “Wah, kalau gitu, gimana bisa sukses? Cari pekerjaan susah, loh. Kalau tiap bentar mau ganti kerja, repot, dong.”
Aku menghela nafas. Ya, Mama benar juga. Well, Mama memang selalu benar. Kata-katanya selalu bijak dan menenangkan. Aku nggak bisa membayangkan hidup tanpa Mama. Ergh, pasti mengerikan.

Aku pun memeluk Mama erat-erat. ”Yeah, you’re right. Thanks, Ma. Emang cuman Mama yang bisa redain emosiku. I can’t live without you.”
Mama tersenyum lembut, lalu mengecup keningku. “I will always be there for you, dear.”
 \

Thursday, 27 December 2012

[Short Story] He Knows the Best



​“Mi, temen-temenku udah pada punya Samsung Galaxy Mini nih. Aku juga pengen, tapi pengen yang lebih keren, biar mereka nggak bisa pamer-pamer lagi. Beliin ya, Mi?” bujuk Sarah dengan wajah memelas.
​“Oke deh, Sayang. Nanti Mami beliin iPhone 5 aja biar lebih keren,” sambut mama Sarah enteng.
​“Asik! Makasih, Mi!” seru Sarah kegirangan.
​Sarah adalah anak tunggal dari keluarga yang kaya raya, jadi tidak heran jika kedua orangtuanya memanjakannya dan memenuhi semua keinginannya. Papanya adalah seorang pengusaha yang sangat sukses, sedangkan mamanya adalah ibu rumah tangga yang gaul, suka berfoya-foya, dan selalu memanjakan anaknya.
​Keesokan harinya, pada jam istirahat, Sarah pun memamerkan iPhone terbarunya pada teman-temannya. Semua temannya memuji-mujinya, kecuali Ranee. Sarah dan Ranee memang saling tidak menyukai satu sama lain sejak mereka berdua bertemu. Orangtua mereka sama-sama kaya dan mereka saling memamerkan kekayaan mereka. Tentu saja Sarah merasa sangat puas karena handphonenya lebih canggih daripada handphone Ranee. Ia pun tersenyum penuh kemenangan.
​Bel pulang sekolah berbunyi, Sarah pun mengemas barang-barangnya dan bergegas pulang. Sesampainya di rumah, ia menemukan mamanya sedang berjalan mondar-mandir dengan wajah cemas.
​“Mi, ada apa? Kok kayaknya cemas banget?“ tanya Sarah.
​“Ayo coba duduk dulu. Ada yang Papi dan Mami mau omongin,” ujar mama Sarah.
​Mereka bertiga pun duduk di sofa. Suasana menjadi tegang seketika. Sarah meremas-remas jarinya dengan gelisah.
​“Gini, Sayang.” Papa Sarah pun memulai pembicaraan. “Keadaan ekonomi kita sedang memburuk, perusahaan Papi bangkrut karena ditipu puluhan juta, jadi untuk menutupi keadaan ekonomi kita yang sedang krisis ini, kita terpaksa menjual mobil dan rumah kita dan pindah ke rumah yang lebih dekat dengan sekolah biar Sarah bisa jalan kaki ke sekolah. Terus ada beberapa barang Sarah yang harus dijual karena kita sudah krisis uang. Papi dan Mami minta tolong, dalam keadaan seperti ini, kita harus mulai berhemat. Maafkan Papi, ya.”
​Sarah tidak bisa memercayai apa yang barusan ia dengar. “What?! Kok bisa begitu sih, Pi? Aku nggak mau ah, kalo barang-barangku dijual, apalagi jalan kaki ke sekolah. Nanti pasti temen-temen pada ngejekin aku. Argh! Nggak mau, nggak mau, nggak mau!” teriak Sarah histeris, lalu berlari ke kamarnya dan membanting pintu.
​Papa Sarah mendesah sedih. Mama Sarah pun mencoba menenangkannya. “Mungkin dia masih shock, Pi. Biar Mami coba tenangin dia dulu, ya.”
​Sarah tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Perasaannya campur aduk. Ia tidak pernah menyangka ini semua akan terjadi. Ia tidak rela menjual barang-barangnya. Ia langsung membayangkan bagaimana Ranee dan teman-temannya akan mengejeknya karena keadaannya yang seperti ini. Ia tidak mau itu terjadi.
​Mama Sarah mengetuk pintu kamar Sarah. “Sayang, ini Mami. Bukain pintunya, ya?” bujuk mama Sarah.
​Sarah membukakan pintu kamarnya dan membiarkan mamanya masuk.
​“Sayang, kamu nggak apa-apa?” tanya mama Sarah prihatin.
​“Gimana mau nggak apa-apa, Mi? Aku bakal diejek habis-habisan sama Ranee kalo kayak gini keadaannya.” keluh Sarah.
​“Wah, wah. Dengerin mami ya, Sayang. Sekarang kamu jangan pikirin diri kamu sendiri dulu. Pikirin keadaan keluarga kita sekarang. Kalo kamu nggak mau berkorban sedikit, kita nggak akan bisa bertahan hidup. Kita nggak akan punya cukup uang buat makan dan nyekolahin kamu. Apa kamu lebih pilih nggak makan dan nggak sekolah dibanding jual barang-barang kamu?” tanya mama Sarah.
​“Nggak sih, Mi,” jawab Sarah.
​“Nah, makanya itu, berkorbanlah dulu. Semuanya pasti akan membaik kok di kemudian hari. Bukan kamu aja kok yang berkorban, Mami juga harus jual semua baju-baju dan perhiasan-perhiasan Mami. Ini semua kan buat kebaikan kita semua.”
​Sarah terdiam sejenak, lalu akhirnya menjawab. “Oke deh, Mi. Aku rela buat jual semua barang-barangku.”
​“Nah gitu dong. Ini baru anak Mami,” ujar mama Sarah sambil mengelus pelan kepala anak sematawayangnya itu.
​Sarah pun terpaksa menjual barang-barang kesayangannya, termasuk iPhone barunya. Keluarganya pindah ke rumah yang agak kecil, jauh berbeda dengan rumahnya yang lama. Selain itu, Sarah juga harus berjalan kaki ke sekolah. Dan seperti yang ia duga, setelah Ranee mengetahui keadaannya, ia pun mengejek-ejek Sarah.
​“Eh, ini kan yang kemarin baru mamer-mamerin iPhone barunya itu. Tapi kok sekarang dia jalan kaki ke sekolah? Dah sekarat loe sekarang?” ejek Ranee diikuti tawaan teman-temannya.
​Sarah hanya bisa diam dan mengepal tangannya kuat-kuat. Ia pun masuk ke kelas dan tidak menghiraukan ejekan Ranee. Teman-temannya mulai menjauhi dia, termasuk teman-teman dekatnya. Ia baru sadar, selama ini teman-temannya hanya mendekatinya karena ia kaya. Ia pun memutuskan untuk diam dan menyendiri.
​Hari-hari pun berlalu dengan penuh kesedihan. Sarah harus terbiasa dengan hidup barunya yang sulit. Ia mulai membenci hidupnya dan mengutuki hidupnya sendiri. Ia malah menyalahkan papanya, dengan berpikiran bahwa papanya tidak dapat mengurus perusahaannya dengan baik, sehingga perusahaan itu bangkrut. Ia juga mengutuki teman-teman yang mengkhianati dan mengejeknya. Nilai-nilainya menurun dan ia pun mulai kehilangan semangat hidup.
​Tak terasa, sudah sebulan penuh ia menjalani hari-hari hampanya, dan tak disangka, setelah bencana buruk itu menimpa dirinya, ada bencana selanjutnya yang menyusul. Suatu hari pada jam pelajaran Fisika, Sarah dipanggil ke ruang guru. Ia pun memasuki ruang guru dan menemukan mamanya sedang duduk di sana dengan wajah murung.
​“Ada apa, Mi?” tanya Sarah.
​“Papi masuk rumah sakit, Sayang. Ayo cepat bereskan buku-bukumu dan kita langsung ke rumah sakit,” ujar mama Sarah cemas.
​Sarah menuruti perkataan mamanya dan mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
​“Papi kok bisa masuk rumah sakit, Mi?” tanya Sarah ketika sedang dalam perjalanan.
​“Bank tempat kita menabung dijebol orang, jadi semua uang kita yang ada di sana dicuri. Saking kagetnya, Papi kena serangan jantung. Sekarang dokter sedang menangani Papi di rumah sakit.”
​Sarah tidak sanggup berkata-kata. Ia tidak pernah mengira kejadian seburuk ini akan menimpanya. Sesampainya di rumah sakit, mama Sarah pun segera menemui dokter yang memeriksa keadaan papa Sarah.
​“Dok, bagaimana keadaan suami saya?” tanya mama Sarah dengan nada khawatir.
​“Maafkan kami, Bu. Kami sudah mencoba semua yang kami bisa, tetapi karena serangan yang mendadak dan akibat stress yang berkelanjutan, suami Anda sudah tidak dapat tertolong lagi. Maafkan kami, Bu. Kami turut berduka cita,” ujar sang dokter dengan wajah penuh kekecewaan.
​Kabar pahit itu menohok hati Sarah dan mamanya dengan sangat keras. Air mata pun mengalir pada kedua pipi mereka. Sarah tidak menyangka, papa yang ia salahkan selama ini, telah meninggalkan ia dan mamanya untuk selama-lamanya. Rasa bersalah dan penyesalan pun menyerbu benaknya. Sekarang ia harus menjalani hidupnya hanya berdua dengan mamanya. Ia tidak tahu hal buruk apa lagi yang akan menimpanya.
​Keesokan harinya, Sarah masuk sekolah dengan wajah murung. Semua temannya pun memerhatikannya. Seharian itu Sarah hanya duduk diam, tak bersuara. Ia masih sangat terpukul oleh kejadian kemarin. Ia tidak tahu bagaimana ia akan menjalani hidupnya yang sulit ini. Ia mulai menyalahkan Tuhan atas segalanya. Ia merasa ditinggalkan.
​Setelah ditimpa berbagai bencana itu, mama Sarah harus membuka sebuah restoran kecil dan setelah pulang sekolah, Sarah harus membantu mamanya di restoran tersebut. Sejak hidupnya mulai sulit, Sarah harus belajar mandiri. Ia tidak bisa bermanja-manja lagi. Ia mulai rindu dengan hidupnya yang dulu, tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa. Ia pun menjalani hari-harinya dengan berat hati.
​Ujian semester pun berlalu, saatnya pengambilan rapor, untungnya Sarah naik kelas walau dengan nilai yang pas-pasan. Sejak segala bencana buruk itu menimpanya, nilai Sarah menurun drastis. Ranee meraih juara 1 di kelasnya dan mulai memamerkan nilai-nilainya. Sarah hanya bisa diam, tidak ada hal lain yang dapat ia perbuat.
Class meeting pun berlangsung. Biasanya saat-saat itu menjadi sarana bagi teman-teman Sarah untuk membawa barang-barang mahal mereka dan memamerkannya, terutama Ranee. Sarah tidak dapat memamerkan apa-apa lagi, melihat keadaannya yang sudah sangat berbeda. Ia hanya bisa diam melihat teman-temannya yang sedang memamerkan barang-barang mereka. Ia sempat berharap, suatu saat nanti, mereka akan merasakan apa yang ia rasakan.
​“Ah, enaknya kalo lagi class meeting, bebas, bisa main handphone, bisa online. Kayaknya semua teman pada sibuk main handphone, ya. Ups, kecuali satu orang,” ejek Ranee sambil melirik ke arah Sarah.
​Sarah hanya bisa diam dan menahan amarahnya.
​“Duh, low bat lagi, untung bawa charger. Cas di kelas aja, deh.” ujar Ranee. Ia pun mencolokkan charger handphonenya ke salah satu colokan di kelasnya.
​“Pengumuman, diharapkan semua murid berkumpul di lapangan, segera!” ujar seorang guru melalui speaker.
​Semua murid beranjak pergi menuju lapangan. Ranee pun ikut meninggalkan kelas dan melupakan handphonenya yang sedang dicas. Kebetulan Sarah adalah orang terakhir yang meninggalkan kelas. Mereka semua pun berkumpul di lapangan. Setelah mendengar pengumuman dari kepala sekolah, mereka pun kembali ke kelas. Tiba-tiba, Ranee berteriak dengan panik.
​“Argh, handphone gue hilang!” teriak Ranee.
​Suasana di kelas pun mulai heboh. Seorang guru yang mendengar kabar tersebut segera menuju kelas mereka.
​“Aduh, ada apa ini pada heboh-heboh? Ranee, handphone kamu kok bisa hilang? Terakhir kamu taruh dimana?” tanya guru tersebut.
​“Tadi baterainya low, Bu, jadi saya cas di kelas. Pas mau kumpul di lapangan, saya lupa bawa handphone saya, dan pas balik, handphonenya udah hilang,” jawab Ranee dengan wajah cemas.
​“Wah, kamu kok bisa teledor gitu sih? Ayo, siapa yang terakhir kali meninggalkan kelas?” tanya guru tersebut dengan tegas.
​Sarah merasa bahwa dirinyalah yang terakhir kali meninggalkan kelas. Ia pun mengangkat tangannya. ​“Saya, Bu. Tapi, saya sama sekali tidak tahu tentang handphonenya Ranee,” jawab Sarah.
​“Alah, bohong, pasti dia Bu, pelakunya. Dia kan udah sekarat sekarang, pasti pengen dong punya barang-barang mahal lagi, jadi pasti dia yang nyolong handphone saya,” tuduh Ranee.
​“Eh, jangan sembarang ngomong loe!” bentak Sarah.
​“Sudah, sudah. Ayo kita lakukan pemeriksaan. Semuanya, bawa tas kalian ke depan!” perintah guru tersebut.
​Semua murid menuruti perintah sang guru dan pemeriksaan pun dilaksanakan. Saat memeriksa tas Sarah, guru tersebut menemukan sebuah handphone.
​“Nah, itu dia handphone saya, Bu. Benar kan apa yang saya bilang, Sarah yang ambil. Dasar tukang nyuri!” bentak Ranee.
​“Wah, jujur, Bu. Saya sama sekali tidak tahu kenapa handphone Ranee bisa ada di tas saya.” Sarah membela dirinya.
​“Alah, mana ada maling yang mau ngaku,” sindir Ranee.
​“Ayo Sarah, ikut Ibu ke kantor, kita bicarakan di sana,” ujar guru tersebut.
​Mama Sarah pun ditelepon oleh sekolah dan segera memenuhi panggilan tersebut.
​“Ada apa ini?” tanya mama Sarah begitu ia sampai di ruang kepala sekolah.
​“Silahkan duduk, Bu.” ujar Bapak Kepala Sekolah. “Anak Ibu dituduh mencuri handphone temannya.” Bapak Kepala sekolah menjelaskan.
​“Saya tidak melakukannya, Pak. Pasti ada yang sengaja memfitnah saya,” bela Sarah.
​“Iya, Pak. Tidak mungkin anak saya melakukan hal seperti ini,” sahut mama Sarah.
​“Tetapi tidak ada bukti bahwa kamu difitnah. Semua bukti mendukung fakta bahwa kamu melakukannya. Maka dari itu, saya terpaksa menjatuhkan hukuman skors 3 minggu. Maaf, peraturan harus dilaksanakan,” ujar Bapak Kepala Sekolah tegas.
​Sarah merasa sedih dan juga kesal, karena ia 100% yakin bahwa hal itu bukanlah perbuatannya. Namun apa boleh buat, mau tidak mau ia harus menerima hukuman itu. Ia dan mamanya pun beranjak keluar dari kantor kepala sekolah.
​Ranee dan teman-temannya yang menguping dari luar tersenyum puas melihat Sarah dihukum. Ternyata, setelah Sarah keluar dari kelas, seorang teman Ranee sengaja menaruh handphone Ranee ke dalam tas Sarah dan memfitnah Sarah yang mencurinya. Sarah tidak tahu apa-apa tentang hal itu.
​Sarah pun menjalankan masa skorsnya dengan berat hati. Ia mulai berpikir, ia memang diciptakan untuk menderita. Terkadang, saat memikirkan berbagai masalah yang ia jalani, ia menangis tiada henti. Seperti suatu malam, ia menangis sepanjang malam hingga ia terlelap.
​“Sarah.” Terdengar suara yang familiar yang memanggil namanya.
​Sarah pun menoleh ke belakang dan melihat papanya sedang berdiri di belakangnya. ​“Papi?” tanya Sarah kebingungan.
​“Halo, Sarah. Apa kabarmu?” tanya papa Sarah.
​“Kurang baik, Pi. Banyak banget bencana yang menimpa aku. Mulai dari perusahaan Papi yang bangkrut, rumah dan mobil dijual, pindah ke rumah kecil, jual barang-barang mahal, jalan kaki ke sekolah, diejek dan dijauhin teman, tabungan dijebol, Papi meninggal, harus buka restoran dan bantu Mami, dituduh nyuri handphone teman, dan diskors 3 minggu. What’s next?” Sarah menceritakan semuanya dengan air mata berlinang.
​“Wah, wah. Memang banyak bencana yang menimpa kita, tapi di balik semua itu, pasti ada hikmahnya kok, Sarah. Tuhan lakukan ini semua pasti ada maksudnya. Coba Sarah ingat-ingat lagi hidup lama Sarah yang serba enak. Sarah manja, sombong, dan nggak mandiri. Tapi sejak semua bencana ini terjadi, Sarah mau nggak mau harus belajar ini dan itu. Sarah harus belajar mandiri dan nggak manja lagi. Mungkin Sarah nggak kaya, tapi dengan begitu Sarah jadi nggak sombong lagi. Mungkin Sarah diejek, dijauhin dan difitnah teman, tapi dengan begitu Sarah belajar untuk sabar dan akhirnya Sarah sadar, ada beberapa teman yang selama ini dekat sama Sarah hanya karena Sarah kaya. Anggap saja semua bencana ini adalah proses pembentukan kepribadian Sarah. Tuhan mau Sarah berubah, maka dari itu berubahlah Nak, jalani hidupmu ini dengan penuh rasa syukur. Semua pasti akan membaik kok, Sayang. Kamu hanya butuh bersabar.” Papa Sarah menasihati Sarah.
​Setelah mendengar nasihat papanya itu, mata hati Sarah pun terbuka. Semua yang papa Sarah katakan benar. Semua bencana ini adalah pelajaran buat Sarah.
​Tiba-tiba terdengar suara alarm Sarah berbunyi. Sarah terbangun dari mimpinya dengan perasaan yang berbeda. Ia merasa semua beban di bahunya telah terangkat. Ia pun menceritakan mimpinya itu pada mamanya.
​“Wah, yang Papi katakan itu benar sekali, Sayang. Mungkin Tuhan pakai Papi dalam mimpi Sarah buat sadarin Sarah,” ujar mama Sarah.
​“Betul tuh, Mi. Mulai sekarang aku janji aku bakal berubah. Aku mau jalani semua ini dengan semangat dan penuh rasa syukur!” seru Sarah antusias.
​3 minggu pun berlalu, masa skors Sarah pun berakhir. Ia kembali masuk sekolah dengan semangat. Ada beberapa teman Sarah yang menyindir dan mengejeknya, tetapi ia tidak memedulikannya. Ia tetap menjalani hidupnya dengan semangat. Ia rajin belajar, rajin pergi ke gereja, membantu mamanya dengan senang hati, banyak berdoa dan mengubah segala perilaku buruknya. Ia menjalani hidupnya dengan penuh syukur dan semua yang papanya katakan dalam mimpinya benar, semuanya membaik. Bisnis mamanya sukses dan keadaan ekonomi keluarga Sarah membaik.
​Tak terasa, 2 tahun berlalu, Sarah pun lulus SMA dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Ia pun menerima beasiswa dari universitas impiannya. Sarah semakin percaya, bahwa dibalik semua bencana, Tuhan pasti punya rencana. He knows the best.


Monday, 5 November 2012

[Flash Fiction] Heaven on Earth by Kaka HY - A Novel That Changes Someone's Life


Joining   : #OurBook
Held by  : Bookoopedia 
Status   : Didn’t win (Modified)


Aku menghempaskan tubuhku ke atas sofa. Sungguh hari yang melelahkan. Belakangan ini, aku sangat disibukkan oleh berbagai tugas sekolah. Saking banyaknya, aku jadi banyak pikiran dan susah tidur. Sungguh lelah, baik fisik maupun mental.

Hujan turun dengan derasnya hari ini. Suara gemericik air dan angin yang berhembus sejuk membuatku merasa sedikit lebih baik. Suasana seperti ini membuatku ingin tidur, tetapi aku tidak bisa. Aku harus…

“Jangan lupa ngepel, ya. Mama udah nyapu tadi.” Mamaku mengingatkan.

Aku menghela nafas. Yup, hari ini jadwalku mengepel. Aku tidak bisa tidur siang. Aku harus  mengepel, belum lagi belajar untuk ulangan besok. Aku mendesah kesal. Hidup ini benar-benar menyedihkan. Sejak Papa meninggal, Mama menggantikan Papa untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Kehidupan kami memang tidak memburuk. Everything’s under control. Hanya saja, karena tidak ada pembantu yang cocok, akhirnya Mama memutuskan untuk tidak memperkerjakan pembantu lagi, dan memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri. Kami membeli mesin cuci, jadi urusan mencuci baju pun tidak menjadi masalah. Mama tinggal menjemur dan menyetrika baju yang sudah selesai dicuci. Urusan menyapu kadang diurus oleh Mama, kadang oleh adikku, sedangkan urusan mengepel itu bagianku.

Untung pekerjaan Mama tidak terlalu mengikat, sehingga Mama masih sempat mengurus rumah. Dan untungnya rumah kami kecil dan tidak bertingkat, sehingga tidak sulit untuk membersihkannya.

Aku tidak terlalu keberatan dengan pembagian tugas ini. Toh aku hanya mengepel dua kali seminggu. Hanya saja, ketika aku sedang diserang kesibukan bertubi-tubi, rasa malas ikutan menyerbu. Aku berusaha untuk menerima dan mensyukuri hidup, tapi itu bukanlah hal yang mudah. I always end up complaining. Apalagi jika bertemu teman-temanku yang kadang menyebalkan. Aku selalu berusaha baik pada mereka, dengan membantu mereka di kala kesulitan. Tetapi, kebaikanku itu malah mereka manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Sebenarnya, aku ingin membantu dengan ikhlas, namun, sepatah kata ‘terima kasih’ wouldn’t hurt, right? I bet saying that word is as easy as breathing. But they never did.

Mereka tidak mengerti kehidupanku sudah cukup berat. Aku harus bertahan hidup. Mungkin kedengarannya berlebihan. Bukannya aku hidup menderita karena miskin dan harus berjuang hidup demi mendapat sesuap nasi. Tidak, bisa dibilang hidupku enak. Semua kebutuhanku terpenuhi. Tapi, aku harus mengatur hidupku – terutama waktuku, dengan baik.

Terlebih saat aku sudah duduk di kelas 12. Aku harus memfokuskan diriku pada pelajaran, belum lagi memikirkan kuliah dan masa depanku. Aku juga harus mengerjakan chores dan membantu Mama di rumah. Aku juga memiliki hobiku sendiri, dan beberapa talenta yang ingin kukembangkan. Namun, waktuku tidak cukup untuk memenuhi semua itu, makanya aku harus pintar-pintar mengatur waktu. Aku harus selalu berlari mengejar waktu. Tapi temanku kadang menambah beban saja, dengan meminta bantuan tanpa pikir panjang. Aku ingin menolak, namun entah mengapa, I will always end up helping them. Mereka membuatku merasa seolah-olah menjadi orang baik adalah hal tersulit di dunia. Kadang aku hanya bisa menggerutu dalam hati.

Di saat-saat seperti ini – saat aku benar-benar down, saat aku merasa kehidupanku benar-benar berat, aku menyempatkan diri untuk melepas semua beban itu, menarik nafas segar, dan menuangkan semua kelelahanku pada hal-hal yang kusukai, misalnya pada hobiku. Kadang aku meluangkan waktu untuk menonton televisi, mendengarkan lagu, menyanyi, menari, memainkan alat musik, dan yang paling sering, membaca dan menulis.

Suatu hari, setelah selesai melakukan semua tugas dan chores-ku, aku memutuskan untuk membaca novel "Heaven on Earth" karya Kaka HY. Novel ini tidak terlalu tebal, dan alur ceritanya tidak sebagus novel-novel lain yang pernah kubaca. Namun, amanat dari novel ini benar-benar menyentuh hati dan menyadarkanku. Kehidupan salah satu tokoh di novel itu – Carla, mirip dengan kehidupanku. Ayahnya juga sudah meninggal, sehingga ia hanya hidup dengan ibu dan adiknya.

(Sumber: Goodreads)

Ibunya harus bekerja dan ia harus membantu ibunya. Ia mengeluh akan hidupnya yang sulit. Ia tertekan oleh semua tanggung jawab yang harus ia tanggung seorang diri. Ia ingin menjalani hidup seperti remaja lain. Ia terus mengutuki nasibnya, hingga akhirnya ia sadar, ia tidak sendirian. Bukan hanya ia yang menanggung beban, tetapi ibunya juga, bahkan lebih berat daripadanya. Namun, ibunya tetap gigih dan tidak mengeluh. Ia pun tersadar bahwa ia harus bertahan dan menopang ibunya.

Kisah ini menyadarkanku, bahwa aku harus bersyukur atas hidupku dan menjalaninya dengan tabah. Jika Carla saja bisa berjuang untuk hidupnya, maka aku juga bisa. Hidup Carla bisa dibilang lebih berat dariku. Ia lebih muda, dan ia harus menjaga adiknya yang masih kecil. Adikku sudah besar, bahkan bisa membantu urusan rumah tangga. Ibunya hanya bekerja dengan gaji kecil, sedangkan pekerjaan Mama cukup memadai, sehingga hidupku lebih mapan.

Walaupun in some points, hidupku terasa lebih berat, namun, aku tidak boleh mengeluh. Semakin aku mengeluh, semakin terasa berat hidup ini. Jika kita melihat sisi positif dari hidup dan terus mensyukurinya, maka hidup akan terasa lebih ringan. Berat atau ringannya hidup tergantung pada bagaimana kita menanggapi dan menjalaninya.

Begitulah bagaimana sebuah novel yang alurnya sederhana, ternyata sanggup menginspirasi dan memotivasi hidupku. Itulah sebabnya aku sangat gemar membaca buku – terutama novel, dan aku juga bercita-cita menjadi penulis, agar aku dapat menginspirasi dan memotivasi kehidupan orang lain, seperti para penulis yang menginspirasi dan memotivasi hidupku.

Thursday, 25 October 2012

[Flash Fiction] Unexpected Encounter


Held by : Readerizuka 
Status  : Didn’t Win (Modified)


Aku menginjak pedal rem dan mobilku pun berhenti seketika. Tiba-tiba, aku merasakan guncangan yang sangat kuat. Aku sontak menoleh ke belakang dan melihat sebuah mobil Land Cruiser menabrak bagian belakang mobilku. Aku meringis, lalu keluar dari mobilku dan menghampiri mobil tersebut. Jantungku langsung berhenti berdetak begitu melihat siapa yang duduk di balik kemudi itu.
Thomas, cowok yang selalu membuatku merasa panas-dingin, keluar dari mobilnya dengan ekspresi shock. Ia meminta maaf dengan tulus, lalu mengajakku ke bengkel untuk segera memperbaiki mobilku. Sambil menunggu, ia mengajakku jalan-jalan di mall terdekat sambil mengobrol ria.

Sungguh, aku tak sanggup mendeskripsikan perasaan bahagia yang menghiasi hatiku hari itu. Such an unpleasant, unexpected, but a fantastic co-incidence.

Tuesday, 3 July 2012

[Flash Fiction] Ketika Hati Terlanjur Bicara


Held by  : GagasMedia
Status   : Didn’t Win (Modified)


Judul         : Ketika Hati Sudah Terlanjur Bicara
Tagline     : Hati Tidak Bisa Bohong
Sinopsis :
Satu kata yang dapat mendeskripsikan isi hati Krystal: BINGUNG. Ia mengira keputusan untuk menikahi Seungho adalah keputusan yang paling tepat. Seungho adalah laki-laki yang baik, setia, dan ia mencintai Krystal sepenuh hati. Krystal mengira, ia dapat membalas kebaikan dan cinta lelaki itu dengan menikahinya. Ia mengira, ia akan bahagia bersama Seungho. Tetapi, bagaimana jika hati sudah terlanjur bicara?
Seungho memang baik, tetapi hati Krystal hanya untuk Skan. Ia hanya merasa bahagia ketika ia bersama Skan. Mungkin belum terlalu terlambat untuk menyadarinya. Ia masih dapat membatalkan rencana pernikahannya dengan Seungho. Tetapi, itu akan menyakiti hati lelaki itu. Apa yang harus Krystal perbuat? Mana jalan yang paling tepat? Mengikuti kata hatinya, tetapi menyakiti hati Seungho, atau menikahi Seungho dan mencampakkan keinginan hatinya serta Skan?
 P.S. Ternyata, novel ini kemudian terbit, judulnya: Goodbye Happiness by Arini Putri

[Flash Fiction] Takkan Pernah Bisa



Held by  : GagasMedia
Status   : Didn’t Win (Modified)


Ada EMPAT MUSIM CINTA, dan aku sedang berada di salah satunya. Inilah DONGENG SEMUSIMku.
Sejak kali pertama mataku menangkap sinar matanya yang berkilauan itu, aku yakin aku telah JATUH CINTA padanya. SIHIR CINTAnya menerbangkanku, membuatku melayang ke langit ketujuh – bahkan lebih tinggi dari itu. Ketika bibir tipis itu melengkung sempurna bak pelangi, gravitasi tidak lagi menahanku. DIA bagaikan BIDADARI di hatiku, selalu terlihat SEMPURNA di mataku. Aku selalu MENDAMBAkan cintanya.
SEANDAINYA saja aku memiliki waktu untuk menggapai cintanya.. Seandainya saja hatinya tercipta hanya untukku.. Seandainya.. Seandainya.. Tetapi, kenyataan tidak dapat berada di dalam kalimat yang sama dengan kata ‘Seandainya’.  Harapanku pupus. Mimpiku musnah. Hatiku hancur berkeping-keping. Aku sadar, aku takkan pernah bisa meraihnya. Takkan pernah bisa.

Friday, 29 June 2012

[Article] Hidup Sehat Tanpa Junk Food


Joining  : Kontes Ngeblog VOA
Held by : VOA Indonesia
Status  : Didn’t win


Makanan. Bisa dibilang makanan adalah sumber kehidupan, alias kebutuhan pokok manusia, bahkan makhluk hidup. Tidak ada yang dapat bertahan hidup tanpa makanan, betul? Tentu yang saya maksud dengan “makanan” adalah makanan dan minuman. Tetapi, bagaimana jika kebutuhan pokok kita ini malah menimbulkan banyak penyakit? Dewasa ini, ada banyak penyakit-penyakit aneh yang timbul disebabkan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi. Berbagai jenis kanker, obesitas, dan penyakit lainnya yang mengancam kehidupan manusia. Maka dari itu, dewasa ini, kita harus lebih memerhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan sehat, dan mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, contohnya junk food.

(http://www.whosay.com/status/ChristineAvanti/452433)

Semua kalangan di berbagai wilayah telah mengupayakan hal ini. Mereka mencoba hidup sehat dan menjauhi junk food. Contohnya dapat dilihat pada para warga Amerika Serikat yang melakukan perang melawan minuman bersoda. Kita dapat menyimak liputan beritanya di website resmi VOA yang berjudul: “Perang Melawan Minuman Bersoda di AS – Laporan VOA” (12/6). Industri minuman bersoda merupakan industri besar di Amerika Serikat. Namun, dikatakan bahwa kini industri tersebut menuai banyak kecaman karena dianggap mempunyai kadar gula yang tinggi dan penyebab obesitas. Mereka menyadarinya dan mulai mengurangi serta menghentikan konsumsi minuman bersoda tersebut.

(http://whatsfab.ca/2012/06/top-5-reasons-to-ditch-diet-soda/)

Mungkin bagi mereka yang telah ‘kecanduan’ dengan minuman tersebut akan sulit untuk melepasnya, tetapi jika mereka berusaha dengan keras, pasti bisa, saya yakin itu. Ibu saya dulu juga penggemar minuman bersoda. Saya mengetahuinya dan berusaha untuk memberitahunya bahwa itu adalah kebiasaan yang buruk. Kadar gula di minuman bersoda tinggi dan dapat menyebabkan diabetes bahkan obesitas. Lalu sejak itu, ibu saya mulai mengurangi kebiasaannya itu, dan syukurlah sekarang beliau telah berhenti total.

Dalam liputan berita VOA yang berjudul: “Disney Tolak Iklan Junk Food – Liputan Berita VOA” (10/6), dikatakan bahwa Ibu Negara Amerika, Michelle Obama, juga melaksanakan sebuah program untuk melawan obesitas di kalangan anak-anak Amerika. Program ini mendapat dukungan dari perusahaan yang akrab dengan anak-anak, yakni Walt Disney Company. Perusahaan ini berjanji untuk tidak menerima iklan dari produk yang dapat merusak kesehatan anak-anak seperti permen, cereal bergula dan makanan ringan yang terlalu asin.

Itu adalah salah satu upaya yang baik, karena kebiasaan hidup sehat dan jauh dari junk food lebih baik jika dimulai dari dini. Anak-anak zaman sekarang telah mengenal junk food dengan baik, dan karena rasanya yang sangat enak itu mereka tidak mau makan yang lain selain junk food. Mereka bahkan membenci sayuran. Kebanyakan dari mereka sering melihat iklan-iklan junk food yang menggiurkan dari televisi, jadi jika iklan-iklan tersebut berhenti ditayangkan, lalu diganti dengan iklan-iklan yang mengajak untuk hidup sehat, itu akan mengubah pola pikir anak-anak. Kita tahu sendiri terkadang anak-anak mudah dipengaruhi cara pikirnya. Dengan ditayangkannya iklan-iklan hidup sehat yang dibuat secara menarik, lama-lama anak-anak akan tertarik untuk hidup sehat.

Dalam salah satu artikel VOA di website resminya yang berjudul: “Walikota New York Usulkan Larangan Jual Soda Ukuran Besar” (6/6), dikatakan bahwa wali kota New York, Michael Bloomberg, telah berkampanye tanpa kenal lelah melawan obesitas, melarang lemak yang disebut trans-fat di restoran dan memaksa rantai restoran untuk menambahkan informasi jumlah kalori di dalam menu-menu mereka. Ia juga mengusulkan untuk melarang penjualan minuman soda dalam gelas plastik ukuran besar untuk mencegah obesitas.

(http://www.minnpost.com/second-opinion/2012/09/trio-new-studies-strengthen-link-between-sugary-drinks-and-obesity (coretannya kuedit sendiri))

Memang ada banyak pihak yang tidak setuju, tetapi, harus kita sadari bahwa itu semua untuk kebaikan kita sendiri. Dapat kita lihat, bukti-bukti yang saya cantumkan berasal dari Amerika semua, ya karena memang negara itu yang paling tinggi tingkat obesitasnya. Tetapi, kita bangsa Indonesia juga harus meneladani upaya mereka, karena jika tidak, kita juga dapat tertimpa bencana yang sama. Hidup sehat itu tidak sulit jika kita mau memulai membiasakannya. Mungkin tidak bisa langsung jadi, tetapi setahap demi setahap, pasti bisa. Semuanya harus bermula dari diri kita sendiri. Jika kita punya niat, pasti berhasil.

Mungkin junk food rasanya enak, sedangkan sayuran terasa hambar. Tetapi kita bisa mengubah itu. Kita bisa memasak sayuran menjadi lebih lezat. Mungkin saat kita sedang bersantai, enaknya ngemil junk food. Kita juga bisa ubah itu, dengan ngemil buah-buahan. Kenalilah setiap jenis buah-buahan. Buah-buahan itu tidak kalah enak kok dengan biskuit, permen, dan kawan-kawannya. Buah-buah jauh lebih sehat lagi. Maka dari itu, mari kita ubah kebiasaan kita yang buruk dengan memulai hidup sehat. Hidup sehat tanpa junk food!

(http://richardfloyd.wix.com/karenfloyddesigns#!logos)

[Article] Where did I come from?



Held by : Mama Cake 
Status : Didn’t win


Kebanyakan manusia selalu merasa penasaran mengenai proses penciptaannya, alias bagaimana mereka bisa hidup. Mungkin sudah jelas bahwa kita semua lahir dari rahim ibu kita setelah melalui proses biologis. Tetapi proses itu merupakan siklus tanpa henti, dan kita yakin ada ujungnya, pasti ada sumbernya yang memulai dan itulah yang masih terus menjadi perdebatan di antara kalangan manusia. Karena itulah, manusia terus meneliti untuk mencari jawabannya dan muncullah berbagai teori mengenai hal itu.

(http://www.amazon.co.uk/Where-Did-Come-From-Illustrations/dp/071811275X)


Di antara berbagai teori yang ada, teori yang paling terkenal adalah kisah penciptaan yang diajarkan oleh agama-agama, yaitu Allah menciptakan manusia dari debu dan tanah, membentuk manusia sesuai gambaranNya, lalu menghembuskan nafas kehidupan pada manusia sehingga manusia hidup. Teori itu sering disebut Teori Nabi Adam, yaitu manusia pertama yang diciptakan Allah. Ada juga Teori Evolusi Darwin yang berbunyi: “Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.”

(http://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin#Descent_of_Man.2C_sexual_selection.2C_and_botany)

Selalu terjadi perdebatan antara teori-teori yang ada, dan sampai sekarang masih belum ditemukan mana yang benar. Menurut saya, darimana kita berasal tidaklah penting, yang terpenting adalah kita harus mensyukuri hidup yang kita miliki dan jalani saja dengan baik. Tetapi, bila saya disuruh memilih teori mana yang saya percayai, saya percaya pada Teori Nabi Adam karena saya percaya semua ini dipegang kendali oleh Kuasa yang Maha Dahsyat, yaitu Tuhan Allah kita. Banyak yang tidak percaya akan adanya Tuhan, mereka menganggapNya tidak ada karena Ia tidak terlihat. Dan kisah penciptaan alias Teori Nabi Adam tidak masuk di akal bagi mereka. Memang tidak masuk di akal, bagaimana manusia dapat terbentuk dari debu dan tanah, lalu dengan sekali hembus, kita dapat bernafas, memiliki tubuh dengan segala organ yang berfungsi, dan sebagainya.

Tetapi, Teori Evolusi Darwin juga tidak logis bagi saya. Bagaimana kita dapat mengetahui adanya evolusi, sedangkan kita sendiri belum pernah mengalaminya? Dan jika benar spesies yang sekarang berasal dari spesies sebelumnya, jelas itu merupakan suatu siklus yang membentuk lingkaran tanpa ujung, tetapi saya yakin pasti ada ujungnya, bagaimana pun caranya. Mungkin ia telah melakukan berbagai penelitian yang saya sendiri tidak memahaminya, tetapi tetap saja, dari semua teori yang ada, belum ada yang dapat memuaskan keingintahuan manusia. Betul, begitu? Itulah sifat dasar manusia, selalu ingin tahu. Dan secara tidak sadar, keingintahuan itu dapat menghancurkan kita.

(http://www.seemoredifferently.blogspot.com/)

Tuhan memang tidak terlihat, tetapi bagi orang yang mengimaniNya, Ia tetap ada dan selalu hadir dalam kehidupan kita. Saya juga merasakan hal yang sama. Jika dipikir-pikir, memang sulit untuk dimengerti. Sulit untuk memercayai apa yang tidak dapat kita lihat. Tapi, jika kita memiliki iman, kita dapat merasakan kehadiranNya. Saya sering merasakanNya, dan saya percaya Ia turut bekerja dalam segala hal. Maka dari itu, saya percaya pada Teori Nabi Adam, alias kisah penciptaan yang tertulis di Alkitab. Saya tidak mengatakan bahwa itulah yang paling benar, tetapi saya hanya mengemukakan apa yang saya percayai.

(http://www.beyondblindspots.com/2011/05/10/feeling-like-you-cant-catch-a-break/)

Memang kisah penciptaan itu tidak masuk di akal, tapi di dunia ini, memang banyak hal yang tidak masuk di akal dan tidak dapat kita mengerti. Menurut saya, itu adalah rahasia ilahi yang memang tidak perlu kita ketahui. Saya yakin kita akan mengetahui apa yang perlu kita ketahui, dan cukup terima saja apa yang perlu kita ketahui itu, tidak perlu mencari tahu hal-hal lain. Otak Tuhan memang sangat besar, otak manusia tidak akan sanggup mencapainya. Jadi, cobalah mengerti keadaan itu dan terima saja. Semua ada waktunya. Saya yakin, suatu saat rahasia-rahasia itu akan dibukakan pada kita bila memang rahasia itu perlu kita ketahui.

Thursday, 10 May 2012

[Article] XL, XLalu Tampil Beda #XL Memajukan Negeri


Held by : XL Axiata
Status  : Didn’t win


“Kamu gak sayang pulsa, ya? Sms ke banyak orang gitu, emang pulsanya gak habis?” tanya seorang temanku. Saya memang sering mengirimkan sms berupa informasi yang saya dapat mengenai tugas di sekolah, dll kepada teman-teman sekelas saya. “Gak dong, kan pake XL, dapat bonus 1000 sms.” jawabku santai.

Saya telah menggunakan XL sekitar 1 tahun. Teman-teman saya kebanyakan menggunakan SIM card lain dan mengajak saya menggunakan SIM card tersebut. Tetapi, saya lebih senang menggunakan XL karena tarifnya yang murah, jaringannya yang luas dan bagus, dan layanan-layanan dan paket-paketnya yang menarik. Selain itu, saya juga tertarik dengan program XL yaitu XL Memajukan Negeri.


Ada banyak operator di Indonesia, semua berlomba-lomba untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Semua operator tentunya ingin mencari untung besar-besaran. Tetapi, saya bangga dengan XL, karena selain mencari keuntungan, XL juga memberikan kemajuan bagi negeri ini. XL yang dikomando oleh PT XL Axiata Tbk ini lahir pada tanggal 8 Oktober 1996. Selama 16 tahun ini, XL telah memberikan banyak jasa pada negeri ini sebagai bukti nyata kesetiaannya dalam menjalankan komitmennya, yaitu XL Memajukan Negeri. Berikut jasa-jasa XL dalam memajukan negeri:

1. Membantu korban bencana alam


XL adalah donator yang baik dalam membantu teman-teman kita yang tertimpa bencana alam. Korban bencana yang telah dibantu oleh XL, yaitu:

  • Korban gempa di Tasikmalaya, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, dan Garut telah dibantu oleh XL melalui program CSR XL Peduli Jabar pada bulan September 2009.
  • Korban gempa Sumatera Barat yang telah dibantu XL melaui program XL Peduli Sumatera Barat pada bulan Oktober 2009. XL membuka beberapa posko bantuan (TUG/Telepon Umum Gratis, bantuan logistik, dll) bagi para korban bencana.
  • SD Negeri 27 Padang yang hancur karena gempa besar yang melanda Padang dan Sumatera dibantu oleh XL yang bekerja sama dengan Pundi Amal SCTV pada bulan Februari 2010. XL membangun kembali gedung sekolah dasar tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika – Tifatul Sembiring, bersama Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi, serta Direktur Utama SCTV Fofo Sariatmadja, meresmikan pembangunan sekolah tersebut secara simbolis.
  • Korban tanah longsor di Ciwidey, Kabupaten Bandung telah dibantu oleh XL pada bulan Februari 2010. Bantuan yang disalurkan berupa Telepon Umum Gratis (TUG), bahan makanan, serta kartu perdana XL.
  • Korban banjir di Wasior, Papua, letusan gunung Merapi dan tsunami Mentawai telah dibantu oleh XL pada bulan Oktober 2010 dengan membuka program SMS Donasi untuk menggalang dana bantuan dari para pelanggan yang selanjutnya diteruskan sebagai donasi bagi korban Wasior, Merapi dan Mentawai.
  • Korban letusan Gunung Merapi telah mendapat bantuan dari XL yang bekerja sama dengan Pundi Amal SCTV pada bulan Desember 2010. XL dan Pundi Amal SCTV menggalang kerja bakti pemulihan Kali Code, Yogyakarta yang mengalami pendangkalan akibat banjir lahar dingin pasca letusan Gunung Merapi.

2. Memberikan penghargaan kepada masyarakat


XL meluncurkan program “Indonesia Berprestasi Awards” (IBA). XL mencari warga negara Indonesia berprestasi yang pengabdian dan daya usahanya telah memberikan solusi dan manfaat serta dorongan positif bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat luas.

3. Mendukung berbagai kegiatan, seperti:

  • Pada tanggal 27 Februari 2008, XL bersama tim basket ASPAC mendukung olahraga sebagai gaya hidup. Nama ASPAC berganti menjadi XL ASPAC.
  • Pada tanggal 23 Juli 2010, XL melanjutkan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional, XL meluncurkan Komputer untuk Sekolah (KUS) 2010. Peluncuran dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dan Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi di Jakarta.


  • Pada tanggal 22 September 2010, dalam kerangka persembahan XL Bagi Negeri, XL mendukung penuh program ‘Aku Cinta Indonesia’ (ACI) yang diinisiasi oleh detik.com sebagai salah satu wujud implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan.
  • Pada tanggal 28 Oktober 2010, dalam kerangka persembahan XL Bagi Negeri, XL menyelenggarakan program bertajuk ”Soempah Pemoeda 2.0” : Semangat Satu Negeri di Era Digital.
  • XL mendukung dan menyukseskan ASEAN Para Games 2011, pesta olahraga bagi penyandang cacat fisik yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 12 – 22 Desember 2011. XL bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo, turut menyukseskan ajang internasional ini melalui penyediaan layanan internet  dan wi-fi gratis yang dapat diakses di area mobile media center selama berlangsungnya ASEAN Para Games 2011.


4. Pada tanggal 31 Januari 2008, XL memberikan peralatan telekomunikasi kepada 14 universitas di Indonesia dan memfasilitasi training untuk mahasiswa dan dosen.

5. Pada bulan Juni 2008, XL bekerja sama dengan e-Store dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta dalam penyediaan program bundling hardware dan koneksi internet untuk lembaga-lembaga pendidikan.

6. Pada bulan September 2008, XL bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) dalam hal solusi untuk kebutuhan TI korporat.

7. Pada bulan September 2008, XL bersama Research in Motion (RIM) meluncurkan BlackBerry Bold, smartphone canggih dari RIM.


8. Pada tanggal 21 Januari 2010, sebagai komitmen XL untuk mendukung pemerintah dalam mendorong penggunaan internet secara sehat dan positif, XL dan ICT Watch meluncurkan program ‘Internet Sehat Blog Award 2010’.


9. Pada tanggal 11 Juni 2010, XL bersama dengan Yayasan Khazanah (di bawah Axiata Group Berhad) memberikan program beasiswa bagi warga negara Indonesia untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 di berbagai universitas terkemuka di Malaysia.

10. Pada tanggal 15 Juni 2010, XL dan ICT Watch mensosialisasikan ‘Internet Sehat’ di ajang Communic Asia 2010 sekaligus meluncurkan buku panduan memanfaatkan internet secara sehat dan positif.

11. Pada bulan Desember 2010, XL meluncurkan layanan ‘XL Cuaps’, sebuah inovasi layanan selebriti Voice Blog pertama di Indonesia.


12. Pada tanggal 20 Desember 2010, guna mempelajari lebih dalam mengenai LTE, XL bersama PT Ericsson Indonesia melakukan uji coba di Jakarta. Uji coba ini dilakukan melalui siaran langsung pertama di Indonesia bersama SCTV dengan menggunakan teknologi LTE.

13. Pada bulan Maret 2010, XL mengoperasikan sekitar 12.000 BTS inovatif yang ramah lingkungan dan hemat energi.

14. Pada tanggal 11 April 2012, XL meresmikan BTS ke 30 ribunya di Yogyakarta. Jumlah BTS yang sebanyak itu membuktikan keseriusan XL dalam membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler yang berkualitas di seluruh provinsi di Indonesia, sekaligus memenuhi harapan pemerintah dalam membangun jaringan telekomunikasi guna mendorong pemerataan pembangunan di pelosok daerah.


15. XL meluncurkan program ‘XL Edusolutions’, yaitu sebuah solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa XL Sifoster dan free Wi-Fi di sekolah dan perguruan tinggi yang telah menjadi partner XL dan bergabung dalam program XL School & Campus Community. Program ini dilaksanakan demi membina dan berpartisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan Indonesia.

16. XL mendukung Taman Pintar di Yogyakarta sebagai wahana pengetahuan sejak pertama kali didirikan pada tahun 2006. XL mendonasikan sejumlah teknologi mutakhir pada Taman Pintar tersebut.


Banyak, kan? XL memang benar-benar berjasa dalam memajukan negeri ini. Dan tentunya jasa-jasanya akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Saya sangat mendukung #XL Memajukan Negeri!


Sumber gambar dan konten mostly dari xl.co.id

Tuesday, 1 May 2012

[Article] DUID, Makes Business Easier in Every Way



Held by : DUID
Status : Haven’t been announced

Bisnis bukan lagi kata yang asing di telinga kita semua. Bisnis telah merajalela di dunia ini. Hampir semua orang ingin berbisnis dan mendapatkan uang. Anak kecil pun mengenal apa bisnis itu. Bisnis bukanlah hal yang sulit, kita hanya memerlukan modal. Bisnis di zaman modern ini telah dipermudah dengan adanya teknologi. Contohnya adanya bisnis online, dll. Bisnis yang paling menguntungkan dewasa ini adalah B2B Marketplace. Apa itu?


B2B adalah singkatan dari business to business. B2B Marketplace adalah tempat terjadinya transaksi dagang, yang biasanya terjadi antara produsen dengan pedagang grosir atau pedagang grosir dengan pengecer. Mengapa memilih B2B Marketplace? Apa keuntungannya? Banyak, bro. Beberapa keuntungannya adalah:

1. Dengan B2B Marketplace, para penjual dapat menjangkau ribuan konsumen yang tergabung di B2B Marketplace tersebut. Dengan begitu, bisnisnya akan meningkat drastis dan mendapat banyak pelanggan baru. Tidak sulit bagi perusahaan tersebut untuk mengembangkan bisnisnya.

2. Para pembeli memiliki banyak pilihan dan dapat membandingkannya satu sama lain.

3. Penjual dengan pembeli dapat berkomunikasi satu sama lain dengan lebih mudah, proses transaksi pun dapat berjalan dengan praktis.

4. Karena pembeli di B2B Marketplace adalah pedagang grosir, otomatis barang yang dibeli adalah dalam jumlah besar.

5. B2B Marketplace adalah bisnis online, hampir semua proses transaksi dapat dilakukan melalui internet. Hal itu memudahkan para penjual dan pembeli karena dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Bisa dibilang transaksi melalui B2B Marketplace lebih efisien.

6. B2B Marketplace memiliki berbagai fasilitas untuk proses penjualan, seperti pembayaran, negosiasi, pencarian transportasi, kutipan, dll. Dengan begitu, lebih memudahkan proses transaksi.

Jadi, tunggu apa lagi? Pasti mau kan kalau bisnis Anda berkembang pesat? Ayo gabung sama B2B Marketplace! Bingung mau mulai darimana? Ngapain bingung? Kan ada DUID. Apa itu? Wah, belum pernah dengar, kah? Kalau begitu, SELAMAT! Anda adalah orang yang beruntung karena telah memilih untuk membaca artikel ini. DUID adalah komunitas pebisnis se-Indonesia yang menggunakan transaksi secara B2B Marketplace. DUID itu B2B Marketplace yang terbaik loh di Indonesia! Jadi, ayo segera bergabung!


Masih ragu? Tidak perlu ragu segala. Dijamin deh bisnis Anda akan berkembang PESAT bersama DUID. Untungnya BUANYAK. Seperti:

1. Proses registrasinya GRATIS! Tidak dipungut biaya apapun. Enak, kan? Memulai secara gratis rasanya lebih puas. Selain murah, proses registrasinya pun mudah. Mudah + Murah = 2 in 1. Mantap!

2. Jika Anda sudah terdaftar, Anda bisa:

Untuk pembeli, Anda bisa:
- Mencari produk atau supplier yang Anda butuhkan.
- Membuat order untuk produk yang akan Anda beli.
- Jika produk yang ingin Anda beli belum ada, Anda dapat membuat permintaan pembelian kepada supplier.

Untuk penjual, Anda bisa:
- Menampilkan produk yang Anda jual. Jadi, Anda tidak perlu menghabiskan uang Anda untuk biaya promosi.
- Melihat permintaan pembelian dari pembeli.
- Mengirimkan penawaran langsung kepada pembeli.
- Melihat Wishlist (daftar permintaan) pembeli.
- Melihat kata kunci yang paling sering digunakan, sehingga Anda dapat mengetahui produk apa yang digemari oleh pembeli.

3. Membership melalui proses registrasi yang gratis merupakan Free Membership. Ada juga Premium Membership. Pada membership ini, Anda harus membayar biaya keanggotaan per tahun. Keuntungannya:
- Produk yang Anda jual akan ditampilkan di urutan teratas pada list hasil pencarian.
- Alamat link profil Anda akan ditampilkan menggunakan nama perusahaan.
- Halaman profil Anda akan ditampikan menggunakan Premium Design (jelas terlihat lebih menarik.
- Anda dapat melihat produk yang paling banyak dibeli oleh member-member di DUID.

4. DUID menjamin Secure Buyer and Supplier (Audit). Jadi, semua proses transaksi yang dilakukan aman dan terpercaya. Tidak perlu takut dan khawatir mengenai keamanan. Karena DUID sudah melakukan proses audit, jadi tenang aja!

5. Terdapat fitur Online Push Marketing (Tagging) alias jalur distribusi untuk melakukan penjualan produk ke outlet-outlet penjualan dapat dilakukan secara online.

6. Iklan 24 jam nonstop yang dapat diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia. Anda tidak perlu repot-repot mempromosikan bisnis Anda. DUID akan melakukan pekerjaan itu dengan SANGAT BAIK.

7. Penjualan Anda jelas akan meningkat drastis, tidak perlu repot-repot menambah ini dan itu.

8. Anda dapat mengaksed data pasar teraktual melalui DUID, tidak perlu repot-repot mencari kesana-sini.

9. DUID adalah yang terbaik dan seo friendly, jadi DUID tentunya dapat ditemukan di search engine.

10. Kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan tukarkan dengan kupon undian untuk memperoleh Blackberry Torch! Ya, selain semua keuntungan di atas, Anda dapat memenangkan BB Torch dengan mengumpulkan point, caranya:

1. Menjadi member DUID: 10 point per bulan
2. Melakukan upgrade ke Premium Member: 50 point
3. Merekomendasi teman untuk menjadi member DUID: 50 point
4. Mereferensikan produk kepada teman: 5 point
5. Memposting artikel: 5 point
6. Mengisi suggestion box: 5 point
7. Menulis review produk: 3 point
8. Mengklik “Like” produk: 3 point
9. Memberikan komentar: 1 point
10. Memasukkan listing produk baru: 1 point

Atau dengan cara mengikuti undian:
- Cek banyaknya poin yang sudah diperoleh.
- Tukarkan poin dengan kupon undian. (100 point = 1 kupon undian).
- Nomor kupon akan diundi untuk memperoleh hadiah Blackberry Torch.
- Pemenang akan diumumkan di website DUID setiap tanggal 1 awal bulan.

Menarik, bukan? Jadi, buruan gabung! Tinggal visit DUID dan registrasi. Tidak lupa, DUID juga mempunyai Terms of Use. Dibaca ya, sebelum bergabung. Jangan takut bingung, semua tata cara mulai dari mendaftar, mengedit profil  dll, membeli, mencari produk, membuat order, meminta permintaan pembelian, mengontak supplier, menjual, mendaftarkan produk dan mengedit datanya, melihat produk yang dicari pembeli, mengontak pembeli, dll akan dijelaskan di DUID. Jadi, ayo bergabung! :D

Info lebih lanjut: www.duid.co.id
Sumber gambar maupun informasi: www.duid.co.id